Jumat, 15 Januari 2016

Kenapa harus saling menyalahkan..??

Awalnya Saya memilih untuk bungkam dan tak menanggapi apapun mengenai berita TerorisGakLaku di Jakarta kemarin. Padahal saya berada di jakarta dan sempat mendengar berbagai suara Shirine yg bercampur-campur (Polisi, Densus 88, Ambulance, dll).

Saya memilih untuk menemukan sesuatu yg tak di dapati oleh beberapa teman yg share tautan dan tanggapan mengenai hastage, isu pengalihan dan blaa... blaaaa... blaaa...

Hanya beberapa pengamatan dari Bang Denny Siregar, Ismail Amin dan beberapa teman lainnya yg sempat mencuri perhatian saya.

Tapi... Saya menemukan bahwa belakangan ini jumlah tautan beraroma politik yg di share itu mengalami peningkatan. Bahkan hingga terjadi kasus di Sarinah, menunjukkan peningkatan respon dari masyarakat yang luar biasa (melebihi berita Inthifada Palestina, Teror bom di beberapa negara dll).

Ini menunjukkan bahwa kepedulian pengguna SosMed di Indonesia terhadap berita dan tragedi yg terjadi di Indonesia mengalami peningkatan. Perhatian dan keingintahuan seolah mulai menggerakkan jemari mereka untuk menggeser layar elektrika untuk membaca dan memahami apa yg tengah terjadi.

Minat baca meningkat, pesanan buku juga pesat. hehehe... Maaf saya bukan pedagang buku, tapi cukup senang dgn kejadian ini.

Terlepas dari apa yg di bahas oleh para pengguna SosMed, baik mengenai Pengalihan Isu, Perdebatan Hastage yg mempengaruhi nilai tukar mata uang, masyarakat yg sibuk selfie di lokasi, dll.

Kita Patut berbangga dengan fenomena ini, respon yang saya rasa cukup luar biasa. Menunjukan bahwa mulai berkembangnya perhatian dan kesadaran Rakyat mengenai berita atau tragedi dan peristiwa yg terjadi di Indonesia terutama di Ibu Kota.

Perhatian dan Kesadaran Sosialis dan Nasionalis mulai bangkit dan berkembang, itu tandanya kualitas pemikiran masyarakat semakin meningkat. Di tambah dengan minat baca yg juga ikut meningkat...?

Kedepannya bisa jadi jiwa-jiwa Patriotisme seperti Security dan Abang #GoJek di kejadian kemarin akan semakin banyak tumbuh dan bermekaran. Atau jiwa pantang mundur dan pantang gentar Bang Jamal si Tukang Sate akan tertanam dalam benak masyarakat Indonesia. Asal jgn semakin banyak Polisi Ganteng aja, supaya saya sendiri gak kalah saing.. hehehe

Saya memilih untuk tidak menyalahakan siapapun, begitu juga tidak menyalahkan bantal yg membuat urat di punggung saya terasa terjepit pagi tadi hingga siang ini.

Salam Maaf Penuh Doa...~~ Duka dan Cinta untuk Korban Bom di Sarinah... Berdoa menurut keyakinan masing-masing...

#BeStrongJakarta #BeSmartIndonesia #KamiTidakTakut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar