Kekhawatiran saya terhadap waktu, menuntun jemari ini untuk menyambung jejak pena yang lalu.
Sebagian dari kita mungkin terlalu lelah untuk berfikir, apalagi memikirkan suatu hal yg tabu bagi kita. Sesuatu yang baru dan tidak kita kenali secara mendalam. Sehingga menimbulkan perasaan enggan bahkan takut sehingga membuahkan sebuah ketidak nyamanan ketika mendengar, membicarakan atau memikirkannya.
Apapun itu ketika kita kehilangan Kenyamanan dalam menjalaninya, maka akan terjadi kegalauan dalam hati. Begitu pula dengan berfikir.
Memahami sesuatu dalam keadaan tidak nyaman, akan merangsang otak untuk terus menyematkan hal-hal negatif kepada sesuatu tersebut.
Contohnya, ketika kita merasa tidak nyaman ketika melihat darah. Ketidak-nyamanan hati merangsang otak untuk menolak pemandangan tersebut. Sehingga tubuh meresponnya dengan sebuah perasaan negatif yang memicu tubuh merasa lemas, mual bahkan hingga pingsan.
Begitu pula dalam memahami buah Pemikiran atau Ide atau gagasan seseorang. Ketika kita merasa tidak nyaman dengan apa yang disampaikan oranglain, hal itu akan membuat otak berfikir atau menafsirkan Ide oranglain dengan kontaminasi emosi. Sehingga mengakibatkan #GagalPaham terhadap apa yang di pahami dan coba di uraikan oleh oranglain tersebut.
Jadi hal pertama yang harus di siapkan ketika hendak berdiskusi atau menafsirkan sesuatu adalah kenyamanan. Begitu juga dalam melakukan hal lainnya, yang menjadi faktor utama adalah kenyamanan (siap menerima dan terbuka dengan situasi).
Mungkin masih ambigu bahkan absurd pembahasan ini, karena sebenarnya yang saya maksud dalam "Pengembara Pemikiran" adalah bagaimana menata akal kita untuk memahami sebuah pemikiran atau penafsiran yang berasal dari oranglain. Sehingga kita mampu mencapai maksud dari penjabaran orang tersebut. Atau paling tidak membuka cakrawala dan gaya berfikir baru melalui sudut pandang yang berbeda, yaitu sudut pandang si pemikir.
Selanjutnya kita akan mulai memasuki fase Mengenali sebab-sebab lahirnya sebuah Pemikiran (Ideologi) dari para Pemikirnya atau Pencetusnya. Yabg secara langsung akan berlanjut kepada Akibat (terciptanya Pemikiran) melalui Sedikit penjabaran mengenai Proses-prosesnya.
Salam Penuh Maaf dan Doa... ~~ GoSmartIndonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar