Kelopak mata mengendur,
Pandangan pun mengabur...
Namun suasana hati ku tak teratur,
Gelisah mengoyak tubuhku yg terbujur...
Keheningan seolah jadi cadur,
Antara aku dan segenap keresahan yg melacur...
Ku pejamkan mataku sejenak,
Cari sebabnya gundah yg terselubung dalam benak...
Tentang hari esok yg tak tertebak,
Bahwa keadaan takkan bisa untuk di elak...
Ku ingin menangis sendu,
Namun ada angin yg mengusik nada syahdu...
Sedih masih menggelayut di pelupuk mata,
Aku seolah kehilangan akal untuk berkata...
Tak ku kenali rasa yg bertengger dalam dada,
Kecuali kecewa, sesal dan rasa hina...
Aku berhenti berkata,
Semenjak beberapa menit yg bernada...
Nada jarum jam yg seolah menyeru telinga,
Untuk mendengar sesuatu yg tak bersuara...
Sunyi,
Hening dan sepi...
Aku menepi dan rebah di lantai yg selalu ku tiduri,
Masih dengan rasa yg tak menentu dalam qolbi...
Tak mampu mengundang lirih,
Juga tak mampu ku berdiam diri...
Ku sambangi pagi ini,
Menahan diri,
Bersama sepi,
Nikmati kopi tuk pecahkan imaji...
Pergilah wahai resah hati...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar