Tampilkan postingan dengan label Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Allah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Februari 2016

Bersama dalam Rindu

Sepenggal kisah berjalan syahdu,
Beriring realita pilu dan semu...
Hidup penuh dengan anugerah rindu,
Mendamba Kekasih menuangkan madu...

Jejak langkah kadang ambigu,
Isyaratkan labilnya asa ku...
Secercah harapan pun menguak pintu,
Gerbang hati terhentak nampakkan seluruh cela ku...

Menangis bersama di malam utama itu,
Hadapi serentet noda dunia warnai baju...
Menggugah makna alunan rindu,
Merajut asa dengan tegas dan lembut yang saling berpadu...

Berdiriku di hadapan segenap kesadaran yang membara,
Membakar tiap alasan dari keterbatasan diri yang di penuhi dusta...
Menghunus dialektika yang selama ini menghadang jiwa,
Temui cela, dusta, dosa dan nestapa,
Pastikan hati tentang diri yang pantas meraih cita...

Senada ku rengkuh tangan Kekasih,
Mendekapnya erat dalam suci,
Biarkan aliran darah ku mendobrak ironi...
Butir-butir keringat mencuat bersama doa luapan hati,
Airmata pun mengalir dalam derasnya penyesalan terhadap diri...

Beranjak di mulut hari,
Berbenah hati dan mantapkan langkah diri,
Meraih Restu bersama dalam Ridho Sang Ilaahi...

Sabtu, 16 Januari 2016

Obrolan Malam Minggu [2]

Ridhwan: Kesetiaan itu berarti ketiadaan dualisme dalam niat.. dan satu dalam tujuan dan maksud..

Indah: Maksudnya..? Jangan pake bahasa filsafat.. Kurang ngerti..?

Ridhwan: kesetiaan itu berarti tidak adanya dua harapan dalam satu niat..
 Kesetiaan itu artinya tidak membagi-bagi..

Indah: Maaf nih agak bawa ke arah lain.. Misal soal poligami.. Apakah itu cinta yg terbagi..? atau bukan?

Ridhwan: tergantung.. di Iran.. Poligami itu hukumnya bagiku Mubah. Seorang Hujjatul-Islam akan kehilangan Status HI nya. Jika ia melakukan Poligami. Bahkan pernah seorang Menteri, karena kedapatan menikah lagi (poligami). Ia di panggil oleh Rahbar dan di copot jabatan Menterinya oleh Rahbar. Aku sendiri memandang Poligami adalah sesuatu hal yg Mubazir.. Tapi boleh di lakukan dalam keadaan2 tertentu. Itu menurutku..

Indah: Halal tapi mungkin akan sulit menjalani nya.. Karena harus adil.. Apa bisa dikatakan kalo poligami berarti tidak setia..?

Ridhwan: Nggak juga.. makanya tadi aku bilang, tergantung pada niat. Kalo niatnya beribadah, jgn mengharapkan sesuatu yg berlebihan. Contoh, mau poligami niatnya Ibadah. Tapi harapannya condong kepada wanita yg lebih cantik, lebih seksi dll. Dari isteri pertamanya.. itu namanya dualisme.. Dualisme dalam poligami artinya menginginkan hal yg lebih dari sesuatu (yg baru) dari sesuatu (yg lama). faham nggak..? kalo nggak biar aku sederhanaanin lgi bahasanya..

Indah: Iya.. Faham.. Bukan kah gak lebih baik kalau mau poligami.. Yg nyari istri untuk suaminya adalah istri pertama..?

Ridhwan: Kebanyakan manusia zaman sekarang kan begitu ya..? Dualisme niat dalam Poligami.. iya bener itu.. isteri pertama yg harus mencarikan..

Indah: Soalnya aku punya teman yg berpandangan seperti itu.. Rela di poligami asalkan dia yg mencarikan adek madu nya..

Ridhwan: itupun kalo isteri pertama ridho...

Indah: Iya harus ridho.. Tapi masih banyak juga yg poligami tanpa di ketahui oleh istri pertama..

Bahkan ada yg tidak di ridhoi..  Apakah akan jadi dosa hal tersebut..?

Ridhwan: mubazir... dalam kajian hukum, dosa pun di bagi menjadi beberapa bagian. Untuk poligami yg kamu maksud itu, masuk kedalam dosa sosial dan dosa etika.

Indah: Kecuali kalo semua nya saling ridho maka akan menjadi pahala..  Benar tidak? Lalu bgaimana soal cemburu nya wanita adlh kekufuran..

Ridhwan: benar.. 😊 kamu cerdas.. cemburunya wanita adalah kekufuran.. Mungkin lebih tepatnya cemburu buta yaaa..? Tapi.. bisa jadi di karenakan hilang atau mulai berkurangnya kepercayaan.

Indah: Itu kan kata-katanya Imam Ali.. Sering baca aja tulisan tersebut.. Tapi apa iya wanita gak bisa cemburu.. Susah seperti nya..

Ridhwan: makanya aku bilang mungkin yg di maksud adalah cemburu buta..

Indah: Atau karena pasangan nya selalu bikin sesuatu yg membuat sang wanita cemburu..

Ridhwan: iya aku tau itu kata2 Imam 'Ali..
Jika kecemburuan itu hingga melampaui batas kewajaran, maka bisa jadi disebut kekufuran. Karena suami itu kan Imam bagi Isteri dan keluarganya.

Kalau makmun sudah tidak lagi percaya pada Imam, menurutmu bagaimana..?

Contoh jika kita tidak lagi percaya pada Imam Zamaan.afs bagaimana..? Bagaimana status keimanan kita..?

Indah: Mungkin kalo di bandingkan dengan Imam Zaman terlalu jauh..  Gak semua suami bisa jadi imam yg baik.. Karena kata2 imam Ali ada sambungan nya.. Kalo cuma cemburu buta pasti temasuk kekufuran.. Tapi seharus nya sang suami juga jangan smpe memancing atau membuat istri nya menangis...

"Perempuan bisa menyembunyikan Cintanya hingga 40tahun, tetapi ia tidak bisa menyembunyikan kebencian meski cuma beberapa saat. Dan jika mata perempuan mengeluarkan airmata (menangis) karena seorang lelaki telah melukainya, maka para malaikat akan melaknatnya (lelaki itu) di setiap langkahnya."

Ridhwan: itu terjemahannya. sesuai dengan hadits dari al-Imam.as yg kamu kirim..

Aku punya satu kata2..

Jika, kecemburuan wanita terhadap suaminya adalah kekufuran. Maka kebohongan sekecil apapun dari mulut lelaki adalah jurang neraka bagi dirinya..

Indah: Iya begitu.. Misal wanita menangis karena cemburu.. Dan si suami tetap pada kelakuannya yg memancing si istri cemburu.. Apakah malaikat akan melaknat sang suami..?

Ridhwan: Sereem ahh di laknat sama malaikat...

Indah: Iya.. Jadi seharusnya kedua belah pihak harusnya bisa saling menjaga izzah dan iffah tersebut.. Sehingga kepercayaan itu akan tercipta..

Ridhwan: ihh kamu pinter banget sihh..?😊 Aku setuju sama pendapatmu..

Bersambung...

Obrolan Malam Minggu [1]

Ridhwan: menurutmu apa makna dan tujuan dari pernikahan..?

Lalu apa yg menjadi pertimbanganmu dalam menentukan calon Suamimu kelak...??

Indah: Tuk saat ini tujuannya untuk ibadah dan kalau bisa menambah keturunan yang bisa menjadi pecinta Ahlulbayt as juga... Yang pertama harus se-akidah dan bertanggung jawab, tau kewajiban dan hak nya.. Bisa menjaga izzah dan iffah nya.. Kalau dia bisa menjaga dirinya insyaAllah dia bisa menjaga istrinya.. Banyak kalau di uraikan.. Tapi mengarah nya ke soal hati dan keyakinan sihh.. Soal rezeki aku lebih suka kerja bareng-bareng.. maksudnya saling bahu membahu... Bukan menunggu salah satu berhasil dulu, tapi sama-sama membangun keberhasilan...

Ridhwan: kenapa kamu memilih Mazhab AB..? Beri aku penjelasan logis..?

Indah: Pertama karena tau cerita Karbala.. Bisa di bilang karena Imam Hussein.. Dengan berjalan nya waktu ternyata mencintai Rasulullah.Saww dan Ahlulbayt nya adalah fardhu.. Apa ada alasan lain untuk bisa mengikuti mazhab ini...? Karena ingin mencintai yg wajib di cintai..

Ridhwan: cinta itu cenderung un-logis, karena memabukkan.

Indah: Cinta yg bagaimana dlu..?

Ridhwan Kulany: memang Cinta itu ada berapa pembagian..? Sehingga mesti di jelaskan Cinta yg bagaimana..?

Indah: Maksud nya cinta kepada apa dulu..? Banyak toh kalo di list cinta sama apa dulu..? Maka memabukkan nya juga akan beda arti.. Coba gantian aku yg nanya.. menurutmu apa makna dan tujuan dari pernikahan..?

Lalu apa yg menjadi pertimbanganmu dalam menentukan calon istrimu kelak..?

Ridhwan: Bagiku Cinta itu hanya satu.. Karena Cinta itu kesetiaan.. Kalo ada banyak Cinta berarti telah berselingkuh dgn apapun itu..
Tujuan dari pernikahan itu mencapai kesempurnaan Iman, menggapai Cinta yg Hakiki, menata KEINDAHAN, menegakkan KEADILAN, dan membangun KUASA. Kepada-Nya..

Karena aku atau pun kamu, adalah wujud eksistensi-Nya, yg kelak kan menyatu dalam Cinta kepada-Nya (Pernikahan) di dalam Kuasa-Nya.

Aku butuh wanita yg menanamkan Kesetiaan dalam abdinya, dan mengembangkan Ketulusan dalam Baktinya. Cinta adalah Pengabdian kepada kepada Allah.Swt, lewat segala apapun yang kita lakukan di dunia ini. Terutama lewat pernikahan.. Karena pernikahan adalah separuh Iman.

Indah: Cinta apa tidak di bagi.. cinta antara dua insan yang menjdi muhrim karena pernikahan.. Cinta pada Yang Maha Esa.. Cinta kepada orang tua.. Keluarga.. Cinta pada Ahlulbayt.. Apakah itu semua tidak akan terbagi..? Kalau kesetiaan aku juga sangat menjunjung nya.. Bahkan berharap bisa dan mendapat yg seperti itu..

Ridhwan: Ada sebuah riwayat menceritakan, suatu Hari Sayyidah Zainab.as sedang duduk bersama Ayahandanya (Imam 'Ali.as). Sayyidah Zainab lantas bertanya kapada Ayahnya:
"Wahai Ayah, apakah engkau mencintai Ibu..?" tanya polos Zainab.as.

"Tentu Puteriku, Ayah sangat mencintai Ibu.." jawab singkat Imam 'Ali.as.

"Apakah Ayah  mencintai ku..?" tanyanya lagi.

"Tentu saja, tidak mungkin aku tidak mencintaimu puteriku.." sahut Imam 'Ali.as dgm senyum teduh penuh bahagia.

"Lalu apakah Ayah mencintai Allah..?"

Wajah Imam 'Ali.as penuh kasih sayang menatap kearah Putrinya.
"Ya! Tentu.."

"Ayah berbohong..? Bagaimana bisa Ayah mencintai Aku.. Sedangkan Ayah juga begitu mencintai Ibu..? Lalu bagaimana bisa Ayah mencintai Allah, sementara Ayah juga mencintai Ibu.." keluh Zainab.as polos.

Imam 'Ali.as berdiri dan menurunkan tubuhnya seraya memeluk Zainab.as putrinya.

"Ketahuilah Puteriku, Sesungguhnya Allah mencintai siapapun yg mencintai apa yg di cintai-Nya."

Ridhwan: kira-kira seperti itu riwayatnya. Kamu ngerti filsafat..? Relativisme Etika, Kausalitas, dan Hukum keterikatan materi..?

Indah: Kurang ngerti soal filsafat....  Tapi soal riwayat tersebut bisa di mengerti...

Ridhwan Kulany: Itu masuknya ke dalam, keterikatan materi...

Mencintai Istri adalah Perbuatan yg di cintai Allah.Swt.

Mencintai Anak adalah Perbuatan yg di cintai Allah.Swt.

Lalu di mana pembagian Cinta itu...??
Sedangkan semata-mata semua kecintaan itu adalah karena dan untuk Allah.. ?

Indah: Kalo bicara filsafat aku nyerah.... Cuma bisa jawab pake perasaan aja... Boleh aku tanya..? Kalo soal kesetiaan..  Bagaimana kah kesetiaan itu...?

Ridhwan : jangan anggap diskusi... kita ngobrol santai... hitung-hitung PDKT kalo kata anak remaja... hehehehe...

Indah: Cuma pingin tau apa yg di maksud kesetiaan..?  Kan tadi ada kata kesetiaan juga..?

Bersambung...

Rabu, 13 Januari 2016

Pengembara Pemikiran [1]

Kita mampu memenjara atau menghukum seseorang, tetapi kita tidak bisa melakukan hal itu terhadap pemikirannya (akal). Bahkan dengan membunuh orang tersebut.

Karena Pemikiran adalah hasil karya akal, buah rasa hati dan estetika murni dari manusia. Manusia bisa lumpuh, hilang akal akibat tekanan psikologis bahkan mati. Tetapi selama terus ada manusia-manusia baru yang lahir, bertumbuh, berkembang dan hidup. Maka selama itu pula Pemikiran akan terus tercipta. Tanpa di duga, tanpa dapat di pahami. Karena sesuatu yang murni lahir begitu saja, seperti bakat alami, atau sama seperti mukjizat Ilaahi. Atau seperti proses terciptanya Alam Semesta ini, yang ada karena pergerakan dan perjalanan atom-atom yang mandiri. Meski hal itu bisa di pahami melalui ilmu pengetahuan yang cukup hebat menjelaskan dan cukup rumit menjabarkan. Tapi pada hakikatnya, bagaimana Atom itu bisa mandiri...?? (Memuai, memecah diri dan kandungan, mereaksi percampuran kandungan, dan menghasilkan berbagai Materi lainnya). Itu adalah suatu hal Yang Murni. Kita tidak akan membahas mengenai Sang Maha Pencipta Atom itu dalam Penjabaran ini, karena tentu Allah Tuhan YME adalah Maha Berkuasa atas Segala Sesuatu.

Semakin berkembang Kehidupan Manusia, maka semakin berkembang pula Pemikirannya. Meskipun dalam beberapa kasus ada Negara-negara atau wilayah atau kelompok atau individu yang pemikirannya malah cenderung melemah. Dalam bahasa ilmiahnya ini disebut dengan Istilah Lemah Akal, atau dalam bahasa SosMed ini disebut dengan #GagalPaham.

Ada dua penyebab, Melemahnya Pemikiran Manusia. Selain Lemah Akal, sebab kedua adalah Pengingkaran terhadap Potensi Akal yang telah di Karuniakan kepada Manusia. Pelemahan Akal, dapat terjadi oleh pengaruh dari luar. Semisal, tekanan dan doktrin. Pengingkaran Potensi Akal sendiri adalah wujud dari ketidakpercayaan diri dalam menggunakan Potensi Akal yang sedemikian canggih dan luarbiasa. Sehingga egonya menuntut akalnya untuk mendustai atau mengingkari dirinya sendiri.

Doktrin pun memiliki banyak macam, ada yang berupa ajaran dalam sebuah keyakinan tertentu (agama atau aliran) adapula yang berupa gaya hidup yang mampu mempengaruhi diri atau jiwa seseorang sehingga meninggalkan akalnya (Doktrin). Versi kedua ini berlaku sesuai perkembangan zaman, tren dan segala hal dapat memalingkan perhatian manusia dari menggunakan pemikirannya untuk hal-hal yang berguna dan positif.

Bersambung.....

Sabtu, 09 Januari 2016

Duhh Politik...?! Baca yuk...!!

Sebagian dari kita mungkin akan nyinyir ketika mendengar kata "Politik" . Bahkan ada yang cenderung melengos (buang muka) karena merasa pusing hingga muak mendengarkan berbagai intrik Politik yang terjadi di Negeri ini. Tapi politik gak serumit itu sebenarnya. Karena Politik sebenarnya, hanyalah Karakter atau Gaya berpikir seseorang yang mempengaruhi dan berpengaruh terhadap kejiwaan orang-orang lain yang melihat, mendengar atau mengalaminya.

Dengan jumlah manusia (orang) yang saban hari bertambah (sekaligus berkurang), Gaya berpikir dan karakter intuisi pun semakin bertambah (beragam dan berkembang). Sehingga keragaman itu sendiri kadang mesti mengalami kontradiksi satu sama lain, walaupun gak semuanya berbenturan. Ada juga percampuran yang terjadi antara satu gaya pemikiran dengan hasil pemikiran yang lain, sehingga menghasilkan pemikiran yang lebih berkembang dan lebih luas lingkupannya. Terlepas tujuan dari penggunaan Pemikiran itu sendiri.

Manusia, hidup sudah berapa lama sih di bumi...? Kita semua pasti akan merujuk kepada kejadian di turunkannya Nabi Adam.as dan Istrinya ke bumi. Lantaran keduanya terhasut oleh "Politik Iblis" yang hendak menjerumuskan mereka berdua kedalam maksiat kepada Tuhan. Saya sebut itu sebagai "Politik Iblis" karena memang pelakunya adalah Iblis. Nggak tahu deh Iblis menyebut jalan pemikirannya itu apa..? Ada yang tahu...?

Nah, kita semua sejak kecil mungkin tanpa terkecuali. Sudah mengenyam atau mendengar cerita mengenai insiden tersebut dari orangtua-orangtua kita. Yang secara otomatis, otak yang super canggih ini (sambil nunjuk ke dalam kepala) merekam dan menerjemahkan bahasa kejadian (Ilham) tersebut kedalam berbagai penafsiran dan pemikiran. Sehingga melahirkan lagi pemikiran-pemikiran yang lebih luas, baru dan universal.

Maaf, bukan bermaksud merendahkan orang-orang yang suka nyinyir atau muak dengan kata Politik. Hanya berniat meluruskan kesalahpahaman (bahasa sosmednya : GagalPaham) kita selama ini mengenai Politik. Supaya kita tidak terlampau membenci atau sampai anti-Politik.

Sekedar masukan dan jadi bahan pembelajaran kita. Untuk terhindar dari jebakan atau hasutan semacam "Politik Iblis"  tersebut, kita harus mengenali dan memahami bagaimana proses dan jalan Pemikiran itu terlahir. Sehingga kita menemukan 3 hal yang kiranya dapat membantu kita untuk tidak terjerumus kedalam tujuan dari "Politik"  tersebut.

Pertama, mengenali penyebab terjadinya. Seperti persaingan (dalam berbagai bidang), kecenderungan terhadap sesuatu hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, usaha untuk meraih atau mencapai apa yang kita harapkan.

Kedua, mengenali Tujuannya. Dari sini kita bisa membedakan mana yang Politik Positif dan mana yang "Politik Iblis".

Ketiga, mengetahui cara atau proses terjadinya. Contohnya, cara Iblis menjerumuskan Adam. Yaitu lewat iming-iming sebuah keabadian dan kebahagian (sesaat), lewat dusta, fitnah, black-campagne, dll. Atau dalam kasus lain seperti yang di lakukan oleh para Revolusioneer untuk merebut kemerdekaan dan membangun Negerinya. Dengan cara-cara atau Pemikiran Politik yang lebih positif tentunya, walau tak menutup kemungkinan bisa saja menggunakan cara yang cenderung memaksakan dan bertentangan dengan nilai etika.

Kata Politik sendiri adalah bahasa serapan dari bahasa Yunani. Sementara dalam bahasa Arab disebut dengan "as-Siyyasah" atau Siasat yang mengarah kepada tujuan dan makna sosial. Sementara kepada makna tujuan ekonomi dan bisnis. Politik disebut dengan Muamalah.

Sepanjang sejarah, para Nabi, Rasul, para Filsuf, Cendikiawan, Negarawan dan lain-lain tak terkecuali Nabi Muhammad.Saw pun, memiliki Sistem Politik atau Kebijakan Politik. Yang di gunakan atau di lahirkan sesuai dengan kondisi zaman saat itu (penyebab), cita-cita yang di harapkan tercapai setelah itu (tujuan), dan proses yang berlandaskan pada cara berfikir masing-masing individu.

Jadi, masih mau membenci atau anti-Politik...??

Kita tidak di larang untuk berfikir menggunakan akal, kita hanya di minta untuk tidak melampaui batas dalam hal apapun. Cinta dan Benci, Senang dan sedih, juga bebagai hal dan perasaan lainnya ada dan kita semua pasti memilikinya. Hanya bagaiamana cara mengontrol dan menguasainya saja yang harus kita miliki. Tentunya agar kita tidak melampaui batas, dalam hal ini mengenai Politik atau Gaya Berpikir.

Salam Penuh Maaf dan Doa...!!

Minggu, 03 Januari 2016

Maulid dan Natal

Memasuki pergantian tahun,
Hari-hari perayaan terjadi secara beruntun.
Masih saja ada segilintir orang yg mulutnya penuh racun,
sok suci dan pintar dgn keyakinan mereka yang turun-menurun.
Janganlupa bahwa Indonesia adalah Negeri Rumpun,
sudah semestinya saling menghargai  hidup rukun.
Aku bangkit menantang manusia intoleran menjelang Natal,
mengibarkan bendera Perdamaian (Islam) dengan semangat Nusantara yang kental.
Wajah-wajah garang kaum intoleran itu bak coretan artefak kuno,
Kaku dan penuh dengan ekspresi emosional yang dongo.
Tenggelam dalam pemikiran teologi yang salah tafsir,
Fanatisme menjerat akal mereka menjadi makhluk pandir.
Makhluk zaman batu itu bernama kaum "Intoleran",
Menistakan perdamaian dan mendustakan persatuan.
Mereka kaum penyembah angan-angan,
tentang syurga yang mereka anggap hanya milik mereka yg jenggotan.
Hanya milik mereka yang bercadar, dan hanya milik mereka yang bertingkah sangar tak berakhlaq dan kasar.
Mereka menolak Pedoman Negeri ini,
mereka jelas anti-NKRI.
Mereka tolak Bhineka, mengigau tentang 'khilafah' yang mereka cipta.
Belakangan tingkah konyol mereka makin nyata,
Membelah Nusantara dengan berbagai sentimen yang mereka bina.
Mulai dari Sara,
caci maki penuh noda,
dan fitnah yang jauh dari fakta.
Mereka itu kaum pandir, yang teriak sana-sini dengan takbir,
bertindak slalu saja tanpa pikir.
Mereka hina kehormatan negara,
jatuhkan Merah-Putih dan menolak Pancasila.
Akal mereka yang primitif tak mampu memahami makna filosofis,
Karena mereka adalah kaum fanatis yang ekstrimis.
Sebagian dari mereka nampak Cinta Indonesia,
namun itu hanya jadi kamuflase belaka.
Untuk mencari suara,
Bahwa negeri ini pantas utk di jaga.
Sambil mengobral ideologi mereka yang super-gila,
Menjerat orang sana-sini untuk membuat makar di Nusantara.
Sebut aku si satir,
Karena aku senang menyindir.
Panggil aku Putra Padjajaran,
Karena darahku tercipta dari Tanah Pasundan.
Aku bukan Indo-Blasteran, juga bukan ke-Arab-an.
Selamat Menyambut Maulid Gusti Pangeran,
Selamat menyambut Natal Isya putra Maryam.

12 Hijriyyah / 24 Desember 2015

Jumat, 21 Agustus 2015

Geometri Suci

Misteri Geometri Suci, Metode Konstruksi Alam Semesta

Mungkin, bagi Anda yang kurang menyukai Matematika ataupun menghitung berbagai ukuran, Geometri dianggap sangat membosankan karena terdiri dari bilangan tak berujung, aksioma, definisi, dalil dan bukti-bukti arsitek dari masa ke masa yang cukup membingungkan. Pada kenyataannya, dengan metodologi Euclids Elements, bentuk dan struktur eksposisi mengagumkan membuat kita berpikir logis disertai pelatihan mental, khususnya terkait arsitektur sejarah.

Bagaimana penjelasan Carlson tentang geometri suci, dia menjelaskan keterkaitan alam pada angka dan sejarah. Randall Carlson, seorang ahli bangunan dan desaigner arsitektur, guru, geometrician, geomythologist, explorer geologi dan dianggap sarjana yang keluar dari jalurnya. Dia menganalisa dan mengeksplorasi misteri kuno dan ilmu pengetahuan modern, dan telah menjadi anggota Freemason aktif selama 30 tahun. Carlson telah menerima pengakuan akademis sebagai mahasiswa geologi, karyanya menggabungkan Mitologi, Astronomi, Ilmu Bumi, Paleontologi, Simbolisme, Geometri Suci dan Arsitektur , Geomancy, tradisi misterius dan ilmiah lainnya. Carlson telah membuka kelas, kuliah, terkait geometri selama lebih dari 25 tahun.

Pada saat ini, pendekatan akademis dalam studi geometri mengkajinya sebagai perwujudan rasionalisme dan otak kiri, proses intelektual, memang semua itu telah mengabaikan otak kanan, intuitif, dan merupakan dimensi artistik suatu objek. Tetapi 'Geometri Suci ' atau 'Geometri Sakral' (Sacred Geometry) berusaha menyatukan dan menyaring dua aspek dinamis serta saling melengkapi geometri menjadi suatu integrasi. Menurut Robert Lawlor, alam secara fundamental terdiri dari geometri dualistik dalam berbagai studi yang tertulis dalam sebuah buku 'Sacred Geometry – Philosophy and Practice' terbit tahun 1982. Intinya mengacu pada representasi geometri sebagai abad pertengahan dimana digambarkan bahwa seorang wanita sedang duduk di meja disertai kompas ditangannya dan dikelilingi peralatan seni, disebutkan:

"Geometri sebagai praktek kontemplatif dipersonifikasikan oleh seorang wanita elegan dan halus, geometri berfungsi sebagai sintesis, aktivitas kreatif namun intuitif pikiran terkait dengan prinsip
feminin. Tapi ketika hukum-hukum geometri diterapkan dalam teknologi kehidupan sehari-hari, kesemuanya diwakili secara rasional, prinsipnya maskulin dimana geometri kontemplatif merubah menjadi geometri praktis."

Lawlor mengungkapkan ide penting dalam definisi Geometri Suci yang memiliki kedua sisi kontemplatif dan sisi praktis, dan sisi intuitif dan intelektual, kesemuanya merupakan kegiatan otak kanan dan kiri. Untuk membedakan Geometri Suci dari geometri biasa yang diajarkan dalam studi dimana pelajar mempelajari hubungannya dengan jumlah dan simbol, maka perbedaan ini telah diekspresikan oleh Miranda Lundy dalam bukunya yang berjudul 'Sacred Geometry' terbit tahun 2001 yang menyebutkan bahwa:

"Grafik Geometri Suci mengungkapkan misteri jumlah dalam suatu ruang. Ini berbeda dari geometri duniawi murni, artinya gerakan dan konsep yang terlibat dianggap memiliki nilai simbolis, seperti musik yang terdengar bagus sehingga mampu memfasilitasi evolusi jiwa."

Geometri Suci mengungkap jumlah ataupun angka dalam ruang dan memiliki nilai simbolis, dengan demikian telah diberikan kedalamnya sebuah status kualitatif dari geometri umum. Pembesar kekuatan inheren dari Geometri Suci merupakan kenyataan dan hal tersebut juga mengungkap grafik masa lalu. Ketika peradaban manusia mulai berkembang di permukaan Bumi, para ilmuwan mulai  mengamati keberadaan dan pentingnya geometri. Geometri sangat jelas dipahami dan dimanfaatkan oleh peradaban kuno sekitar 4000 hingga 15000 tahun yang lalu. Bukti ini terlihat dalam struktur megalitik Eropa kuno, Piramida dan kuil Firaun Mesir serta Ziggurats Sumeria. Geometri terus digunakan selama berabad-abad dari awal peradaban hingg catatan sejarah terakhir menyebutkan demikian.

Mereka memanfaatkan geometri dimulai dari budaya di Cina, Amerika Tengah dan Selatan, pra-Columbus Amerika Utara, Afrika, Asia Tenggara dan Indonesia, Roma dan Yunani kuno, bahkan dari era Megalitikum sekitar 4000 tahun yang lalu telah dan telah diekspresikan selama era Gothic melalui bangunan katedral. Geometri yang kita kenal saat ini dikaitkan dengan periode Yunani kuno dan tokoh terkenal dari masa itu diantaranya Pythagoras, Plato dan Euclid, dimana mereka menulis tentang Elemen. Geometri dianggap sebagai pengetahuan yang tinggi pada pemerintahan Freemason, gedung Katedral di abad ke-14.

Geometri terkait erat dengan Arsitektur, catatan sejarah umat manusia menjelaskan bahwa orang-orang terdahulu bekerja berdasarkan geometri suci, sangat erat kaitannya dengan seni, musik dan kerajinan. Sangat jelas penggunaannya pada peradaban kuno bahwa geometri suci terlihat intrinsik dengan urutan alam itu sendiri, baik secara biologis dan kosmik. Saat ini, ilmuwan telah membuktikan secara ilmiah dan menyadari bahwa geometri merupakan dasar dari tingkat molekul dan penciptaan atom.

Pada tahun 1960, Grillo menyebutkan fakta penting bahwa peradaban kuno dikenal menggunakan angka dan geometri pada tingkat yang sama sekali tidak digunakan oleh pengetahuan modern saat ini. Tingkat kemajuan budaya kuno merupakan pengakuan, bahwa studi Geometri Suci memerlukan pengkajian melalui sejarah dan makna budaya kuno, untuk siapa kendaraan yang mereka ciptakan (seperti yang terlukis dalam teks Mesir kuno), arsitektur simbolik dan sakral telah di pahami dan di gunakan oleh pikiran dan tangan manusia. Dan pada saat yang sama juga memberi jalan untuk kesadaran spiritual yang mendalam mengenai prinsip dasar penciptaan alam semesta.

Mereka yang belajar melalui Plato dan Euclid menggunakan alat Geometri yang berada di tepi selat dan di tandai sepasang kompas. Dengan kedua alat itu, mereka mungkin menggunakannya untuk menarik garis lurus dan lingkaran atau busur lingkaran. Dalam konseps kuno, Tuhan dipandang telah menggunakan pola garis dan busur atau lingkaran, untuk menciptakan seluruh alam semesta, dalam pengetahuan modern, mungkin kekuatan vektor dan skalar. Melalui konstruksi geometris menggunakan dua alat ini, dua baris dapat ditarik yang bersinggungan dengan sudut 90 derajat. Tehnik yang sama dapat menghasilkan persimpangan membentuk sudut 60 derajat. Kedua sudut terletak didasar dua sistem geometri Masonik, Ad Quadratum dan Ad Triangulum, dimana jika masing-masing bersatu akan muncul bentuk tak terbatas. Geometri dapat di artikan sebagai ukuran Bumi, definisi ini di kaitkan dengan fakta bahwa orang Mesir kuno memanfaatkan geometri suci untuk mensurvei ulang tanah pertanian di dataran banjir sungai Nil pada akhir musim panas. Setelah batas yang ada
di temukan terkubur disebabkan pengendapan lapisan aluvium dari banjir yang setiap tahun melanda sungai Nil. Gagasan pengertian geometri (ukuran Bumi) di terapkan tidak hanya di gunakan untuk ukuran sebidang lahan pertanian seperti di Mesir, tetapi juga pada skala yang lebih besar, secara harfiah sebanding dengan ukuran bumi.

Ajaran Masonik kuno beberapa abad lalu pernah menyatakan: "Jika kita
mempertimbangkan simetri dan ketepatan yang mengatur semua karya ciptaan, kita harus mengakui geometri yang meliputi alam semesta... Melalui geometri kita dapat melacak alam dari relung yang paling tersembunyi, oleh karena itu kita akan menemukan bagaimana planet-planet bergerak dalam orbit masing-masing dan menunjukkan berbagai revolusi. Kita menemukan kekuatan, kebijaksanaan dan kebaikan Sang Pencipta dan melihat dengan gembira proporsi yang menghubungkan 'mesin' besar."

Dalam memperkenalkan ide dasar geometri suci, sebuah sarana yang di sediakan sebagai Arsitek Agung Alam Semesta, maka dalam filosofi bahwa Sang Pencipta mampu merangkai desain penciptaan. Freemason, Hermetisme, mereka memegang rahasia ini selama berabad-abad, menguasai konsepsi alam semesta sebagai ekspresi material dari suatu realitas tersembunyi. Sebuah cetak biru tak terlihat telah di tetapkan oleh Sang Pencipta Geometri Suci, disediakan kunci dan sarana untuk membuat terlihat yang tersembunyi dari mata manusia, serta hubungan geometris dasar di wujudkan melalui bentuk, pola dan nomor, yang membentuk harmoni sangat mendasar.

Ide dan visi dimana Allah sebagai Arsitek Agung dan ekspresi Geometri Suci telah di temukan melalui berbagai sumber sejarah sepanjang zaman. Teolog besar Kristen St. Augustine, menggenggam rahasia Pythagoras dan Plato, memahami pentingnya bentuk geometris, pola dan proporsi, dan representasi melalui simbolisme numerik, dia mengatakan
bahwa:

"Angka merupakan pikiran Allah. Pembangunan dunia fisik dan moral yang sama didasarkan pada angka-angka yang kekal". Galileo juga memahami dimensi numerik geometris suci sebagai realitas, dia menyatakan: "Matematika adalah alfabet dimana Allah telah
menuliskannya pada alam semesta".

Begitu pula Johannes Kepler berkata:
" Geometri sudah ada sebelum penciptaan, seolah-olah kekal dengan
pikiran Tuhan... Geometri Suci di gunakan Allah sebagai model
Penciptaan ."

Para penganut teori Kepler melihat Geometri sebagai pola dasar sebelum penciptaan material, dan berguna sebagai model yang di gunakan dalam arsitektur 'Yang Maha Kuasa'. Melalui studi dan praktek Geometri Suci, matriks geometris mulai menampakkan dirinya sebagai pola berada diatas material alam semesta materia. Di nyatakan melalui ruang dan waktu dan telah di bingkai melalui tangan sang Pencipta.

Pada awal abad 20, arsitek Le Corbusier sangat menghargai ide dasar pola geometri dan mengekspresikannya melalui angka, dia menyebutkan:

"Di balik dinding, para Dewa bermain, mereka bermain dengan angka dari dasar alam semesta."

Begitu pula arsitek Perancis, Paul Jacques Grillo juga menuliskan :

"Dunia di sekitar kita merupakan dunia angka? Angka yang membaca hidup dan keharmonisan. Mereka terbentuk dari geometri angka, semua terkait satu sama lain sesuai dengan perintah suci, menjadi simetri dinamis. Sekilas kerajaan mega ini telah membentuk dasar dari semua
pengetahuan kita, dan tampaknya peradaban kuno telah menjalaninya lebih jauh dari ilmu pengetahuan modern."

Istilah 'simetri dinamis' mengacu pada konsep bahwa kita akan menggali secara mendalam, atau sedikit lebih jauh. Simetri dinamis menjelaskan cara membagi ruang sehingga hubungan tertentu diantara bagian komposisi ruang dan seluruh komposisi itu. Hubungan tertentu yang dapat dinyatakan dengan konstanta proporsionalitas, misalnya akar kuadrat dari dua atau akar kuadrat dari tiga, rasio Phi, dan sebagainya.

Secara sederhana, simetri dinamis merupakan ide yang membagi ruang sehingga proporsi keseluruhan ditemukan di bagian tertentu. Mungkin contoh yang paling terkenal dari prinsip ini bisa ditemukan dalam rasio
bilangan Phi , representasi yang paling sederhana sebagai garis lurus, dibagi asimetris sehingga segmen kecil untuk segmen besar, dan segmen besar untuk seluruh baris.

Apa arti Geometri?

Mungkin, kalangan Freemason mengenal Geometri sebagai ilmu yang tepat guna. Dengan geometri manusia bisa membeli dan menjual tanah, navigasi kapal, meramalkan gerhana, dan mengukur waktu. Semua ilmu bersandar pada matematika , dan matematika merupakan hal pertama dan terakhir dalam geometri, dimana saat ini pengetahuan menyebutnya sebagai ekstensi Trigonometri, Kalkulus Diferensial, ataupun nama lainnya. Geometri Suci adalah fakta utama untuk membuka rahasia alam
semesta yang terlihat sangat membingungkan. Studi Geometri Suci di mulai dengan pengalaman langsung yang memanfaatkan peralatan lurus bertepi untuk menggambar garis, dan kompas untuk menggambar busur. Metode ini dianggap yang paling dasar dari aksioma geometris dengan mudah ditangkap oleh pikiran, sehingga latihan sederhana di ikuti oleh penguasaan yang semakin meningkat berdasarkan prinsip yang lebih
kompleks. Sebuah program yang komprehensif dari studi ini mengharuskan kedua kontemplasi mendalam pada bentuk, pola dan
proporsi Geometri yang dihasilkan. Dengan kata lain, kemampuan untuk menerapkan pengetahuan geometri suci dalam aplikasi praktis pastinya memecahkan masalah atas dasar kerja kreatif.

Geometri suci tercatat sepanjang catatan sejarah di seluruh dunia dan terus berkembang, kita khilangan pengetahuan dan pemahaman warisan budaya masa lalu.
Geometri suci memainkan peran besar dalam
membuka misteri dan rahasia alam bagi
manusia, inspirasi para pendahulu mencapai
tingkat kemuliaan kreativitas dengan meniru
proses dasar dan harmoni penciptaan alam.
Sangat sulit menyampaikan kekuatan
tersembunyi Geometri Suci (sakral) secara
tertulis, cara terbaik dengan terjun langsung
melalui proses konstruksi geometris.

Gematria

Matematika Alam Semesta,
Rahasia Kuno Gematria

Alam semesta tidak dapat terbaca hingga kita mempelajari bahasa dan akrab dengan karakter yang tertulis. Hal ini ditulis dalam bahasa matematika alam semesta, simbol yang berbentuk segitiga, lingkaran dan bentuk geometri lainnya, yang berarti bahwa manusia tidak mungkin memahami 'satu kata'. (Galileo Galilei)

Gematria adalah seni menetapkan angka dalam surat untuk mengungkap makna yang lebih mendalam dan kata-kata lebih
signifikan. Gematria atau gimatria merupakan suatu sistem tradisi Yahudi untuk menghitungnilai huruf pada suatu kata atau frasa, kata-kata yang bernilai sama mempunyai hubungan tertentu satu sama lain. Gematria berasal dar kata Yunani 'Geometri'. Dalam sejarah seni Gematria telah digunakan sejak zaman kuno dan pengetahuan klasik ini sudah digunakan dalam penulisan kitab-kitab kuno. Seperti bangsa Yunani, Kabbalah, Hindi dan budaya lainnya diperkirakan telah menguasai seni Gematria.

Tanpa intuisi dan memahami simbolisme dan geometri pada alfabet serta angka yang menyertainya, sebuah penegasan bermakna mistik dibalik kitab kuno tentunya akan sulit dipahami. Membaca yang tersirat merupakan referensi langsung merujuk pada seni kuno Gematria, matematika alam semesta. Gematria merupakan seni ilmiah dimana
ketika seseorang mampu menguasainya, maka dia akan melihat jauh kedalam konstruksi mistis dan magis matematika alam semesta, dan alam semesta yang ada pada manusia itu sendiri.

Melalui penggabungan matematika dan bahasa, Gematria menenggelamkan satu 'kode' kedalam bahasa dan pikiran penciptanya. Bahasa primordial yang dibicarakan dalam Alkitab kuno sebelum jatuhnya Menara Babel, merupakan referensi yang merujuk pada bahasa yang telah dimiliki semua peradaban waktu itu. Bahasa yang secara bersamaan melampaui dan hampir semua dialek belum terjemahkan, ekspresi budaya, bahasa alam semesta pada dirinya berbicara, dan salah satu cara menguraikannya melalui kedua telapak tangan.

Telapak tangan adalah bahasa matematika alam semesta, tanpa pemahaman matematika dasar dan geometri yang kuat maka seseorang tidak mungkin dapat memahami alam semesta secara keseluruhan. Jika seseorang tahu tentang geometri dan matematika alam semesta, pada dasarnya dia mengerti tentang segala hal. Dalam penerjemahan karya Pythagoras disebutkan 'Semua merupakan angka '. Sudut, busur, rasio dan geometri ada di sekitar kita, disetiap sudut belahan dunia, disetiap bunga, disetiap pohon, setiap matahari terbit dan terbenam, setiap gelombang bersuara teriak dari mulut manusia dan setiap detak jam bekerja sesuai hukum, prinsip-prinsip dan esensi Angka.

Dari pikiran Pencipta didatangkan angka. Dari jumlah didatangkan geometri. Dari geometri didatangkan simbol. Dari simbol muncul surat dan surat itu berasal dari luar mulut manusia.

Jadi,... ceritakan lagi, atas Nama Siapa kita berbicara? (Claudia Pavonis)

Numerologi lebih dikenal dengan studi tentang makna gaib pada angka, yang merupakan ilmu pengetahuan seperti astrologi. Numerologi terletak di jantung Gematria, dan tanpa memahami numerologi tidak mungkin diartikan sebagai keindahan dan kesederhanaan matematika alam semesta. Matematika bukan hanya kuantitatif tetapi juga kualitatif, bilangan tidak dingin, tidak mati, kosmik terlihat seperti kacau tetapi bahasa dan darah kehidupan merupakan kekuatan kreatif dibalik penciptaan alam semesta .

Angka, seperti yang dipahami oleh orang Yunani dan Mesir merupakan prinsip kosmologis yang esensi-nya berfungsi keluar dan diungkapkan kepada manusia melalui material dunia. Bilangan terkandung di dalamnya merupakan pesan yang melekat, setiap angka memiliki cerita sendiri dan masing-masing cerita berkaitan dengan kemegahan penciptaan alam semesta. Tidak peduli seberapa banyak cerita itu, tidak peduli berapa banyak angka tak terbatas mengungkap matriks dari semua penciptaan material, semua bagian akhirnya akan mengarah kembali pada satu filosofis, bahwa matematika alam semesta 'Semua Adalah Satu'.

Numerologi menunjukkan kepada kita bahwa alam semesta jauh lebih sederhana, lebih ajaib, dan lebih pintar. Numerologi mengarahkan manusia kepada filosofi aksiologis, bahwa alam semesta dibangun menggunakan sepuluh prinsip-prinsip dasar. Sepuluh angka matematika alam semesta telah lama dianggap penyelesaian bagi nenek moyang kita dimulai dari sihir, membangun, menghancurkan, dan pengalaman spiritual yang kekal. Kesepuluh angka mengarah pada skala universal begitu besar dan kecil diteliti untuk direnungkan.

Angka 1 sampai 9 dan angka 0 merupakan kesucian yang membawa manusia kepada ilmu pengetahuan. Kesepuluh angka matematika alam semesta dapat membantu mengenali kebenaran universal pada penciptaan alam yang diekspresikan pada kedua tangan. Darimana bahasa berasal dan bagaimana hal itu berkembang , adalah pertanyaan yang mungkin tidak pernah menjawab.

Abjad Inggris (Alfabeth) berkembang dari abjad Latin yang pada gilirannya berubah di Ibrani (Aleph Beth) atau di Yunani (Alpha Beta). Dalam bahasa Arab (Alif Ba), di Syria (Alaf Beth) dan Kopti (Alpha Bida).

Jumat, 07 Agustus 2015

Syair Dusta

Aku menyusun frasa untuk memukau semua dialektika, yaa!
Ku buat penuh hikmah dalam makna,
Meski nyatanya aku ini dilema...

Menyelam ke lautan bebas,
Gali tiap pengetahuan tanpa batas...
Bentangkan analisa dengan tangkas,
Meraup ibrah dari setiap problema yg ku retas...
Aku seolah bersembunyi dari kenyataan,
Dengan berbagai ucapan yg ku lontarkan...
Dialektika panjang menebarkan alasan,
Semakin menutupi serentet permasalahan yg ku rasa sengaja ku lupakan...

Dusta.....
Ku rasa aku tengah berdusta,
Menipu diriku sendiri dengan seutas cita...
Yg nyatanya bukan mengantarkan aku pada tahta,
Namun malah menyusun skenario untuk menjatuhkan diri sendiri dengan dusta...
Bernaung dalam perjalanan panjang ini,
Memang membangun utamanya satu hal yg pasti...

Bagaimana tidak,
Aku tak mungkin mengelak...

Kesadaran itu layaknya rumput di pinggir pesawahan,
Tumbuh subur seiring bulir padi berjatuhan...
Seperti halnya hujan dan basah,
Keniscayaan ini membuatku terperangah...
Tertunduk dan bungkam tanpa rasa,
Pejamkan mata tuk akui segala nista...

Tak ada air mata,
Seolah mata ini curiga hati sedang berdusta...
Dosa tak lagi menjadi tanya,
Bahkan tak khawatir akan datangnya siksa...
Bukan karena aku tak percaya pada semua,
Melainkan aku terjebak dalam dilema...

Betapa aku ingin mengatakan pada diriku sendiri,
Celakalah kau dengan kedustaan ini...

Musibah menjadi hal pasti dalam khayal,
Bencana akan menimpa tak henti oleh sesal...

Hancurlah aku...
Musnahlah aku...
Dan sirnalah perjalananku...

Jangan anggap ini sebuah pengakuan yg mengharukan,
Penyair ini akan celaka tanpa iman...
Bisa jadi ini bagian dari cara menarik simpati,
Maka pantaslah aku mendapat caci dan maki...

Lemparilah aku dengan teguran,
Karena itu mungkin menyegarkan...
Hantam aku dengan kritikan,
Semoga hatiku terbentur lalu hancur berceceran...

Jika sampai di satu masa dan aku masih berdiri di jurang kelam ini,
Maka lucuti jiwaku dengan kejujuran yg murni...
Hukum aku.....

Selasa, 17 Maret 2015

Laila & Majnun

<3 Layla dan Majnun <3

Saat Majnun menemukan secarik kertas di bawah kakiknya. Dia lalu menulis: Layla dan Majnun. Setelah itu dia merobek kertas yang bertuliskan nama Layla, meremas lalu melemparnya jauh. Sementara bagian yang tertulis namanya sendiri di simpannya.

Seorang sahabat bertanya heran padanya: "Apa Maksud Tindakanmu? Bicaralah, kenapa kau melakukan hal itu? Dikertas itu kalian disatukan. Tapi sekarang kau telah memisahkan dirimu darinya. Kenapa?"

Majnun pun menjawab: "Karena satu nama lebih baik dari pada dua. Satu nama bisa di pakai untuk berdua. Bila kau tahu hakikat seorang pecinta, kau akan menyadari bahwa ketunggalan harus meniadakan dirinya, untuk musnah ke dalam pelukan kekasihnya."

Lalu sahabatnya kembali bertanya: "Tapi kenapa kau membuang kertas yang bertuliskan Layla & menyimpan yang bertuliskan namamu? Kenapa bukan sebaliknya?

Majnun Menjawab: "Karena orang bisa melihat Cangkang kerang bukan mutiara di kandungnya, Aku adalah Cangkangnya dan Layla adalah mutiara dalam Cangkangku".

Sayyed Fadel On Facebook.

Sabtu, 20 Desember 2014

Gerimis

Dalam seluk beluk kisah,
Ada insiden yang merekah.....
Mencoba menggali Hikmah,
Ku geluti gelap dengan hati yang resah.....
Ku cari dimana ada yang salah,
Temui lemahku yg selalu jadi celah.....

Untuk kesekian kalinya aku termangu dalam haru,
Haru yang menggelayut diantara alibi yang jadi rancu.....
Seperti Anti-Toksin,
Kalbuku seolah kebal dari serangan racun dalam bathin.....
Awalnya mungkin bangga,
Namun risih ketika dirasa seolah diriku berbeda.....
Berbeda dari kebanyakan manusia,
Mampu merasa bahagia,
Namun jatuh Cinta pada rasa kecewa.....

Dan ku tak perlu sibuk untuk mengobati luka duka ini,
Semua perih ini berlalu di sisihkan oleh esensi dan harmoni.....
Seluruh imaji yang telah tersaji,
Perlahan lumer di tempa dinamika yang menguji.....

Yaa.....
Tak akan ada yang Abadi,
Meski nampaknya terlalu singkat tiap emosi ini ku cumbui.....

Rona Bahagia yang berkilau dalam retina,
Sekelibat redup redam seperti cahaya mentari di cakrawala saat berganti hari.....
Nada sendu dalam gemuruh runtuhnya hatiku,
Mendesis lalu padam seperti bisikkan malam yang hilang di balik temaram.....

Bukan karena aku haus akan pujian,
Toh ini bukan kisah kepahlawanan,
Hanya segaris jalan hidup anak manusia yang memilukan.....
Juga tak bermaksud membuat ini seolah berlebihan,
Siapa kiranya yang ingin selalu di rundung kesedihan,
Hanya ingin menuai benih Kearifan dari setiap kejadian.....

Sekiranya di beri satu doa yang langsung di kabulkan,
Aku hanya ingin memohon Ampunan dan sebuah jalan,
Jalan untuk menuntaskan semua Kewajiban di dunia yang sempat ku tangguhkan.....

Lalu duduk bersimpuh di bawah deraian hujan,
Dan pergi tak kembali dalam gerimis yang mengobati lelah dalam Kerinduan.....

Minggu, 14 Desember 2014

Keajaiban yg Terjadi Setelah Imam Husein.as terbunuh

“Ketika Al-Husain as terbunuh, di sudut-sudut
langit terlihat warna-warna kemerahan. Warna
merah itu menandakan bahwa langit tengah
menangis. Sewaktu pasukan musuh membagi-
bagikan sejenis tumbuhan berwarna kuning milik
Al-Husain as, tumbuhan itu berubah menjadi
abu. Dan sewaktu mereka menyembelih seekor
unta yang dirampas dari kemah Al-Husain as,
mereka menemukan sejenis kayu di
dagingnya” (Maqtalu Al-Husain 2 hal. 90,
Tarikhu Al-Islam 2 hal. 348, Siyaru A’lami Al-
Nubala’ 3 hal. 311, Tafsir Ibnu Katsir 9 hal. 162,
Tahdzibu Al-Tahdzib 2 hal. 353, Tarikhu
Dimasyq 4 hal. 339, Al-Mahasinu wa Al-Masawi
hal. 62, Tarikhu Al-Khulafa’ hal. 80 dan Ihqaqu
Al-Haq 11 hal. 467-469).
“Kepala suci Al-Husain as. yang berada di ujung
tombak berbicara dengan membawakan ayat-
ayat suci Al-Quran dan lainnya” (Miftahu Al-Naja
fi Manaqib Aali Al-’Aba hal. 145, Al-Khashaishu
Al-Kubra 2 hal. 127, Al-Kawakibu Al-Durruiyyah
hal. 57, Is’afu Al-Raghibin hal. 218, Nuuru Al-
Abshar hal. 125, dan Ihqaqu Al-Haq 11 hal.
452-453).
“Pada hari Al-Husain as terbunuh, langit
meneteskan hujan darah sehingga semua orang
pada keesokan harinya mendapati apa yang
mereka miliki telah dipenuhi oleh darah. Darah
itu membekas pada baju-baju mereka beberapa
waktu lamanya, hingga akhirnya terkoyak-koyak.
Warna merah darah terlihat di langit pada hari
itu. Peristiwa tersebut hanya pernah terjadi saat
itu saja” (Maqtalu Al-Husain 2 hal. 89, Dzakhairu
Al-’Uqba hal. 144, 145 dan 150, Tarikh Dimasyq
-seperti yang disebutkan di muntakhab
(ringkasan)-nya- 4 hal. 339, Al-Shawaiqu Al-
Muhriqah hal. 116 dan 192, Al-Khashaishu Al-
Kubra hal. 126, Wasilatu Al-Maal hal. 197,
Yanabi’u Al-Mawaddah hal. 320 dan 356, Nuuru
Al-Abshar hal. 123, Al-Ithaf bi Hubbi Al-Asyraf
hal. 12, Tarikhu Al-Islam 2 hal 349, Tadzkiratu
Al-Khawash hal. 284, Nadzmu Durari Al-
Simthain hal. 220 dan Ihqaqu Al-Haq 11 hal.
458-462).
“Ketika kepala Al-Husain as dibawa ke istana
Ubaidillah bin Ziyad, orang ramai melihat
dinding-dinding mengalirkan darah
segar” (Dzakahiru Al-’Uqba hal. 144, Tarikhu
Dimasyq seperti yang disebutkan dalam
muntakhab-nya 4 hal. 339, Al-Shawaiqu Al-
Muhriqah hal. 192, Wasilatu Al-Maal hal. 197,
Yanabi’u Al-Mawaddah hal. 322, dan Ihqaqu Al-
Haq 11 hal. 463).
“Di dinding sebuah gereja tertulis: Apakah umat
yang membantai Al-Husain mengharapkan
syafaat kakeknya di hari kiamat. Ketika pendeta
yang berada di sana ditanya tentang tulisan
tersebut dan siapakah yang menulisnya, ia
menjawab, “Bait syair ini telah tertulis di sini
sejak lima ratus tahun sebelum nabi kalian
diutus.” (Tarikhu Al-Islam wa Al-Rijal hal. 386,
Al-Akhbaru Al-Thiwal hal. 109, Hayatu Al-
Hayawan 1 hal. 60, Nuuru Al-Abshar hal. 122,
Kifayatu Al-Thalib hal. 290 dan Ihqaqu Al-Haq
11 hal. 567-568.
“Seorang penduduk Najran saat menggali tanah
menemukan sebuah kepingan emas yang
bertuliskan: Apakah umat yang telah membantai
Al-Husain mengharapkan syafaat kakeknya di
hari kiamat” (Miftahu Al-Naja hal. 135, Ihqaqu
Al-Haq 11 hal. 566).
“Sebuah tembok merekah lalu muncullah sebuah
telapak tangan yang bertuliskan: Apakah umat
yang telah membantai Al-Husain mengharapkan
syafaat kakeknya di hari kiamat.” (Tarikhu Al-
Khamis 2 hal. 299 dan Ihqaqu Al-Haq 11 hal.
567). “Sesaat setelah Al-Husain as terbunuh,
warna langit menghitam pekat sekali. Lalu
bintang-bintang bermunculan di siang hari,
sampai-sampai bintang kembar terlihat di waktu
sore. Segumpal tanah berwarna merah jatuh dari
atas. Langit terlihat berwarna merah bagai darah
selama tujuh hari tujuh malam” (Tarikhu
Dimasyq 4 hal. 339 dan Al-Shawaiqu Al-
Muhriqah hal. 116).
Http://donhasan.blogspot.com/2014/10/sejumlah-keajaiban-setelah-imam-husain.html?m=1

Sabtu, 13 Desember 2014

Langit Sore

Gerbang senja terbuka serentak,
satu per satu jalur angin menderu mata dan kelopak.....
Ketika sebuah jalan seakan di sadur oleh ujian,
hati mendayu penuh logika yang ambigu.....

Ini jalan cerita yang sama,
seperti setiap petak rasa,
yang di hadapi tiap jiwa.....
Di tegur bahagia,
di uji nestapa,
problema dan dinamika menghajar dan menempa.....

Diatas tumpukkan kerikil-kerikil yang menggunung,
aku adukan cuplikan dilematis yang membendung.....
Langit biru meng-ejakan materi orientasi yg mesti ku hadapi,
sementara rembulan menuntun ku larut dalam hikmah yang sedang ku gali.....

Hati memang berbeda dalam mencermati,
sementara kesadaran seringkali hilang hingga lupa diri,
namun akal tak pernah terbatasi dalam imaji.....
Hati meredup,
kesadaran mengendap,
pastikan akal tak terusik oleh gelap.....

Aku harus dapatkan arti,
menggapai mimpi,
maksimalkan implementasi,
lalu menjemput bidadari yang lama di damba oleh hati.....
Membawanya pergi,
dan pulang untuk kembali.....

Menuju eksistensi yang hakiki,
dalam naungan kasih Cinta Ilaahi Rabbi.....

Langit Sore

Gerbang senja terbuka serentak,
satu per satu jalur angin menderu mata dan kelopak.....
Ketika sebuah jalan seakan di sadur oleh ujian,
hati mendayu penuh logika yang ambigu.....

Ini jalan cerita yang sama,
seperti setiap petak rasa,
yang di hadapi tiap jiwa.....
Di tegur bahagia,
di uji nestapa,
problema dan dinamika menghajar dan menempa.....

Diatas tumpukkan kerikil-kerikil yang menggunung,
aku adukan cuplikan dilematis yang membendung.....
Langit biru meng-ejakan materi orientasi yg mesti ku hadapi,
sementara rembulan menuntun ku larut dalam hikmah yang sedang ku gali.....

Hati memang berbeda dalam mencermati,
sementara kesadaran seringkali hilang hingga lupa diri,
namun akal tak pernah terbatasi dalam imaji.....
Hati meredup,
kesadaran mengendap,
pastikan akal tak terusik oleh gelap.....

Aku harus dapatkan arti,
menggapai mimpi,
maksimalkan implementasi,
lalu menjemput bidadari yang lama di damba oleh hati.....
Membawanya pergi,
dan pulang untuk kembali.....

Menuju eksistensi yang hakiki,
dalam naungan kasih Cinta Ilaahi Rabbi.....

Tuhan Istimewa

Di pekatnya malam tadi,
Aku mengadu tentang cacatnya imaji.....
Lemah hati hadapi tempaan yg bertubi,
Aku lunglai di atas sajadah yg ku bentangi.....
Bukan tanpa alasan,
Meski Dia lebih tahu apa yg harus aku lakukan.....
Namun dalam keterbatasan makhluk,
Aku yg bimbang dan ambigu memilih untuk duduk dan tunduk.....
Bercecer peluhku merintih dan meminta,
Tak bisa ku paksa menetesnya airmata.....

Tiadalah sandaran paling nyaman kecuali persahabatan,
Tiadalah kehangatan yg mendalam kecuali persaudaraan.....
Nafas ku berangsur tenang,
Resah pun mencair dan tergenang.....
Apalah yg ku ketahui,
Sementara pandangan mata seringkali di kelabuhi.....
Sungguh nestapa di jawab malam yg mulia,
Seolah jawaban tertumpah setelah bibirku kering membaca doa.....

Dengan jalan istimewa,
Lewat cara yg berbeda.....
"Subhanallah..."
Rintihku menyadari segala nista dari jiwa yg hina.....
Betapa Tuhan selalu punya estetika yg mempesona,
Tak mampu di terka, di capai, apalagi sampai di prediksi dalam logika.....
Sesudahnya hanya pujian yg ku lantunkan,
Hanya ampunan yg ku mohonkan.....
Ku pahami kearifan selalu terbuka dalam ruang,
Meski seringkali ego menyeruak dan jadi penghalang.....

Selanjutnya adalah bagaimana aku bersyukur,
Berjuang sepenuh tenaga,
Jgn buat harapan terkontaminasi lalu hancur.....

Duduk di Peraduan

Di serbu ketenangan malam ini,
di bawa ku tenggelam dalam Istikharah yg penuh imaji.....
Rasanya tak ada waktu lagi utk menunda,
berhentilah naluri dari getar dunia yg menggoda .....

Ku terduduk di bawah temaram lampu ruang sepi,
menyapa malakut tuk mengungkap dimensi yg tak bertepi.....

Merdu.....
Syahdu.....
Mengajak ku semakin dalam,
curahkan cinta yg terpendam,
pancarkan harapan yg terekam.....

Sore hari menjadi begitu hampa,
Siang dan malam nyanyian ku hanyalah harapan dan doa.....

Ijabah merekam retina,
Kesungguhan berkilau oleh bias cahaya bola mata.....

Cinta tak menghadirkan gundah,
Cinta tak membuat gelisah.....

Karena Cinta penuh kepastian,
dan Cinta adalah Luapan harapan dan Keyakinan.....

Di Mihrab ku Pasrahkan,
memohon ku lakukan, mengemis pun ku lakukan.....

Aku butuhkan Cahaya yg membuka kebodohan,
mengusir kegelisahan dan menghapus semua keresahan.....

Aku butuhkan Sentuhan,
Sentuhan yg menyadarkan ku dari keterpurukan,
menunjukkan aku jalan utk pulang dalam pelukan.....

Menjalani Cinta yg Murni di peraduan.....

Ooh Tuanku,
Pelipur Lara.....
Penghapus dosa dan nista.....
Penolong dalam duka dan nestapa.....
Pengobat rindu di kala hati membeku.....

Terimalah aku yg tersungkur di teras-Mu.....
Izinkan aku masuk dalam Naungan Rumah Cinta yg Mulia.....

Jumat, 12 Desember 2014

Mihrab Kemesraan

Di pesisir lelahku hari ini,
Sudahi setiap alibi yg meracuni.....
Ku letakkan perkakasku yg berlumur serbuk kayu,
Basuh tanganku yg di tempeli sisa lem.....

Teguk air yg tercurah,
Bersihkan peluh yg membasahi kerah.....
Ku raih selendang ketenangan,
Ku rebahkan rindu di haribaan..... Berlantun Kalam Suci Warisan Sang Nabi,
Merengkuh Khusyuk mengemis pada Ilahi.....
Ku Sulut sumbu lilin di wadah kaca,
Meraih indahnya cahya yg merona.....
Seperti Cinta yg membara,
Asmaraku menyala berkerumun gelap yg perlahan sirna.....

Seakan berada di ruang senyap,
Tanpa hiruk pikuk kota,
Bahkan tak ada detak jarum yg ku rasa.....
Lepas dari belenggu dunia,
Sesaat dalam Estetika yg menjadi Rahasia,
Bersemayam dalam Tenang pelukan-Nya.....

Seolah tak ingin ini berakhir,
Bahkan tubuhpun enggan untuk bergulir.....

Setelah ku Jamah lembaran lusuhnya,
Dan ku semai tiap bait Ayat-Nya.....
Kini ku kecup hangat Tiap lekuk tubuhnya,
Hirup mesra aroma semerbak yg mempesona.....

Beberapa saat kemudian,
Rasanya aku sedang di rundung kerinduan......
Bibirpun kering gemetaran,
Tak ingin ku tinggalkan Mihrab Kemesraan.....