Di Awal November Penghujan,
Dimana susunan kata berhamburan.....
Berjuta elegi mencuat hiasi senja,
Menamai syair mereka dengan estetika realita.....
November Penghujan datang,
Merayu imaji untuk menari dan tertuang.....
November Penghujan datang,
Dimana ada suka cita yg terbentang.....
November Penghujan datang,
Sirami hari yg menantang dari kering yg membentang.....
November Penghujan datang,
Masih tersisa duka di daratan yg tergenang.....
Ia tak sendiri,
Kadang bersama angin yg disebut badai,
Seringkali bersama Guntur yg menggema dalam derai.....
Semburat jejak Guntur di bentang langit yg kusam,
Menghentak tepat menyentuh hati yg padam,
Apa yg di tinggalkan oleh petir yg menghujam....?
Apa....?
November Penghujan berujar,
Hidup tak selamanya datar.....
November Penghujan bersenandung,
Bahwa hari gelap tak boleh membuat kita murung.....
November Penghujan berpesan,
Bahwa hidup butuh pengorbanan.....
November Penghujan berkata,
Bahwa segeralah Impianmu tercipta.....
Pacu langkahmu,
Seperti kala kau rambah belantara dalam badai yg menguji.....
Gerakkan Tubuhmu,
Seperti saat gelap dan dingin menghujam di persendianmu.....
November Penghujan sisakan Harapan,
November Penghujan berikan Pelajaran.....
Pemuda dalam Bingkai Dunia adalah ujung tombak perubahan dan pergerakkan. Bukan dengan membanggakan status aktivis, akademis dan borjuis, tapi lebih menerapkan prinsip Sosialis yang berjuang mencapai cita-cita Revolusionis.
Sabtu, 13 Desember 2014
November Penghujan
Saya seorang pelajar Sejarah peradaban, meski tidak menjadi seorang Mahasiswa di Fakultas. Saya pernah beberapa kali di anggap sebagai seorang Sarjana karena luasnya Pengetahuan dan Kecerdasan saya dalam berdialog.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar