Tampilkan postingan dengan label 666. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 666. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 September 2015

Mengenal Konspirasi Yahudi (part7/to be continued...)

2001 : Serangan 11 September terhadap gedung World Trade Center direkayasa oleh Israel dengan bantuan Inggris dan Amerika, dengan menjadikan Osama Bin Ladin sebagai tameng. Tujuannya adalah memperkuat kekuasaan negara dan menekan kebebasan dari penduduk dunia dengan menawarkan rasa aman. Mereka juga akan menggunakan serangan ini untuk menyerang beberapa negara tersisa di dunia yang belum mengizinkan berdirinya bank sentral Rothschild. Kurang dari 1 bulan sejak ledakan WTC, Amerika menyerang Afganistan, satu dari 7 negara di dunia yang tidak memiliki bank sentral Rothschild. Alasan lain mengapa Amerika menyerang Taliban di Afganistan adalah karena pimpinan mereka, Mullah Omar melarang produksi opium sejak Juli 2000. Anda masih ingat apa yang terjadi pada Cina tahun 1839?

Hasilnya, sejak Maret 2002, produksi opium di Afganistan kembali
meningkat dengan pesat. Sebelum ledakan WTC, ada jutaan dolar transaksi put option (penjualan) saham American Airlines dan United Airlines. FBI tidak pernah melaporkan hasil investigasi mereka tentang siapa yang ada di balik transaksi itu karena hasilnya mengarah ke Israel.

Mulai ada kiriman anthrax ke berbagai instansi politik dan media Amerika. Seperti kasus 9/11, kesalahan lansung dilimpahkan kepada Al-Qaeda, sampai ditemukan bahwa ternyata antrax yang ditemukan dalam amplop kiriman adalah buatan khusus yang hanya dimiliki militer Amerika.
Pada 3 Oktober, Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon, membuat pernyataan ini kepada Shimon
Peres,

“Setiap kali kami melakukan sesuatu kamu mengatakan padaku Amerika akan berbuat ini dan Amerika akan berbuat itu… Saya mau mengatakan kepadamu dengan jelas, tidak usah khawatir tentang tekanan Amerika kepada Israel. Kita, orang Yahudi, mengendalikan Amerika, dan orang Amerika tahu itu.”

2002 : Kamus Internasional Webster yang dicetak ulang tahun 2002, menyediakan definisi baru tentang Anti-Semit yang sebelumnya belum pernah dirubah sejak 1956. Menurut definisi terbaru, anti-Semit adalah:
-Memusuhi Yahudi baik sebagai agama maupun sebagai ras, yang sering kali diikuti dengan diskriminasi sosial, politik, dan ekonomi.
-Oposisi terhadap Zionisme Simpati terhadap  musuh Israel.

Definisi (2) dan (3) adalah tambahan baru di edisi 2002 ini, sebagai persiapan sebelum Amerika menyerang Irak atas perintah dari negara Rothschild, Israel.

2003 : Amerika menyerang Irak tanggal 19 Maret, “Hari Purim” dalam kalender Yahudi. Hari Purim adalah hari saat Yahudi merayakan kemenangan mereka atas Babylonia, yang sekarang terletak di perbatasan Irak.

Perlu Anda ketahui, 10 tahun lalu, invasi Amerika kepada Irak diakhiri juga di Hari Purim, saat mereka membunuh 150.000 pasukan Irak. Purim juga merupakan saat di mana Yahudi dianjurkan untuk melakukan balas dendam berdarah terhadap para musuhnya. Irak adalah satu dari 6 negara tersisa yang belum didirikan bank sentral Rothschild. Perang ini juga dimaksudkan untuk mencuri persediaan air bersih Irak untuk disuplai kepada Israel. Israel harus mencuri dari Dataran Tinggi Golan Syria untuk menyediakan 1/3 pasokan air bersih mereka.

Perdana Menteri Malaysia, Dr. Mahathir Mohamad berkata,

“Yahudi memerintah dunia secara tersembunyi. Mereka menyuruh orang lain berperang dan mati demi mereka.”

2004 : Direktur Nasional dari ADL, Abraham Foxman, menerbitkan sebuah buku berjudul “Never Again? The Threat of the New Anti-Semitism,” yang mana dia mengatakan bahwa Perjajian Baru “berbohong” bahwa orang Farisi bertanggungjawab atas kematian Yesus Kristus, dan karena itu buku itu merupakan buku anti-Semit. Alkitab adalah “buku yang menciptakan kebencian,” jadi perlu disensor ataupun dilarang.

2005 : Tanggal 20 Januari, saat menyampaikan pidato pengangkatannya, Presiden Bush berkata:

“Saat nenek moyang kita menyatakan sebuah Tatanan Dunia Baru…,” Ini tidak benar. Nenek moyang Amerika tidak pernah menyatakan “Tatanan Dunia Baru (New World Order / One World Government), yang melakukannya adalah Roosevelt tahun 1933, saat dia memerintahkan uang dolar Amerika untuk dicap “Novus Ordo Seclorum.”

Saat ini tinggal 5 negara di dunia yang bank sentralnya tidak dalam pengaruh Rothschild: Iran, Korea Utara, Sudan, Kuba, dan Libya.”

Profesor Fisika, Stephen E. Jones dari Universitas Brigham Young menerbitkan sebuah makalah yang membuktikan bahwa gedung WTC hanya mungkin diruntuhkan dengan bahan peledak dan bukan lewat kobaran api. Tidak ada media yang mau meliput penemuan dia. Tanggal 30 September, sebuah surat kabar di Denmark, Jyllands-Posten, menerbitkan 12 gambar kartun dari Nabi Muhammad. Kartun-kartun ini kemudian dicetak di lebih dari 50 negara lainnya dan memicu kemarahan dari komunitas Muslim. Ini persis adalah alasan mengapa gambar-gambar dicetak. Ingat, pemenang dari perselisihan antara komunitas Muslim dan bangsa Barat (Kristiani) bukanlah salah satu dari mereka, melainkan orang Yahudi Zionis. Siapa editor dari Jyllands-Posten? Flemming Rose, seorang Yahudi.

2006 : The Edmond De Rothschild Banque, cabang dari grup perbankan Edmond De Rothschild Eropa di Perancis, menjadi perusahaan perbankan keluarga pertama yang mendapatkan persetujuan dari Komisi Regulator Perbankan Cina untuk memasuki pasar finansial Cina. ADL mulai menekan paksa berbagai pemerintahan di dunia untuk meluluskan legislasi kejahatan atas kebencian, terutama terhadap etnis minoritas (Yahudi). Mereka mulai ketakutan karena kriminalitas kabalis mereka semakin sering diekspos di internet. Pekerjaan mereka adalah melindungi jaringan kriminal ini dan cara terbaik untuk mencapai tujuan ini adalah meluluskan hukum bahwa siapapun yang mengekspos kriminalitas Yahudi akan dituntut sebagai kriminal. Pada saat yang bersamaan, mereka mempraktekkan hal yang berkebalikan dari apa yang mereka tekankan kepada orang lain:

-Israel hanya mengizinkan keturunan Yahudi untuk beremigrasi ke Israel dan memberikan insentif finansial kepada orang-orang tersebut.
-Hukum di Israel melarang perkawinan antara orang Yahudi dengan orang non-Yahudi.
-Israel melarang orang non-Yahudi untuk memiliki properti di negaranya,
dan yang paling menarik…

-Israel melarang orang non-Yahudi untuk memiliki  bisnis media di negaranya, sekalipun mereka adalah penguasa media di negara-negara lainnya.

David Irving dijatuhi hukuman 3 tahun penjara di Austria karena menyangkal adanya holocaust. Penting untuk Anda ketahui bahwa satu-satunya peristiwa sejarah yang bisa membuat Anda ditangkap hanya karena mempertanyakannya adalah holocaust. Ini terjadi karena inilah senjata terhebat Rothschild untuk mencuci otak ANDA, ORANG GOYIM YANG BODOH!

Bahwa Yahudi adalah kelompok yang selalu ditindas, padahal kenyataannya mereka mengontrol mayoritas dari korporasi finansial internasional di seluruh dunia.

Mengenal Konspirasi Yahudi (part6)

1948 : Rothschild menyuap Harry Truman (Presiden ke-33 Amerika) untuk mengakui Israel sebagai negara berdaulat dengan memberikan $2 juta kepadanya sebagai dana kampanye. Setengah jam setelah Israel menyatakan diri sebagai negara berdaulat, Amerika menjadi negara pertama di dunia yang menyatakan pengakuan atas keberadaan Israel.

Bendera Israel diperkenalkan. Dia adalah Heksagram Rothschild dengan warna biru. Hal ini membuat marah banyak orang Yahudi yang  menyadari bahwa tanda heksagram ini sebenarnya merupakan simbol misterius zaman kuno, Moloch, yang digambarkan sebagai Iblis yang tidak bersedia berkorban.  Heksagram ini juga merepresentasikan Saturn, sebutan lain dari Setan. Tetapi begitulah, karena Rothschild menginginkannya, maka dia menjadi bendera dari Israel. Dua garis biru di bendera Israel adalah simbol dari sungai Nil dan Eufrat. Dengan demikian ambisi teritorial dari Israel meliputi: Irak, Syria, Yordan, Lebanon, dan sebagian dari Arab Saudi. Saat PBB mentransfer Palestina menjadi Negara Yahudi tanggal 15 Mei, Israel melancarkan serangan militer kepada orang Arab dan mengatakan kepada mereka, bila mereka tidak segera melarikan diri, mereka akan dibunuh. 800ribu orang Arab pergi dalam panik, mereka mencoba meminta bantuan dari negara-negara Arab lainnya, tetapi tidak ada yang membantu karena saat itu tidak ada yang bisa menandingi persenjataan Israel yang disuplai oleh regim Stalin di Rusia. Kemudian Israel menguasai 78% tanah dari Palestina, lebih dari 57% seperti yang diberikan secara ilegal oleh PBB.

1949 : Pada 1 Oktober, Mao Tse Tsung  menyatakan kemerdekaan Republik Rakyat Cina di lapangan Tiananmen, Beijing. Dia dibiayai oleh
Komunis Rusia dengan dana dari Rothschild dan juga beberapa agen Rotschild lainnya yaitu:
Solomon Adler, mantan pejabat Keuangan Amerika yang menjadi mata-mata di Rusia; Israel Epstein, anak dari seorang Yahudi Bolshevik yang dipenjarakan oleh Tsar di masa revolusi; dan Frank Coe, salah seorang pimpinan di IMF milik Rothschild.

1950 : Israel mengeluarkan peraturan tentang kepulangan pengungsi, menjamin bahwa setiap orang Yahudi di dunia memiliki hak untuk menetap di Israel, namun para warga Palestina yang nenek moyangnya sudah tinggal di sana sejak 1300 tahun yang lalu, tidak memiliki hak tersebut.

1951 : Badan Inteligen Israel “Mossad” didirikan. Motto dari Mossad mungkin adalah slogan paling  memuakkan yang ada di dunia:

“By Way of Deception, Thou Shalt Do War” (Dengan Cara Menipu, Engkau Seharusnya Berperang)

1955 : Edmond de Rothschild mendirikan Compagnie Financiere, di Paris.

1957 : Maurice de Rothscild meninggal di Paris.

1962 : de Rothchild Freres mendirikan Imetal sebagai perusahaan induk dari bisnis pertambangan mineral mereka.

Dalam bukunya “The Rothschilds,” Frederic Morton mengatakan,

“Walaupun mereka mengontrol industri, perdagangan, pertambangan, dari korporasi turisme, tidak dari perusahaan itu yang menggunakan nama Rothschild. Sebagai perusahaan pribadi, keluarga ini tidak perlu, dan tidak akan, menerbitkan laporan keuangan apapun.” Tujuan dari Rothschild adalah mengeliminasi semua kompetisi dan menciptakan monopoli global mereka sendiri.

1963 : Kurang dari enam bulan setelah menandatangani Executive Order 11110, yang mengembalikan hak mencetak uang Amerika kepada Konggres dan tidak lagi lewat Federal Reserve yang dimiliki Rothschild, Presiden John F.
Kennedy mati ditembak. Kemungkinan penyebab lainnya dari kematian Kennedy adalah karena dia menyatakan secara tegas kepada Perdana Menteri Israel, David Ben-Gurion, bahwa dalam keadaan apapun juga dia tidak akan menyetujui Israel menjadi negara
nuklir.
Edmond de Rothschild mendirikan La Compagnie Financiere Edmond de Rothschild (LCF), di Swiss sebagai perusahaan modal ventura. Perusahaan ini kemudian berkembang menjadi bank investasi dan manajemen asset yang memiliki banyak cabang. Dia juga menikahi Nadine dan memiliki seorang anak, Benjamin de Rothschild.

1965 : Israel mendapatkan uranium dari NUMEC (Nuclear Materials and Equipment Corporation)

1970 : Perdana Menteri Inggris Edward Heath menjadikan Lord Victor Rothschild sebagai kepala unit kepolisian Inggris. Pada masa ini Inggris menjadi anggota European Community.

1973 : Dalam bukunya, None Dare Call It Conspiracy, Gary Allen mengatakan,

“Satu alasan utama mengapa buku-buku sejarah tidak membahas peranan dari bankir internasional dalam sejarah politik adalah karena Rothschild adalah orang Yahudi. Kaum Yahudi menggunakan organisasi Anti-Defamation Leaque (ADL) sebagai instrumen untuk meyakinkan semua orang bahwa bila
orang membicarakan Rothschild dan kawan-kawannya maka dia menyerang orang Yahudi. Mereka juga menjadikan topik tersebut sebagai subjek yang tabu untuk dibicarakan di  Universitas. Setiap individu ataupun buku yang membahas masalah ini akan segera diserang oleh ratusan komunitas ADL di seluruh negeri ini.
Sesungguhnya, tidak ada orang yang lebih berhak lagi untuk marah kepada Rothschild selain orang Yahudi…, Rothschild-lah yang membiayai Nazi untuk membantai mereka.”

George J. Laurer, seorang karyawan Rothschild di IBM, menciptakan UPC (Universal Product Code) barcode yang melekat pada semua barang yang dijual di seluruh dunia yang memiliki angka 666.

Kitab Wahyu Bab 13 ayat 17 – 18:

“dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini adalah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.”

Keseluruhan tujuan Setan dari Rothschild sedang dijalankan di dunia, semua  barang yang dibeli dan dijual menggunakan tanda dari binatang itu, 666.

1976 : Seorang Yahudi Ashkenazi, Harold Rosenthal, ajudan dari Yahudi Ashkenazi lainnya, Senator Jacob Javits, mengatakan:

“Kebanyakan orang Yahudi tidak ingin mengakuinya, tetapi tuhan kita adalah Lucifer.”

1980 : Fenomena global privatisasi dimulai. Dinasti Rothschild ada di baliknya sejak awal untuk mengambil alih kontrol atas semua aset publik di seluruh dunia.

1981 : Banque Rothschild di nasionalisasikan oleh pemerintah Perancis. Rothschild kemudian mendirikan bank baru Rothschild & Cie Banque (RCB) sebagai pengganti bank sebelumnya dan menjadi salah satu perusahaan investasi di Perancis.

1985 : Eustace Mullins mempublikasikan “Siapa pemilik Jaringan Televisi,” yang mana dia mengungkapkan bahwa Rothschild mengontrol ketiga jaringan terbesar TV Amerika: NBC, CBS, dan ABC.

N.M. Rothschild & Sons menasehati pemerintah Inggris untuk memprivatisasikan British Gas. Mereka kemudian juga membujuk Inggris melego semua aset-aset negaranya: baja, batu bara, perusahaan pembangkit listrik, dan juga air bersih.

1987 : Edmond de Rothschild mendirikan World Conservation Bank yang dirancang untuk mentransfer hutang dari negara dunia ketiga (miskin) ke bank tersebut dan sebagai gantinya negara dunia ketiga akan memberikan tanah mereka kepada bank tersebut. Ini dimaksudkan  agar Rothschild bisa mengontrol negara dunia ketiga yang memiliki 30% luas tanah di bumi.

1988 : ADL menyelenggarakan kompetisi nasional bagi mahasiswa hukum untuk merancang draf anti-kebencian terhadap kelompok minoritas. Pemenangnya seorang pemuda bernama Joseph  Ribakoff, di mengatakan bahwa bukan hanya kekerasan yang dimotivasi kebencian harus dilarang, tetapi semua kata-kata yang membangkitkan kecurigaan, perpecahan, kebencian, dan kemungkinan kekerasan, juga harus dianggap sebagai kriminal. Pemenang hadiah ADL ini menyarankan pemerintah untuk memonitor dan melarang kebebasan berbicara, dan melakukan sensor terhadap semua film yang mengkritik kelompok tertentu. ADL berhasil memaksakan peraturan-peraturan ini untuk dipraktekkan di seluruh dunia 15 tahun kemudian. Peraturan ini didisain untuk melindungi konspirasi Rothschild. Bila Anda mengkritik Rothschild sebagai kriminal kabalist, Anda akan dijadikan target anti-Semit.

1989 : Beberapa negara di Eropa Timur, atas pengaruh dari Glasnost dan Perestroika, menjadi lebih terbuka dan mulai menuntut kebebasan dari pemerintahan Komunis menjadi Republik. Di Rusia dan sejumlah negara Eropa Timur, komunisme mulai tumbang dan digantikan dengan Republik.
Di Rusia, Boris Yeltsin (istrinya adalah putri dari  Joseph Stalin) dan pemerintahan Republiknya mengambil langkah mengakhiri Komunisme dan menyita semua properti mereka. Ini adalah simbol jatuhnya komunisme di Rusia, dan menyebabkan gelombang eksodus sebanyak 700.000 orang Yahudi menuju Israel.

1991 : Perang Teluk dimulai. Amerika dan Inggris kembali terlibat dalam perang. Tidak kurang dari 150.000 tentara Irak mati dalam perang tersebut.

1992 : Bulan Maret, mantan Gubernur Federal Reserve Paul Volker menjadi Komisaris perusahaan perbankan Eropa: J. Rothschild, Wolfensohn and Co. Tanggal 16 September mata uang Inggris Poundsterling jatuh oleh aksi spekulasi yang dipimpin agen Rothschild, seorang Yahudi Ashkenazi, George Soros. Soros meminjam pound dan kemudian membeli Deutsche Marks, dengan harapan akan mengembalikan pound ketika mata uang mereka didevaluasi dan mendapatkan selisihnya sebagai keuntungannya. Dalam satu hari itu, Soros untung 1 milyar dolar!
Kanselor Inggris, Norman Lamont, mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 5% dan membawa Inggris menuju resesi selama beberapa tahun ke depan. Rothschild yang menyuruh Inggris memprivatisasikan aset-aset negaranya sepanjang 1980-an, menyebabkan harga saham melambung, dan kemudian memprakarsai kejatuhan poundsterling untuk memborong saham-saham tersebut dengan harga murah. Ini adalah fotokopi dari apa yang dilakukan Nathan Mayer Rothschild untuk mengambil alih perekonomian Inggris 180 tahun yang lalu.

Perlu Anda ketahui, Norman Lamont adalah salah satu pimpinan N.M. Rothschild and Sons sebelum diangkat sebagai Kanselor Inggris.

1993 : Norman Lamont meninggalkan jabatannya di pemerintah Inggris dan kembali ke N.M. Rothschild & Sons sebagai Direktur, setelah misinya untuk menjatuhkan perekonomian Inggris berhasil.

1995 : Mantan ilmuan energi atom, Dr Kitty Little mengklaim bahwa Rothschild mengontrol 80% suplai uranium dunia yang membuat mereka sebagai pemegang monopoli atas nuklir.

1996 : Dalam wawancara di acara 60 Minutes, Duta Besar PBB Amerika, Madeleine Albright, seorang Yahudi Ashkenazi, yang ditanya mengenai sanksi ekonomi Amerika terhadap Irak yang menyebabkan kematian setengah juta balita berkata,

“Ini adalah pilihan yang sulit, tetapi harganya, menurut kami, setara.”

8 bulan kemudian, Presiden Clinton mengangkat Albright sebagai Menteri Luar Negeri.

1997 : Kofi Annan menjadi Sekretaris Jenderal  PBB. Istrinya, Nane Lagergren, adalah keturunan dari Rothschild.

1998 : Bank Sentral Eropa didirikan di Frankfurt, kota kelahiran Rothschild.

Mengenal Konspirasi Yahudi (part4)

1891 : Pimpinan Partai Buruh Inggris membuat pernyataan berikut mengenai Rothschild,

“Penyedot darah ini adalah penyebab berbagai penderitaan di Eropa selama abad ini, dan  mengumpulkan kekayaan yang amat besar lewat rekayasa perang antar negara yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Setiap kali ada keributan di Eropa, rumor bahwa akan terjadi perang akan membawa kecemasan dan ketakutan kepada warga, Anda bisa yakin bahwa Rothschild selalu ada di baliknya.”

Komentar semacam ini membuat gusar keluarga Rothschild dan di akhir abad ini mereka membeli agensi berita Reuters untuk mengendalikan media.

1895 : Edmond James de Rothschild mengunjungi Palestina dan kemudian menyediakan anggaran  untuk membentuk negara Yahudi pertama, ini adalah untuk memenuhi tujuan jangka panjang untuk mendirikan sebuah negara sendiri oleh Rothschild.

1897 : Rothschild memprakarsai Konggres Zionist untuk mempromosikan Zionisme (sebuah pergerakan politik untuk memindahkan semua orang Yahudi ke sebuah negara Yahudi) dan mempersiapkan acara tersebut di Munich, Jerman. Namun karena penolakan oleh orang Yahudi Jerman lokal yang merasa bahagia di sana, pertemuan ini dipindahkan ke Basle, Swiss, dan berlangsung tanggal 29 Agustus. Pertemuan itu diketuai oleh seorang Yahudi Ashkenazi, Theodor Herzl, dan dia berkata:

“Sangat esensial bahwa penderitaan orang Yahudi… harus diperburuk… Ini akan membantu realisasi dari rencana kita… Saya memiliki sebuah rencana yang bagus… Saya akan memulai kampanye anti-Semit untuk menyita kekayaan orang Yahudi… para pengikut anti-Semit akan membantu kita dengan menyiksa dan menekan orang Yahudi. Para anti-Semit akan menjadi teman terbaik kita.”

Herzl kemudian diangkat sebagai Presiden dari organisasi Zionist yang menggunakan tanda Heksagram dari Rothschild sebagai bendera Zionist yang 51 tahun kemudian menjadi bendera dari Israel. Edward Henry Harriman menjadi Direktur dari Union Pasific Railroad dan kemudian mengambil alih Southern Pacific Railroad. Semuanya dibiayai dengan dana dari Rothschild.

1899 : Ditemukan cadangan emas dan diamond yang sangat besar di Afrika Selatan. Melalui agennya, Lord Alfred Milner dan Cecil Rhodes, Rothschild mengirim 400.000 pasukan Inggris untuk berperang di Afsel. Rothschild kemudian menjadi pemilik pertambangan emas dan diamond terbesar di dunia.

1902 : Philippe de Rothschild lahir.

1905 : Sekelompok Yahudi Zionist yang dipimpin Georgi Apollonovich Gapon mencoba menggulingkan Tsar Rusia lewat kudeta komunis. Mereka gagal dan terpaksa melarikan diri ke Jerman.

1906 : Rothschild mengklaim bahwa karena ketidakstabilan regional dan meningkatnya kompetisi dari Rockefeller (keluarga Rockefeller  adalah keturunan Rothschild lewat darah anak perempuannya), mereka menjual saham Caspian and Black Sea Petroleum Company kepada Royal Dutch dan Shell. Ini adalah
contoh bagaimana cara Rothschild menyembunyikan kekayaan sebenarnya dari mereka.

1907 : Rothschild, Jacob Schiff, dalam sebuah pidatonya kepada Departemen Perdagangan New York, berkata, atau lebih tepatnya, mengancam:

“Kecuali kami mendapatkan hak pendirian Bank Sentral dengan kendali kredit yang kuat, bila tidak negara ini akan menjalani penderitaan dan kepanikan finansial terbesar dalam sejarahnya.”

1909 : Jacob Schiff mendirikan National Advancement for the Asscociation of the Coloured People (NAACP). Mereka menghasut orang kulit hitam untuk melakukan kerusuhan dan kejahatan lainnya untuk menciptakan pertengkaran antara komunitas orang kulit putih dan hitam.

1912 : Pada 31 Maret, J.P. Morgan meninggal dunia. Kebanyakan orang mengira dia adalah orang terkaya di Amerika, tetapi di wasiatnya terungkap bahwa ternyata dia hanya memiliki 19% saham dari J.P. Morgan Company. 81% yang tersisa? Rothschild.

1913 : Pada 4 Maret, Woodrow Wilson terpilih menjadi Presiden ke-28 Amerika Serikat. Tak lama kemudian, dia dikunjungi oleh seorang Yahudi Ashkenazi, Samuel Untermyer, dari sebuah firma hukum: Guggenheim, Untermyer, and Marshall, yang memeras dia $40.000 untuk membocorkan rahasia perselingkuhannya dengan istri rekan dia saat dia masih seorang Profesor di Universitas Princeton. Woodrow Wilson tidak ada uang untuk membayar, jadi Untermyer secara sukarela membayarkan $40.000 ini kepada wanita selingkuhannya namun dengan syarat dia akan menunjuk kandidat Jaksa Agung hanya berdasarkan rekomendasinya. Woodrow Wilson setuju.

ADL1
Jacob Schiff mendirikan Anti Defamation League (ADL) di Amerika. Organisasi ini didirikan dengan tujuan memfitnah setiap orang yang mempertanyakan ataupun menantang konspirasi  global Rothschild dengan menyebut mereka “anti-Semit.” Pada tahun yang sama, bank sentral Amerika, Federal Reserve, yang merupakan sebuah perusahaan swasta, didirikan.

1914 : Dimulainya Perang Dunia I. Rothschild Jerman membiayai Jerman, Rothschild Inggris membiayai Inggris, dan Rothschild Perancis membiayai Perancis. Keluarga Rothschild juga mengontrol tiga agensi berita terbesar di Eropa: Wolff di Jerman, Reuters  di Inggris, dan Havas di Perancis. Sejak saat itu keluarga Rothschild jarang diekspos di media, karena mereka sekarang adalah pemilik dari media.

1916 : Pada 4 Juni, seorang Yahudi Ashkenazi, Louis Dembitz Brandeis diangkat sebagai Ketua Kejaksaan Amerika oleh Woodrow Wilson, yang bekerja atas instruksi dari Untermyer. Brandeis juga adalah pimpinan Komite Eksekutif dari
Zionist, posisi yang dia pegang sejak 1914. Sebuah kejadian tak terduga terjadi. Pemerintahan Jerman, yang
sebenarnya sedang di atas angin dalam perang, menawarkan gencatan senjata kepada Inggris. Rothschild mulai cemas karena mereka tidak berharap perang berakhir sedemikian cepat, memulai rencana lain mereka. Agen Rothschild di Amerika, Louis Brandeis berjanji kepada Inggris bahwa Amerika akan melibatkan diri dalam perang, dengan catatan Inggris memberikan tanah mereka di Palestina kepada Rothschild. Media Amerika yang sebelumnya cenderung pro Jerman mulai berbalik arah. Mereka mulai melaporkan : tentara Jerman membunuh perawat palang merah, tentara Jerman memotong tangan bayi-bayi, dan propaganda-propaganda lainnya untuk memanipulasi kebencian terhadap Jerman. Pada 12 Desember, Jerman
dan sekutunya menawarkan peryaratan perdamaian untuk mengakhiri perang.

1917 : Zionist Rothschild yang sebelumnya telah berjanji kepada Inggris, untuk melibatkan Amerika dalam perang, memutuskan bahwa mereka ingin pernyataan tertulis dari Inggris sebagai jaminan bahwa mereka akan menepati janjinya. Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur James Balfour kemudian menuliskan surat yang dikenal sebagai “Deklarasi Balfour” yang isinya adalah Inggris akan memberikan tanah Palestina kepada Rothschild. Rothschild memerintahkan eksekusi melalui Bolsheviks yang mereka kontrol, Tsar Nicholas II dan seluruh keluarganya dibunuh di Rusia, walaupun Tsar saat itu sudah turun tahta pada 2 Maret. Ini adalah untuk mengendalikan sepenuhnya Rusia dan juga sebagai balas dendam kepada Tsar Alexander I yang membantu Lincoln tahun 1864. Sumpah dari Nathan Rothschild dipenuhi oleh keturunannya. Seluruh dunia mendapatkan peringatan apa akibat dari melawan Rothschild.

1919 : Bulan Januari, Karl Liebknecht dan Rosa Luxemburg, dua-duanya Yahudi Ashkenazi, mati saat mencoba melakukan kudeta komunis atas instruksi Rothschild, kali ini di Berlin, Jerman. Konferensi Versailles diselenggarakan untuk menentukan berapa reparasi yang harus dibayar Jerman kepada pemenang Perang Dunia I. Sebuah delegasi berisi 117 Zionist yang dipimpin Bernard Baruch, mengungkit janji tanah Palestina kepada mereka. Saat itulah Jerman menyadari mengapa Amerika melawan mereka dan siapa yang ada di balik semuanya, Rothschild. Jerman, secara alami merasa dikhianati oleh Zionist. Selama ini, Jerman adalah negara yang paling bersahabat dengan orang Yahudi. Di Jerman orang Yahudi dijamin dalam hukum akan mendapatkan semua hak sipil sama seperti orang Jerman. Di samping itu, Jerman adalah satu-satunya negara di Eropa yang tidak membuat restriksi kepada kaum Yahudi, bahkan memberikan mereka tempat mengungsi bagi mereka saat kudeta mereka terhadap Tsar Rusia gagal tahun 1905. Rothschild, yang mengorbankan jutaan nyawa orang tak bersalah, mendapatkan Palestina sebagai rumah bagi orang Yahudi. Walaupun serah terima sudah dilakukan, tetapi tempat tersebut masih atas kontrol Inggris, tetapi jangan lupa Rothschild yang mengontrol Inggris. Saat itu kurang dari 1% populasi Palestina adalah orang Yahudi. Menariknya, tuan rumah dari Konferensi Versailles adalah sang majikan, Baron Edmond de Rothschild. Konferensi Versailles juga menjadi ajang bagi Rothschild untuk mendirikan sebuah Pemerintahan Dunia untuk mengakhiri semua perang (yang mereka ciptakan). Mereka menyebutnya “Liga Bangsa-Bangsa.” Karena tidak cukup negara yang menerima gagasan ini maka rencana ini terhalangi.

Pada 29 Maret harian The Times di London melaporkan tentang Bolsheviks di Rusia,

“Salah satu hal aneh tentang pergerakan Bolshevist adalah besarnya anggota non Rusia di dalamnya. Dari 20 atau 30 komisaris, lebih dari ¾ adalah orang Yahudi.”

Dilaporkan bahwa Rothschild sangat marah kepada Rusia karena tidak diizinkan untuk mendirikan sebuah bank sentral di negara mereka. Karena itu Rothschild mengumpulkan sekelompok orang Yahudi untuk memata-matai Rusia dan memprovokasi revolusi atas dalih memperjuangkan kepentingan orang banyak, yang sebenarnya adalah usaha mengambil alih Rusia oleh elit Setan yang dikendalikan Rothschild. Para mata-mata, yang menggunakan tradisi kuno Ashkenazi, menggunakan nama-nama Rusia. Sebagai contoh, Trotsky nama aslinya adalah Bronstein. Kelompok ini dikirim ke berbagai tempat untuk memicu kerusuhan dan pemberontakan.

Edisi Internasional Jewish Post, pada 24 Januari 1991 mengkonfirmasi bahwa Vladimir Lenin adalah orang Yahudi, nama aslinya adalah Vladimir Ilyich Ulyanov. Lenin juga dikutip pernah mengatakan,

“Pendirian sebuah bank sentral adalah 90% dari usaha mengkomuniskan sebuah negara.”

Orang-orang Yahudi ini, para Bolsheviks yang dibiayai Rothschild
tercatat dalam sejarah sebagai pembunuh 60 juta orang Kristiani dan orang-orang non-Yahudi di Soviet.

N.M. Rothschild & Sons mendapatkan peran permanen untuk menentukan harga harian emas dunia. Ini dilakukan di kantor mereka di City of London, setiap hari pada jam 11, yang dilakukan di tempat yang sama sampai tahun 2004.

1920 : Winston Churchill (Ibunya adalah orang Yahudi, artinya dia adalah orang Yahudi menurut hukum Ashkenazi) menuliskan hal berikut di artikel Illustrated Sunday Herald,

“Sejak pimpinan Illuminati Weishaupt, sampai ke Karl Marx, dan ke Trotsky, konspirasi dunia ini sudah berkembang dengan mantap. Sekarang akhirnya orang-orang luar biasa ini berhasil menggengam rambut dari setiap kepala orang Rusia dan menjadi tuan di kekaisaran yang luar biasa tersebut.”