Tampilkan postingan dengan label Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Januari 2016

Duhh Politik...?! Baca yuk...!!

Sebagian dari kita mungkin akan nyinyir ketika mendengar kata "Politik" . Bahkan ada yang cenderung melengos (buang muka) karena merasa pusing hingga muak mendengarkan berbagai intrik Politik yang terjadi di Negeri ini. Tapi politik gak serumit itu sebenarnya. Karena Politik sebenarnya, hanyalah Karakter atau Gaya berpikir seseorang yang mempengaruhi dan berpengaruh terhadap kejiwaan orang-orang lain yang melihat, mendengar atau mengalaminya.

Dengan jumlah manusia (orang) yang saban hari bertambah (sekaligus berkurang), Gaya berpikir dan karakter intuisi pun semakin bertambah (beragam dan berkembang). Sehingga keragaman itu sendiri kadang mesti mengalami kontradiksi satu sama lain, walaupun gak semuanya berbenturan. Ada juga percampuran yang terjadi antara satu gaya pemikiran dengan hasil pemikiran yang lain, sehingga menghasilkan pemikiran yang lebih berkembang dan lebih luas lingkupannya. Terlepas tujuan dari penggunaan Pemikiran itu sendiri.

Manusia, hidup sudah berapa lama sih di bumi...? Kita semua pasti akan merujuk kepada kejadian di turunkannya Nabi Adam.as dan Istrinya ke bumi. Lantaran keduanya terhasut oleh "Politik Iblis" yang hendak menjerumuskan mereka berdua kedalam maksiat kepada Tuhan. Saya sebut itu sebagai "Politik Iblis" karena memang pelakunya adalah Iblis. Nggak tahu deh Iblis menyebut jalan pemikirannya itu apa..? Ada yang tahu...?

Nah, kita semua sejak kecil mungkin tanpa terkecuali. Sudah mengenyam atau mendengar cerita mengenai insiden tersebut dari orangtua-orangtua kita. Yang secara otomatis, otak yang super canggih ini (sambil nunjuk ke dalam kepala) merekam dan menerjemahkan bahasa kejadian (Ilham) tersebut kedalam berbagai penafsiran dan pemikiran. Sehingga melahirkan lagi pemikiran-pemikiran yang lebih luas, baru dan universal.

Maaf, bukan bermaksud merendahkan orang-orang yang suka nyinyir atau muak dengan kata Politik. Hanya berniat meluruskan kesalahpahaman (bahasa sosmednya : GagalPaham) kita selama ini mengenai Politik. Supaya kita tidak terlampau membenci atau sampai anti-Politik.

Sekedar masukan dan jadi bahan pembelajaran kita. Untuk terhindar dari jebakan atau hasutan semacam "Politik Iblis"  tersebut, kita harus mengenali dan memahami bagaimana proses dan jalan Pemikiran itu terlahir. Sehingga kita menemukan 3 hal yang kiranya dapat membantu kita untuk tidak terjerumus kedalam tujuan dari "Politik"  tersebut.

Pertama, mengenali penyebab terjadinya. Seperti persaingan (dalam berbagai bidang), kecenderungan terhadap sesuatu hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, usaha untuk meraih atau mencapai apa yang kita harapkan.

Kedua, mengenali Tujuannya. Dari sini kita bisa membedakan mana yang Politik Positif dan mana yang "Politik Iblis".

Ketiga, mengetahui cara atau proses terjadinya. Contohnya, cara Iblis menjerumuskan Adam. Yaitu lewat iming-iming sebuah keabadian dan kebahagian (sesaat), lewat dusta, fitnah, black-campagne, dll. Atau dalam kasus lain seperti yang di lakukan oleh para Revolusioneer untuk merebut kemerdekaan dan membangun Negerinya. Dengan cara-cara atau Pemikiran Politik yang lebih positif tentunya, walau tak menutup kemungkinan bisa saja menggunakan cara yang cenderung memaksakan dan bertentangan dengan nilai etika.

Kata Politik sendiri adalah bahasa serapan dari bahasa Yunani. Sementara dalam bahasa Arab disebut dengan "as-Siyyasah" atau Siasat yang mengarah kepada tujuan dan makna sosial. Sementara kepada makna tujuan ekonomi dan bisnis. Politik disebut dengan Muamalah.

Sepanjang sejarah, para Nabi, Rasul, para Filsuf, Cendikiawan, Negarawan dan lain-lain tak terkecuali Nabi Muhammad.Saw pun, memiliki Sistem Politik atau Kebijakan Politik. Yang di gunakan atau di lahirkan sesuai dengan kondisi zaman saat itu (penyebab), cita-cita yang di harapkan tercapai setelah itu (tujuan), dan proses yang berlandaskan pada cara berfikir masing-masing individu.

Jadi, masih mau membenci atau anti-Politik...??

Kita tidak di larang untuk berfikir menggunakan akal, kita hanya di minta untuk tidak melampaui batas dalam hal apapun. Cinta dan Benci, Senang dan sedih, juga bebagai hal dan perasaan lainnya ada dan kita semua pasti memilikinya. Hanya bagaiamana cara mengontrol dan menguasainya saja yang harus kita miliki. Tentunya agar kita tidak melampaui batas, dalam hal ini mengenai Politik atau Gaya Berpikir.

Salam Penuh Maaf dan Doa...!!

Jumat, 21 Agustus 2015

Gematria

Matematika Alam Semesta,
Rahasia Kuno Gematria

Alam semesta tidak dapat terbaca hingga kita mempelajari bahasa dan akrab dengan karakter yang tertulis. Hal ini ditulis dalam bahasa matematika alam semesta, simbol yang berbentuk segitiga, lingkaran dan bentuk geometri lainnya, yang berarti bahwa manusia tidak mungkin memahami 'satu kata'. (Galileo Galilei)

Gematria adalah seni menetapkan angka dalam surat untuk mengungkap makna yang lebih mendalam dan kata-kata lebih
signifikan. Gematria atau gimatria merupakan suatu sistem tradisi Yahudi untuk menghitungnilai huruf pada suatu kata atau frasa, kata-kata yang bernilai sama mempunyai hubungan tertentu satu sama lain. Gematria berasal dar kata Yunani 'Geometri'. Dalam sejarah seni Gematria telah digunakan sejak zaman kuno dan pengetahuan klasik ini sudah digunakan dalam penulisan kitab-kitab kuno. Seperti bangsa Yunani, Kabbalah, Hindi dan budaya lainnya diperkirakan telah menguasai seni Gematria.

Tanpa intuisi dan memahami simbolisme dan geometri pada alfabet serta angka yang menyertainya, sebuah penegasan bermakna mistik dibalik kitab kuno tentunya akan sulit dipahami. Membaca yang tersirat merupakan referensi langsung merujuk pada seni kuno Gematria, matematika alam semesta. Gematria merupakan seni ilmiah dimana
ketika seseorang mampu menguasainya, maka dia akan melihat jauh kedalam konstruksi mistis dan magis matematika alam semesta, dan alam semesta yang ada pada manusia itu sendiri.

Melalui penggabungan matematika dan bahasa, Gematria menenggelamkan satu 'kode' kedalam bahasa dan pikiran penciptanya. Bahasa primordial yang dibicarakan dalam Alkitab kuno sebelum jatuhnya Menara Babel, merupakan referensi yang merujuk pada bahasa yang telah dimiliki semua peradaban waktu itu. Bahasa yang secara bersamaan melampaui dan hampir semua dialek belum terjemahkan, ekspresi budaya, bahasa alam semesta pada dirinya berbicara, dan salah satu cara menguraikannya melalui kedua telapak tangan.

Telapak tangan adalah bahasa matematika alam semesta, tanpa pemahaman matematika dasar dan geometri yang kuat maka seseorang tidak mungkin dapat memahami alam semesta secara keseluruhan. Jika seseorang tahu tentang geometri dan matematika alam semesta, pada dasarnya dia mengerti tentang segala hal. Dalam penerjemahan karya Pythagoras disebutkan 'Semua merupakan angka '. Sudut, busur, rasio dan geometri ada di sekitar kita, disetiap sudut belahan dunia, disetiap bunga, disetiap pohon, setiap matahari terbit dan terbenam, setiap gelombang bersuara teriak dari mulut manusia dan setiap detak jam bekerja sesuai hukum, prinsip-prinsip dan esensi Angka.

Dari pikiran Pencipta didatangkan angka. Dari jumlah didatangkan geometri. Dari geometri didatangkan simbol. Dari simbol muncul surat dan surat itu berasal dari luar mulut manusia.

Jadi,... ceritakan lagi, atas Nama Siapa kita berbicara? (Claudia Pavonis)

Numerologi lebih dikenal dengan studi tentang makna gaib pada angka, yang merupakan ilmu pengetahuan seperti astrologi. Numerologi terletak di jantung Gematria, dan tanpa memahami numerologi tidak mungkin diartikan sebagai keindahan dan kesederhanaan matematika alam semesta. Matematika bukan hanya kuantitatif tetapi juga kualitatif, bilangan tidak dingin, tidak mati, kosmik terlihat seperti kacau tetapi bahasa dan darah kehidupan merupakan kekuatan kreatif dibalik penciptaan alam semesta .

Angka, seperti yang dipahami oleh orang Yunani dan Mesir merupakan prinsip kosmologis yang esensi-nya berfungsi keluar dan diungkapkan kepada manusia melalui material dunia. Bilangan terkandung di dalamnya merupakan pesan yang melekat, setiap angka memiliki cerita sendiri dan masing-masing cerita berkaitan dengan kemegahan penciptaan alam semesta. Tidak peduli seberapa banyak cerita itu, tidak peduli berapa banyak angka tak terbatas mengungkap matriks dari semua penciptaan material, semua bagian akhirnya akan mengarah kembali pada satu filosofis, bahwa matematika alam semesta 'Semua Adalah Satu'.

Numerologi menunjukkan kepada kita bahwa alam semesta jauh lebih sederhana, lebih ajaib, dan lebih pintar. Numerologi mengarahkan manusia kepada filosofi aksiologis, bahwa alam semesta dibangun menggunakan sepuluh prinsip-prinsip dasar. Sepuluh angka matematika alam semesta telah lama dianggap penyelesaian bagi nenek moyang kita dimulai dari sihir, membangun, menghancurkan, dan pengalaman spiritual yang kekal. Kesepuluh angka mengarah pada skala universal begitu besar dan kecil diteliti untuk direnungkan.

Angka 1 sampai 9 dan angka 0 merupakan kesucian yang membawa manusia kepada ilmu pengetahuan. Kesepuluh angka matematika alam semesta dapat membantu mengenali kebenaran universal pada penciptaan alam yang diekspresikan pada kedua tangan. Darimana bahasa berasal dan bagaimana hal itu berkembang , adalah pertanyaan yang mungkin tidak pernah menjawab.

Abjad Inggris (Alfabeth) berkembang dari abjad Latin yang pada gilirannya berubah di Ibrani (Aleph Beth) atau di Yunani (Alpha Beta). Dalam bahasa Arab (Alif Ba), di Syria (Alaf Beth) dan Kopti (Alpha Bida).

Sabtu, 13 Desember 2014

Gelisah Asyura ku

Bulir keringat membasahi keningku, baru saja berlalu gema adzan di balik memerahnya langit yg biru. Aroma Jahe, Sereh dan Pandan berpadu dalam rebusan kopi di dalam panci. Gemerincing gelas-gelas mendarat di meja-meja besar menyambut para tamu. Ku bersihkan wajahku, ku reguk teduhnya air wudhu. Mungkinkah aku berdiri dalam sholat sambil mengetik..?
Beriring kalam-kalam suci yg di baca dalam bisik, juga asma-asma agung yg bertahta dalam sunyi. Mataku meraba tiap lembar kitab yg berdebu, menghempasnya dengan nafasku yg menggebu.

Saat Syair-syair duka di lantunkan,
Ku harap kelembutan luntur dalam butiran. Menangislah mataku, aku ingin sekali menangis.....

Sesekali ku serap nuansa berbeda dalam getar tubuh yg bernada, ku pejamkan mataku dalam-dalam seraya meneriakkannya di dalam dada. Aku malu, ketika berhadapan dengan keramaian. Aku sungkan ketika harus mengakrabkan diri dalam obrolan. Ku tarik semburat logika yg masih berantakkan di kepala, Bayangku masih melambung jauh. Menerawangi jalan mana yg harus ku tempuh. Di saat seperti ini, selalu saja tergumam dalam nurani. "Andai saja ada Guruku saat ini..." aku butuh arahannya.
Aku butuh tuntunannya. Namun terlampau jauh aku meninggalkannya, bahkan begitu besar aku mengecewakannya. Aku tahu, Beliau tak pernah menutup pintunya. Begitupun untuk aku, aku yg masih lugu dengan langkah yg ambigu. Sekiranya ada beliau disini, mungkin aku bisa lebih tenang. Bahkan jauh lebih relaks dari ini, membaca syair dan doa yg di lantunkan dan di panjatkan.