Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Februari 2016

Teori Konspirasi

Salam Sejahtera Sobat, saudara-saudari semua...!!

Kali ini saya mau ungkapin sedikit pendapat pribadi dan pemahaman terhadap berbagai kejadian yang terjadi di masa lampau (sejarah), hingga masa kini. Lebih tepatnya disebut sebagai sumber dari berbagai peristiwa yang terjadi dan sering di tuduhkan kepada sebuah konspirasi besar "orang-orang barat". Yang kadang disebut sebagai Permainan Zionist, Keluarga Rotschild, Ilumanity, Freemasson, Satanis, dsj.

Sebenarnya dengan nama apapun kita menyebutnya itu sama saja, semua tujuannya pun berguna untuk mempermainkan logika atau penikiran manusia mengenai hal-hal tersebut untuk menggiring manusia kepada satu tujuan tertentu. Yang saya sendiri belum menemukan bahasa yang tepat untuk menjuluki tujuan dari oknum-oknum tersebut. Tapi dampak yang paling nyata adalah membenturkan semua manusia kedalam medan perang pemikiran dan pendapat, sehingga manusia sibuk dan menghabiskan waktunya untuk menyelesaikan perdebatan menganai hal tersebut. Dan tidak sempat melakukan sesuatu yang lain yang lebih bermanfaat untuk memperbaiki sesuatu yang sudah terjadi kini.

Fokus kepada pembahasan, terutama pada rokok yang kadang suka sia-sia di hisap angin kalo lagi keasyikan ngetik. Jangan lupa kopinya di siapin juga sebagai larutan pencair kepenatan otak. Yang saya sendiri sudah menyiapkannya, nggak peduli kopi racik atau sachetan. Asal jangan Kopi buatan Si Anida aja..?! Karena ujungnya malah akan bahas Konspirasi Mirna dan Jessica. Please... saya nggak kuat bahas perempuan. Ruweet...!!

Ada yang tahu atau mungkin pernah dengar mengenai opsi "Standar Ganda" milik AS dalam kebijakan militer mereka di TimTeng (bukan TimTam, merk coklat) jadi iklan kan...? Hubungi saya untuk kesepakatan promosi...

Ya! Standar Ganda ini sebenarnya berlaku di berbagai aspek, bukan cuma kebijakan-kebijakan militer (khususnya AS dan Israel sebagai Negara Zionist terbesar dengan tanduknya muncul dengan jelas). Ini juga berlaku di bergabai aspek dan lini. Bahkan hingga isu-isu ekonomi, sosial dan HAM.

Karena Konspirasi yang selama ini disebut-sebut sebagai permainan mereka tersebut memang bukan hanya terjadi di Konflik-konflik ideologi dan peperangan perebutan pengaruh di kawasan-kawasan. Melainkan juga sudah memasuki ranah ekonomi, mulai dari perindustrian perlengkapan elektronik, dsb - hingga industri perlengkapan militer dan senjata. Bahkan lebih jauh dari itu, juga soal HAM. Seperti di Afrika, mereka menggunakan isu Rasisme, Sektarian di TimTeng dan sebagian Asia, sebagai Konspirasi mereka untuk melemahkan orang-orang Afrika pada khususnya dan untuk membuat publik internasional lengah pada umumnya. Publik Internasional...? Lengah...? Terhadap apa...?

Begitu juga lewat isu sosial yang lebih halus, seperti budaya, psikologi dan kejiwaan. Seperti kisah percintaan yang kini mempengaruhi hampir seluruh Pemuda-pemudi di Indonesia (berpengaruh dalam hal Kejiwaan dan Psikologi, yaitu kegelisahan dan kegalauan bathin), lalu Psikologi Publik mengenai Konsumerisasi, Hedonisme dan pelunturan budaya-budaya lokal dengan pengadopsian tanpa filter terhadap budaya-budaya Barat dan Arab (Baduy Jahiliyyah). Bahkan sampai kepada Isu yang beberapa pekan ini hangat di perbincangkan, di tambah dengan kelakuan seorang Artis dalam Negeri yang pamornya lagi naik itu, sebut saja namanya "Bunga".

"Terus yang di maksud membuat Publik Internasional Lengah itu gimana...? Lengah terhadap apa...? Kan belum di jawab...??" Sambil meletakkan gelas kopi yang habis di seruput dengan hisapan ekstra penghayatan (lebay).

Begini... Ya! Begini...
Ehehehe...

Yaitu Lengah terhadap Waktu, Keadaan dan Kesempatan.

Kita ambil satu TT, buka Tete ya...? Tapi TT (Trending Topic).

Yaitu mengenai LGB - T. Terserah mau nafsirin dan punya pendapat apa mengenai fenomena Sosial dan Kemanusiaan ini. Yang pasti, buka hal yang tabu lagi bagi kita bahwa hal ini juga termasuk ke dalam salah satu konspirasi yang di cetuskan oleh "Pihak Barat" untuk membuat kita lengah. Terutama kepada para penganut Agama Samawi, yang sering disebut sama para Massonic dengan sebutan "Goyyim".

Disini saya nggak mau bongkar kotak tabut buat ngebahas berbagai alat Kontrasepsi... eeh Konspirasi mereka, seperti Media (TV, Internet, dsj), Ormas-ormas dll yang ada dan memang bekerja aktif dengan sokongan dana yang tiap tahunnya mengalir selama permintaan-permintaan "Nyonya Tua" di penuhi.

Saya rasa itupun bukan lagi jadi hal yang tabu bagi kita kan...? Iya kita...? Aku, kamu..... Dia.... Dan mereka... Ahihihi...!!

Disini saya mau bahas Efek Nyata atau Real Effect (selanjutnye, ditulis RE) yang menjadi "Standar Ganda" bagi tiap Kontrasepsi mereka. EEHH-..!! Konspirasi, yaa Konspirasi.

Kembali ke soal "Goyyim", kenapa "Goyyim" yang di jadikan target utama. Karena tujuan utama nya adalah membenturkan Nilai-nilai Kemanusiaan dengan Hukum-hukum Agama, juga norma-norma Budaya.

Di tambah dengan Kompleks nya sekte-sekte atau Mazhab-mazhab Pemikiran dalam Agama, lalu di kemas dengan Tema Perkembangan Zaman. Yang mengakibatkan tidak sedikit orang-orang besar, mulai dari para Ahli dari Pakar Ilmiah Kedokteran, Psikologi dan Kejiwaan, Aktivis dan Pemerhati HAM, hingga Uskup-uskup, Pendeta, dan cendikiawan sampai para 'Ulama-'ulama besar memperbincangkan ini.

Selebihnya masyarakat awam lebih memilih (L2G2, Loe-Loe, Gue-Gue. Kata seorang teman yang namanya sama dengan saya), atau memilih ikut membuat atmosfer semakin semrawut dengan masuk ke medan diskusi ilmiah hingga debat kusir untuk saling memperdebatkan Keyakinan dan Persepsi masing-masing. "CRAAASSHH....BOOMMM...BAAANGG!!"

"MISSION SUCCEDED."

RE ini lebih mengena ketimbang ledakan Nuklir sekelas Nuklir Jelajah Antar Benua Ciptaan sebagian Negara-negara yang memang menciptakan Senjata Penghancur massal berhulu ledak Nuklir. Kenapa...? Modalnya sedikit (Ekonomis), Gak meninggalkan sidik jari dan gak mesti cuci tangan. Dan yang terpenting Praktis dan Nggak Ribet (kayak perempuan kalo bikin alis pas mau kondangan).

Coba hitung. Ini sudah memasuki 2 pekan bukan setelah isu LGB-T itu kembali di angkat oleh media. Sementara beberapa waktu silam, hal ini pernah booming berulangkali dan terus saja berhasi mencuri perhatian kamu...? Terus...? Giliran aku kapan...?! (Miris Mblo...??!)

Ibarat dalam main permainan, kita sudah kena Trap (jebakkan) pengalih perhatian berulang kali dengam cara yang sama. Huuuhh... Menyebalkan untuk mengakuinya...?!

Tenang saya juga kena kok...?? Membosankan...?!!

Jadi CMIIW (koreksi) ya di kolom komentar, maklum namanya juga pendapat pribadi yang masih belajar. Mempelajari agar tidak salah menilai, secara.. Banyak Banci Transgender yang bener-bener kayak perempuan. Juga ada perempuan yang mirip sama Banci Transgender. Hehehehe... Just Kidding..!!

Tidak bermaksud menyinggung keyakinan siapapun.

Salaam Penuh Maaf dan Doa...

Ridhwan Kulaniy, Depok.

Kamis, 21 Januari 2016

Pengembara Pemikiran [3] Melawan Fanatisme

Berfikir adalah hal paling menyenangkan. Kenapa...? Karena Gratis tentunya, dan kita gak perlu ngambil alat bantu atau peralatan untuk berfikir.

Kita cuma harus membuka cakrawala pemikiran (sudut), memperluas pemahaman (sisi)dan mempertajam pertimbangan (segi).

Itu semua, sudah jadi satu paket dalam akal manusia. Ibarat lampu pararel yg kilaunya warna-warni, kita cukup klik satu saklar untuk hidupin semuanya. Dan mereka semua akan menari penuh kerlap-kerlip secara otomatis.

Indah kan...?
Gimana coba kalo akal kita ini berfikir tanpa tiga hal tersebut (monoton)....?

Kita akan merasa asing dengan pemikiran-pemikiran oranglain, bahkan cenderung anti (menolak) terhadap hal-hal yang berada di luar nalar dan pemikiran kita sendiri.

Yang timbul setelah itu adalah rasa was-was, dari ketidak nyamanan kita terhadap kehadiran warna pemikiran lain tersebut. Yang mengakibatkan kita sibuk untuk menjauhkan diri hingga mencari cara untuk memusnahkan warna pemikiran tersebut.

Gak kebayang kalo seandainya semua orang anti dengan pemikiran oranglainnya...?? Bisa-bisa saban hari bakal ada pertumpahan darah, akan terjadi pembunuhan besar-besar, bahkan setiap orang cuma akan sibuk dengan memerangi orang lain (lihat kan komplotan ISIS dan Rombongan Teror al-Qaeda, dll yang di biayai Wahabi Saudi...?)

Ini disebut Fanatisme, yang akibatnya melahirkan berbagai sikap yang ekstrim dan primitif terhadap hal-hal yang berada di luar dirinya (pemikiran).

Sebaiknya kita berhati-hati dan lebih terbuka ketika ada sebuah perbedaan cara berfikir yang datang dari oranglain. Kenali lebih jauh dan ketahui lebih dalam. Karena menurut Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib.Kwh, "Fantisme berasal dari Kebodohan."

Jadi untuk menghindar dari sikap fanatis tersebut, sudah jelas kita di haruskan memiliki kecerdasan, pengetahuan yang luas dan juga pemikiran yang bijak dalam menyikapi perbedaan.

Lebih jauh Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib.Kwh berkata, "Sungguh! Tidak akan ada perpecahan dan perselisihan, jika Orang-orang bodoh diam."

Perkataan tersebut senada dengan Hadits Rasulullah.Saw, "Berkatalah dengan perkataan yang baik. Atau Diam" (Kira-kira seperti itu Redaksinya, saya agak lupa).

Perkataan yang buruk akan menimbulkan perpecahan, perselisihan bahkan konflik. Jadi, dari pada berbicara lantas menghasilkan perselisihan. Maka lebih baik diam dan membangun persatuan. Karena Rasulullah.Saw bersabda, "Sesungguhnya semua Muslim itu bersaudara, barangsiapa membunuh seorang Muslim maka (seolah-olah) ia telah membunuh Muslim seluruhnya."

Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib.Kwh pun berkata mengenai Persatuan dan Persaudaraan, "Mereka yang bukan saudaramu dalam Iman, adalah saudaramu dalam Kemanusiaan." (Ada redaksi lain yang menyatakan bahwa perkataan ini juga di ungkapkan oleh Rasulullah.Saw dalam suatu kesempatan).

Dalam konteks ini, dua Sosok terpandang dan mulia di dunia dan di akhirat ini. Dengan tingkat kecerdasaan dan pemikiran yang tidak di ragukan lagi, secara jelas dan nyata menyerukan persatuan dan kesatuan Umat Manusia seluruhnya (tidak terbatasi Agama, Ras, Suku, Bangsa, dll).

Menariknya kata "Muslim" itu bukan sekedar penyematan terhadap orang-orang yang beragama Islam. Tetapi lebih jauh dari itu, "Muslim" bermakna sebuah Identitas dan Realitas dari seorang manusia yang di liputi oleh Keselamatan (Silm) dan juga menebarkan Keselamatan.

Salaam Penuh Maaf dan Doa...~~

Foto dari Ahmad Helmi Ali Reza

Sabtu, 09 Januari 2016

Inilah Bukti Bahasa Jawa Lebih Hebat dari Bahasa Inggris

Wartaislami ~ Ada orang bule Australia datang ke pondok pesantren, dan bertanya kepada kyai...

Bule : "Kenapa kyai kalau mengajar, kitabnya masih menggunakan bahasa jawa? Di zaman globalisasi ini kenapa tidak ditingkatkan dengan menggunakan bahasa inggris?"

Kyai : "Karena kalau diajarkan dalam bahasa inggris, tidak akan mampu menafsirkan semua kosakata dalam AlQur’an maupun hadits, lha bahasa inggris itu sangat sederhana. Bahasa jawa itu bahasa yang sangat kaya dan sangat kompleks."

Rupanya si bule tadi merasa tersinggung mendengar penjelasan sang kyai yang mengatakan bahasa Inggris tidak mampu menafsirkan, dan kalah dengan bahasa jawa.

Bule : "Bagaimana anda bisa mengatakan bahasa jawa itu bahasa yang sangat kaya dan sangat kompleks, serta bisa menjadi bahasa pengetahuan? Padahal faktanya selama ini, bahasa Inggris lah yang paling kompleks!"

Kyai : "Tidak! Bahasa inggris itu memang sangat sangat sederhana. Saya kasih contoh, coba anda lihat! itu yang berwarna kuning keemasan yang ada di sawah. Orang inggris menyebutnya apa?"

Bule : "Rice!"

Kyai : "Orang disini. menyebutnya PARI atau PANTUN ( padi ). Padi itu kalau dipanen namanya GABAH, sedangkan inggris menyebutnya RICE. GABAH itu kalau diambil satu biji, namanya LAS, tapi orang inggris tetap menyebutnya RICE. GABAH kalau sudah terkelupas kulitnya, dinamakan WOS / BERAS, orang inggris tetap menyebut RICE. BERAS Padi kalau patah 2 atau 3, namanya MENIR, orang inggris tetap menyebutnya RICE. BERAS kalau sudah dimasak namanya SEGO atau SEKUL ( NASI ), orang inggris masih saja menyebutnya RICE. NASI kalau cuma 1 butir, namaya UPO, lagi-lagi orang inggris. menyebutnya RICE. NASI yang dimasak sedikit lebih lama, bagian bawahnya dinamakan INTIP atau KERAK, inggris masih menyebut RICE. NASI yang sudah kering namanya KARAK, inggris tetap menyebutnya RICE. Dari 1 kosakata saja, penafsiran namanya bisa bermacam-macam, sedangkan bahasa inggris tidak bisa menafsirkan tersebut. Apa bahasa jawa ini tidak lebih tinggi dan sangat sangat kompleks dibandingkan bahasa inggris yang sederhana tersebut?...

Si Bule : yes yes yes zzzzzzz.

Sumber dari Majelis Al Haramain via muslimoderat.com

Islam Nusantara Penuh Kesantunan dan Hadirkan Perdamian

Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menyatakan, Islam yang masuk ke wilayah Nusantara diperkenalkan dengan cara-cara damai. Terbukti mampu menghadirkan perdamaian dalam kehidupan masyarakat di Indonesia.

“Karena santunnya maka pada zaman itu banyak masyarakat yang dengan sukarela masuk Islam,” tegas Ma’ruf Amin pada Seminar Nasional Membumikan Islam di Nusantara yang berlangsung di Auditorium Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kabupaten Purworejo, Jumat 8 Januari 2016.

Ma’ruf Amin menegaskan Islam Nusantara bukanlah aliran baru, namun sebuah keberagamaan Islam yang toleran dan mampu melakukan dialog dengan budaya-budaya lokal. Sejak zaman Wali Songo, konsep ini sudah diterapkan dan ternyata dapat selaras dengan kehidupan masyarakat sehingga Islam dapat berkembang dengan pesat di bumi Nusantara.

Sebuah konsep Islam yang memiliki karakter santun,tidak pernah memaksa, dan tanpa kekerasan apalagi intimidasi, seperti cara Rasulullah. Bukan Islam yang keras yang sangat tekstual namun juga bukan Islam yang liberal. Jadi, Islam Nusantara berada di tengah-tengah sesuai prisip tawasuth dalam NU.

“Islam Nusantara selalu membangun hubungan baik dengan sesama. Saling mengasihi dan tidak saling memusuhi. Dalam banyak hal, Islam mengajarkan untuk saling menolong dan tidak memandang siapa yang ditolong,” paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dengan konsep Islam Nusantara yang mengemuka dalam Muktamar NU di Jombang beberapa waktu lalu orang masuk Islam bukan karena paksaan. Namun dengan sukarela karena menjunjung nilai-nilai toleransi.

‘’Hal itu pulalah yang menjadi kunci keberhasilan Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Jika Islam disebarkan dengan model-model keras saya yakin Islam tidak akan berkembang seperti sekarang ini,’’ tandasnya.

Namun jika dalam perkembangannya ada oknum teroris yang mengatasnamakan jihad Islam, apalagi mengkafirkan yang tidak sejalan, itu tidak benar. Apalagi di Nusantara ini tidak ada nuansa perang.

“Sehingga tidak tepat ada jihad teroris karena Indonesia termasuk wilayah damai. Akibat ulah teroris itulah sehingga ada yang memaknai Islam galak, padahal lunak,” jelas Ma’ruf Amin.

Islam Nusantara lanjut Ma’ruf Amin, juga selalu menjaga tradisi yang berkembang di masyarakat sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

“Kita punya paradigma, mana yang baik dan yang tidak. Cara berfikir juga dinamis, tidak statis. Bahkan Islam Nusantara tidak hanya menjaga yang baik, namun juga melakukan,” tandasnya.

(Satu-Islam/Shabestan/ABNS)

Jumat, 08 Januari 2016

KH Said Aqil: Saya ingin Bersaing dengan Syiah yang Sehat, bukan dengan Bakar bakaran

MusliModerat.Com - Setelah meninggalnya Rasulullah, timbul berbagai aliran dalam Islam. Ada yang disebabkan oleh alasan politik dan ada pula yang disebabkan oleh perbedaan cara tafsir ajaran Islam terhadap berbagai persoalan baru.
Beberapa aliran yang muncul diantaranya adalah Kodariyah, Murjiah, Muktazilah, Khawarij, Syiah, dan Ahlusunnah. Dari sekian banyak aliran yang ada, kini dalam perjalanan 15 Abad Islam, tinggal Sunni (Ahlusunnah) dan Syiah yang tetap bertahan sedangkan lainnya secara nama sudah hilang, meskipun pengaruh alirannya tetap ada dalam berbagai bentuk.

Kiai Said meyakini, keberadaan dua aliran yang sudah terbukti mampu bertahan ini akan mampu bertahan jauh di masa depan. Persaingan pun akan terus berlanjut.

“Sampai hari kiamat, Ahlusunnah dan Syiah mungkin tidak akan hilang. Buktinya 15 abad masih ada. Jadi kita harapkan persaingannya sehat. Yang positif. Masing-masing meningkatkan kualitasnya,” katanya.

“Saya bukan Syiah, tetapi saya ingin bersaing dengan Syiah yang sehat. Bukan persaingan fisik, bakar-bakaran dan kemudian saling mengusir,” tegasnya.

Menurut Kiai Said, pengikut aliran Syiah memiliki kelebihan berupa militansi yang bagus. Militansi yang intelek, bukan militansi yang ngawur. Dalam kasus Palestina, di wilayah tersebut tidak ada orang Syiah, tetapi Iran lah yang paling menganggap musuh dengan Israel, Hizbullah yang paling menganggap musuh Israel.

Mengenai kepintaran orang Syiah, Kiai Said menjelaskan, hal ini bisa dilihat dari latar belakang peradaban Persia yang jauh lebih maju dari Arab. Begitu masuk Islam, tinggal ganti agama, ganti kitab suci Al-Qur’an, tetapi nilai-nilai peradabannya sudah mapan.

“Ahli hadits tidak ada orang Arab, tetapi orang Persia semua. Bukhari, Muslim, Turmudzi, Ibnu Majah, Ibnu Dawud, Daruqutni, Daylimi,” imbuhnya.

Ia menambahkan yang menciptakan ilmu nahwu, Imam Sibawaih merupakan orang Persia, yang menciptakan ilmu balaghoh atau kesusastraan bahasa Arab juga orang Persia, yaitu Amir bin Ubaid. Yang pertamakali menjadi mufassir besar, yaitu orang Tabaristan, yaitu Ibnu Ja’far Attabari yang membuat tafsir 10 jilid. Imam Ghozali merupakan Persia. Abu Hanifah dan Imam Hambali orang Persia. Sementara Imam Syafii dan Imam Malik orang Arab.

Mengenai hubungan yang harmonis antara Sunni dan Syiah, Kiai Said yang menyelesaikan doktor di Universitas Ummul Qura Makkah ini menjelaskan, Mesir bisa menjadi contoh. Mesir dulu ada kelompok Syiah, Sunni, dan Kristen Ortodok. Mereka bisa hidup damai.

“Nggak pernah ada konflik mazhab. 10 raja dari Syiah di Mesir dari dinasti Fatimiyah. Yang membangun kota Kairo orang Syiah, yang membangun masjid Al Azhar juga orang Syiah,” tandasnya.

Sayangnya, Mesir kini sudah mulai ada yang terseret pada fanatisme kelompok seperti mulai adanya ISIS dan Al-Qaedah. [

Gus Dur & Mata Allah.

TANPA didampingi siapa pun, Gus Dur dan aku bertemu di warung nasi depan kampusku. Pakaian batik dan sarung membungkus tubuhnya, peci yang miring serta kacamata tebalnya melengkapi kediriannya. Dialog yang bagiku aneh pun terjadi. Aneh karena perbincangan kami kesana kemari, tak jelas arahnya.

Gus Dur :
"Sebenar apa pun tingkahmu, sebaik apapun prilaku hidupmu, kebencian dari manusia itu pasti ada. Jadi jangan terlalu diambil pusing. Terus saja jalan.!"

Mughni :
"Iya, Gus. Tapi.."

Gus Dur :
"Bagaimana tidak repot, hidupmu terlalu banyak 'tapi'.!"

Mughni :
"Hehehehe.."

Gus Dur :
"Apa kamu kenal Wa Totoh? Maksud saya KH. Totoh Ghozali."

Mughni :
"Disebut kenal ya tidak, tapi saya sering mendengar ceramah-ceramahnya di Radio."

Gus Dur :
"Belajarlah kamu kepadanya, bagaimana memurnikan tauhid masyarakat. Dia menggunakan bahasa lokal sebagai senjatanya, memakai humor cerdas tanpa hina dan caci."

Mughni :
"Baik, Gus, kalau itu perintah Panjenengan."

Gus Dur :
"Ini bukan perintah, ini memang sesuatu yang seharusnya kamu lakukan sebagai Da'I."

Mughni :
"Laksanakan."

Gus Dur :
"Kamu suka menulis?"

Mughni :
"Tidak, Gus, tulisan saya buruk sekali. Saya coba menulis puisi atau cerita pendek, tapi benar-benar buruk hasilnya."

Gus Dur :
"Rupanya kamu belum pernah dilukai seorang wanita, makanya tulisan kamu tidak bagus."

Mughni :
"Lha, Panjenengan tau darimana kalau saya belum pernah dilukai wanita?"

Gus Dur :
"Ya itu tadi, karya sastramu buruk sekali."

Mughni :
"Hmmmmm.."

Gus Dur :
"Kamu pernah pesantren?"

Mughni :
"Pernah, Gus."

Gus Dur :
"Dimana?"

Mughni :
"Di Al-Falah sama di Al-Musaddadiyah."

Gus Dur :
"Rupanya kamu Santri Kyai Syahid sama Kyai Musaddad."

Mughni :
"Iya."

Gus Dur :
"Saya juga sering bersilaturahmi ke beliau-beliau itu. Mereka salah satu penjaga Islam Ahlussunnah wal Jama'ah."

Mughni :
"Ketikajadi Santri, saya nakal sekali. Saya merasa malu kepada beliau-beliau itu, Gus."

Gus Dur :
"Saya beritahu kamu, kebaikan seorang Santri tidak dilihat ketika dia berada di Pondok, melainkan setelah dia menjadi alumni. Kamu tinggal buktikan hari ini, bahwa kamu adalah santri yang baik."

Mughni :
"Terima kasih, Gus."

Gus Dur :
"Dunia tanpa pesantren, bagi saya adalah siksa. Bersyukurlah karena kamu pernah menjadi bagian di dalamnya."

Mughni :
"Iya, Gus."

Gus Dur :
"Kamu mau tau rahasia hidup saya dalam memandang segala sesuatunya?"

Mughni :
"Tentu, Gus, saya ingin tau rahasia panjenengan."

Gus Dur :
"Dalam memandang segala sesuatu, gunakanlah 'mata' Allah."

Mughni :
"Waduh. Bagaimana contohnya?"

Gus Dur :
"Contohnya begini. Ketika saya didatangi banyak orang yang meminta perlindungan, apakah orang itu benar atau salah, saya terima semuanya dengan lapang dada. Karena apa? Saya selalu yakin, Allah lah yang menggerakan hati mereka untuk datang kepada saya. Jika saya tolak karena mereka bersalah, itu sama saja saya menolak kehendak Allah. Perlindungan saya kepada orang-orang yang disudutkan karena kesalahannya itu, bukanlah bentuk bahwa saya melindungi kesalahannya, tapi saya melindungi kemanusiaannya."

Mughni :
"Duh.."

Gus Dur :
"Lebih jauhnya begini. Jika kamu membenci orang karena dia tidak bisa membaca al-Qur'an, berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah, tapi al-Qur'an. Jika kamu memusuhi orang yang berbeda Agama dengan kamu, berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah, tapi Agama. Jika kamu menjauhi orang yang melanggar moral, berarti yang kamu pertuhankan bukan Allah, tapi moral. Pertuhankanlah Allah, bukan yang lainnya. Dan pembuktian bahwa kamu mempertuhankan Allah, kamu harus menerima semua makhluk. Karena begitulah Allah."

Mughni :
"Ya Allah.."

(Haul Gus Dur yang ke-6)
.
.

Dicuplik dari tausiyah Guru Niam Muiz

Pukulan Telak "Cak Nun" Untuk Orang Yang Bersorban dan Bergamis

Gentaloka.com ~ Walaupun seorang ulama atau kyai, tapi Cak Nun selalu berpakaian seperti layaknya orang biasa. Bisa dikatakan ganok bedane karo wong dodol akik, buruh pabrik atau sales kaos kaki.

“Kalau saya datang dengan berpakaian gamis dan sorban, memang tidak ada salahnya. Cuman saya takut semua orang akan berkesimpulan bahwa saya lebih pandai daripada yang lain. Lebih parah lagi, kalau mereka berkesimpulan bahwa saya lebih alim...Kalau itu tidak benar, itu khan namanya 'penipuan'...!" kata Cak Nun.

"Kalaupun memang benar, apakah akhlak itu untuk dipamerkan kepada orang lain (melalui pakaian)? Tidak boleh kan? Maka semampu-mampu saya, berpakaian seperti ini untuk mengurangi potensi 'penipuan' saya kepada Anda. Anda tidak boleh mendewakan saya, me-Muhammad-kan saya, meng-habib-kan saya, karena saya adalah saya karena Allah menjadikan saya sebagai saya dan tidak karena yang lain. Maka Anda obyektif saja sama saya...” lanjut Cak Nun.

Menurut Cak Nun, seorang ulama harusnya bisa berpakaian yang sama dengan pakaian umatnya yang paling miskin. Cak Nun tidak mempersalahkan orang yang bergamis dan berserban. Malah salut sama mereka yang menunjukan kecintaannya pada Rasulullah dengan meniru persis apa yang ada di diri Rasul. Tapi perlu diketahui bahwa baju Rasulullah tidak sebagus dan sekinclong yang dipakai kebanyakan orang sekarang. Baju Rasulullah sendiri ada 3 jenis : yang dipakai, yang di dalam lemari dan yang dicuci. Dan semua orang Arab di jaman nabi, model pakaiannya seperti itu. Nggak cuma Nabi Muhammad..;Abu Jahal, Sueb, Sanusi, Atim dan orang Arab lainnya, model klambine koyok ngono iku.

Jadi sebenarnya sunnah Rasul yang paling mendasar adalah Akhlaknya bukan kostumnya. Orang yang disukai Tuhan adalah orang yang menyebut dirinya buruk, biso rumongso, nggak rumongso biso.

Orang yang diragukan keihklasannya adalah orang menyebut dirinya baik. Semua nabi mengaku dirinya dzolim : "Inni Kuntu Minadzolimin"(aku termasuk orang yang dzolim). Nggak ada nabi yang mengaku dirinya sholeh. Kalau ada orang yang mengaku paling benar atau alim, langsung tinggal mulih ae...ndang baliyo sriii...!
"Kalau sama Tuhan kita harus 100%, kalau kepada ilmu kita, cukup 99%. Seluruh yang saya ketahui dan yakini benar itu belum tentu benar. Maka saya tidak mempertahankan yang saya yakini benar karena mungkin mendapatkanilmu yang lebih tinggi." kata Cak Nun.

Karena itulah saat bersama jamaahnya, Cak Nun selalu memposisikan dirinya sama, sama-sama belajar. Dan Cak Nun sendiri lebih suka pada jamaah yang sedang berproses daripada yang sudah ahli ibadah. Karena itu lebih tepat sasaran. Bukan pengajian pada orang yang sudah ngerti Al Quran, bukan pengajian yang menyuruh haji orang yang sudah berhaji, menyuruh ngaji orang yang sudah ngaji tiap hari, menyuruh orang shalat yang sudah shalat, dst.

"Tidak apa-apa kalau ilmu agamamu masih pas-pasan, itu malah membuatmu menjadi rendah hati. Banyak orang yang sudah merasa tahu ilmu agama, malah menjadikannya tinggi hati, " begitu pesan Cak Nun.

"Kalau saya kadang bicara pakai bahasa Jawa, jangan dibilang Jawasentris..saya cuman berekspresi sebagai orang Jawa..saya lahir dan dibesar di Jawa..diperintah Tuhan jadi orang Jawa...maka saya mencintai dan mendalami budaya saya..siapa bilang Jawa itu tidak Islam..kalau saya ayam saya nggak akan jadi kambing..kalau anda kucing jangan meng-anjing-anjing-kan diri..Kita memang disuruh Bhineka (berbeda-beda) kok..!
" Banyak orang salah kaprah menyebut Cak Nun sebagai penganut kejawen. Kejawen ndasmu... 'Software' Cak Nun lebih canggih karena laku tirakat luar biasa yang dilakukan sejak kecil. (Laku tirakat yang tidak bertujuan untuk menguasai ilmu hitam koyok mbahmu mbiyen). Sehingga beliau waskito, mempunyai sidik paningal, mempunyai pandangan yang tajam dan jernih soal kehidupan.
Little bit wagu kalau ada orang Jawa (atau Indonesia) yang malah membangga-mbanggakan budaya Arab atau Barat. Benci kebaya tapi nggak ngasih solusi bagaimana kebaya bisa Islami. Ingat : Jowo digowo, Arab digarap dan Barat diruwat.

JIKA ANDA MERASA ARTIKEL INI BERMANFAAT SILAHKAN SHARE !!!

Dedi Mulyadi, Terjemahkan Nilai-nilai Tauhid

Jum'at, 08 Januari 2016

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, mengatakan, keterputusan hubungan antara nilai ketuhanan dalam diri manusia mengakibatkan keanehan. Pada satu sisi masyarakat Indonesia berwajah religius, tetapi di pihak lain sangat jauh dari nilai-nilai ketuhanan.

“Ini akibat keterjebakan orang berpikir formal. Sarjananya formal, kerjanya formal, semua serba formal, sampai-sampai menghayati Tuhan pun sebatas formal fikih dengan ibadah formal. Jadi kalau Anda ingin punya jawaban mengapa orang Indonesia itu saleh dengan ibadah tetapi jahat dalam kehidupan, itu jawaban saya,” terangnya , Kamis 7/1/2015.

Akibat berpikir dan bertindak formal itu menurut Dedi, orang-orang tidak banyak menghasilkan kreasi-kreasi terobosan. Karena itulah mengapa ia sebagai bupati pun tidak sekadar ingin menjalankan formalitas.

“Saya penuhi kewajiban formalnya, tetapi tidak cukup berhenti di situ karena saya sebagai manusia punya tanggungjawab mengemban misi khalifah, kewajiban Tuhan di muka bumi dalam bidang-bidang yang saya mampu lakukan. Jabatan hanya salahsatu peran, bukan satu-satunya,” ujarnya.

Bupati nyentrik yang belakangan ini dicap sebagai Raja Musyrik oleh sekelompok orang itu melihat kenyataan, bahwa dunia informal yang penuh dinamika, memberikan banyak potensi dan keniscayaan manusia untuk berbuat banyak diabaikan.

“Serba formal dan lupa hal yang informal atau kultural itu menjebak manusia menjadi sempit. Nyari makan pun harus bekerja secara formal, padahal kalau mau kreatif, tidak perlu ada pengangguran. Tak ada pekerjaan mestinya menciptakan pekerjaan. Tanah, air, udara dan cahaya semua melapangkan kita untuk beraktivitas secara produktif mengemban semangat ilahiah,” ujarnya.

NILAI UNIVERSAL TUHAN

Menurut Dedi, selama ini orang lupa akan nilai-nilai universal Tuhan yang harus diperankan dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan menurut Dedi sering dianggap sesuatu, bahkan diberhalakan dalam pikiran, tak jarang liyan yang berbentuk lalu disembah. Hal itu menurutnya menjadi bagian dari pemberhalaan secara tak langsung dan menghambat kemampuan kreatif manusia sebagai khalifatullah fil ard.

Jika Tuhan dianggap universal dan bernilai transenden, Dedi percaya akan banyak praktik-praktik kemanusiaan yang berjalan di atas nilai-nilai ketuhanan dan usaha penegakan rule of law dalam bingkai keislaman dan keindonesiaan akan terwujud.

“Itulah kenapa saya selalu mencoba menerjemahkan nilai-nilai Tauhidiyah yang transenden dari Tuhan dalam kehidupan sehari-hari untuk kaidah berpolitik, untuk kaidah bernegara, untuk kaidah berbangsa, dan untuk kaidah berwarga. Sebab hanya dari situlah bangunan nilai kemanusiaan yang setara, berkepribadian, dan berkemandirian akan tercipta karena kita semua tunduk pada nilai ketuhanan,” jelasnya.- Anisa/Fti

Sumber : KataKini

Selasa, 05 Januari 2016

Diambang Keruntuhan Dinasti Saudi

Pasca eksekusi Hukuman Pancung terhadap seorang 'Ulama Syiah yg aktif mengkritisi pihak Kerajaan Saudi. Terjadi juga pemutusan hubungan Bilateral antar Negara se-Jazirah Arab dan pencabutan atas penempatan Kantor Kedubes. Hal itu berefek sangat cepat sedemikian rupa beriring dengan berbagai ungkapan dan kecaman terhadap tindak hukum yang di laksanakan Saudi. Parahnya Saudi seolah melempar boomerang bunuh dirinya sendiri. Karena kejadian itu di sebut-sebut dan di kabarkan menghasilkan respon yang panas dari semua kalangan Aktivis dan seluruh lapisan masyarakat di dunia. Terutama bagi Negara-negara Islam Syiah dan para pengikutnya. Ini sudah kesekian kalinya ulah Saudi yang membuat Iran, sebagai salah satu Negara Mayoritas Islam Syiah, naik pitam dan kembali melontarkan sikap tegas bahkan seruan laknat untuk para pelaku Hukuman Mati tersebut.

Pengamat dan Penganalisa di Tanah Air mulai menggambarkan situasi politik Timur Tengah yang terus memanas ini. Di balik usaha Kaum Intoleran Wahabi yang terus berupaya untuk mengobarkan Perpecahan antara Sunni-Syiah lewan fitnah-fitnah dan berita Hoax yang tak berhenti mengalir. Beberapa Pengamat Sosial Media seperti Deny Siregar, Ahmad Zain oul-Mottaqin, Surya Hamidi, Ardiyansyah, dll. Bahkan seorang Pengamat Hubungan Internasional terkenal seperti Dina Yoelianti Sulaeman, angkat bicara soal tindakan Saudi yang makin bertentangan dengan Hukum HAM Internasional.

Menariknya berbagai analisa-analisa mulai mencuat lagi pasca kejadian ini, mengenai Perang Dunia Ketiga yang disebut-sebut akan pecah di seluruh wilayah Asia ini. Perang 'Armagedon' atau Perang Akhir Zaman.

Tapi sikap Saudi yang terbilang konyol ini seperti tidak berarah. Karena pada kenyataannya, setelah pemutusan hubungan antara Saudi-Iran. Saudi harus membuat kanal perbatasan yang membentang sepanjang 950km dengan kedalaman 25m yang memanjang dari di sepanjang perbatasan Saudi hingga ke Yaman. Yang konon menurut Surya Hamidi akan menghabiskan dana sekitar 80miliyar USD.

Pengeluaran besar tersebut di perparah dengan kemungkinan sikap politik Iran yang akan menutup selat Hormuz yang menjadi jalur Laut yang aktif sebagai jantung perekonomian Laut bagi hampir seluruh Negara Arab, khususnya Negara Teluk.

Di tambah dengan sedang terjadinya Krisis Pertambangan yang tengah di alami Saudi di Negaranya. Konfrontasinya terhadap Yaman yang terbilang buang-buang waktu dan amunisi. Juga pembiayaan dan persenjataan terhadap ISIS, al-Qaeda dan seluruh jaringan teroris yang beeafiliasi dalam bendera Khilafah...??

Benarkah Perang Akhir Zaman itu akan terjadi....?

Saudi di Ambang Kehancuran.

Salam Penuh Maaf dan Doa.

Ridhwan. E Kulaniy

Minggu, 03 Januari 2016

Maulid dan Natal

Memasuki pergantian tahun,
Hari-hari perayaan terjadi secara beruntun.
Masih saja ada segilintir orang yg mulutnya penuh racun,
sok suci dan pintar dgn keyakinan mereka yang turun-menurun.
Janganlupa bahwa Indonesia adalah Negeri Rumpun,
sudah semestinya saling menghargai  hidup rukun.
Aku bangkit menantang manusia intoleran menjelang Natal,
mengibarkan bendera Perdamaian (Islam) dengan semangat Nusantara yang kental.
Wajah-wajah garang kaum intoleran itu bak coretan artefak kuno,
Kaku dan penuh dengan ekspresi emosional yang dongo.
Tenggelam dalam pemikiran teologi yang salah tafsir,
Fanatisme menjerat akal mereka menjadi makhluk pandir.
Makhluk zaman batu itu bernama kaum "Intoleran",
Menistakan perdamaian dan mendustakan persatuan.
Mereka kaum penyembah angan-angan,
tentang syurga yang mereka anggap hanya milik mereka yg jenggotan.
Hanya milik mereka yang bercadar, dan hanya milik mereka yang bertingkah sangar tak berakhlaq dan kasar.
Mereka menolak Pedoman Negeri ini,
mereka jelas anti-NKRI.
Mereka tolak Bhineka, mengigau tentang 'khilafah' yang mereka cipta.
Belakangan tingkah konyol mereka makin nyata,
Membelah Nusantara dengan berbagai sentimen yang mereka bina.
Mulai dari Sara,
caci maki penuh noda,
dan fitnah yang jauh dari fakta.
Mereka itu kaum pandir, yang teriak sana-sini dengan takbir,
bertindak slalu saja tanpa pikir.
Mereka hina kehormatan negara,
jatuhkan Merah-Putih dan menolak Pancasila.
Akal mereka yang primitif tak mampu memahami makna filosofis,
Karena mereka adalah kaum fanatis yang ekstrimis.
Sebagian dari mereka nampak Cinta Indonesia,
namun itu hanya jadi kamuflase belaka.
Untuk mencari suara,
Bahwa negeri ini pantas utk di jaga.
Sambil mengobral ideologi mereka yang super-gila,
Menjerat orang sana-sini untuk membuat makar di Nusantara.
Sebut aku si satir,
Karena aku senang menyindir.
Panggil aku Putra Padjajaran,
Karena darahku tercipta dari Tanah Pasundan.
Aku bukan Indo-Blasteran, juga bukan ke-Arab-an.
Selamat Menyambut Maulid Gusti Pangeran,
Selamat menyambut Natal Isya putra Maryam.

12 Hijriyyah / 24 Desember 2015

Minggu, 06 September 2015

Mengenal Konspirasi Yahudi (part5)

1921 : Atas perintah dari Jacob Schiff, Council of Foreign Relations (CFR) didirikan oleh Bernard Baruch dan Kolonel Edward Mandell House. Schiff memberikan perintah ini sebelum kematiannya tahun 1920, bahwa harus didirikan sebuah organisasi di Amerika untuk menyaring para politisi untuk melanjutkan konspirasi Rothschild. Formasi dari CFR disetujui di sebuah pertemuan pada 30 Mei 1919 di Hotel Majestic di Paris, Perancis. Anggota CFR pada mulanya adalah sekitar 1000 orang di Amerika. Mereka adalah kepala dari hampir semua kekaisaran industri di Amerika, semua bankir internasional Amerika, dan kepala dari semua yayasan bebas pajak. Mereka akan menyediakan modal bagi setiap kandidat yang ingin menjadi anggota Konggres, Senat, ataupun Presiden. Pekerjaan pertama CFR adalah mengontrol pers. Tugas ini diberikan kepada John D. Rockefeller yang mendirikan sejumlah majalah nasional seperti Life dan Time. Dia juga membiayai Samuel Newhouse untuk membeli dan mendirikan jaringan surat kabar di seluruh Amerika, dan bersama-sama Eugene Meyer mereka membeli Washington Post, Newsweek, dan The Weekly Magazine. CFR juga perlu mengontrol radio, televisi, dan industri perfilman. Tugas ini dibagi-bagikan di antara para bankir seperti Kuhn Loeb, Goldman Sachs, Warburgs, dan Lehmanns.

1924 : Josef Stalin menjadi penguasa di Rusia. Nama aslinya adalah Djugashvili, artinya “anak dari Yahudi.”

1925 : Tahun ini di Ensiklopedia Yahudi, dikatakan tentang keberadaan para Yahudi Ashkenazi (yang merupakan 90% dari dunia
Yahudi), dengan sebuah pengakuan yang mengejutkan bahwa musuh dari Yahudi, Esau (yang juga dikenal dengan nama Edom, lihat Kitab Kejadian Bab 36:1), sekarang merupakan representasi dari ras Yahudi, dan pada halaman 42 volume V dikatakan bahwa, “Edom adalah Yahudi modern.”

Ini sama saja dengan mengatakan bahwa orang-orang Yahudi Ashkenazi ini, yang merupakan 90% dari dunia Yahudi, sebenarnya adalah orang goyim (orang non-Yahudi).

1926 : Maurice de Rothschild melahirkan seorang anak laki-laki, Edmond de Rothschild.

1929 : Rothschild menghancurkan perekonomian Amerika dengan mengetatkan suplai uang .

1930 : Bank Dunia pertama Rothschild, “Bank for International Settelments (BIS)” didirikan di Basle, Swiss. Tempat yang sama saat 33 tahun sebelumnya diselenggarakan Konggres Zionist Dunia.

1933 : Pada 30 Januari, Adolf Hitler menjadi Kanselor Jerman. Dia mengusir Yahudi, yang kebanyakan adalah komunis keluar dari posisi mereka di pemerintahan Jerman. Akibatnya, pada bulan Juli, Yahudi menggelar Konferensi Dunia di Amsterdam dan menuntut Hitler mengembalikan setiap orang Yahudi kembali ke posisi mereka. Hitler menolak. Kemudian Samuel Untermyer, yang sekarang menjadi kepala delegasi Amerika dan pimpinan konferensi ini, kembali ke Amerika dan menyampaikan hal berikut:

“…Yahudi adalah aristokrat di dunia… Apa yang akan kita lakukan adalah memboikot semua produk Jerman, pengiriman dan jasa… Kita akan menghancurkan regim Hitler dan mengembalikan akal sehat orang Jerman dengan menghancurkan ekspor mereka… Setiap dari kalian, orang Yahudi atau bukan… harus menolak membeli apapun juga yang dibuat dari Jerman.”

Karena 2/3 dari suplai makanan Jerman harus diimpor, dan hanya bisa diimpor kalau ada barang yang diekspor, maka bila Jerman tidak bisa lagi  mengekspor, 2/3 dari populasi Jerman akan kelaparan, karena hanya ada bahan makanan
untuk 1/3 rakyat Jerman. Akibat boikot ini, Yahudi di Amerika, akan memprotes ataupun merusak semua toko yang menjual produk Jerman. Saat efek dari boikot ini mulai terasa di Jerman, orang-orang Jerman, yang sampai saat itu tidak melakukan kekerasan apapun terhadap orang Yahudi, pun mulai memboikot toko-toko Yahudi. Tentara Nazi dan Yahudi Palestina kemudian berkolaborasi selama 7 tahun ke depan. Mereka memiliki satu tujuan yang sama, Yahudi Palestina menginginkan agar semua orang Yahudi pindah ke Palestina, sedangkan Nazi menginginkan agar orang Yahudi di Jerman bisa diusir keluar dari Jerman. Mereka menandatangani sebuah perjanjian yang dinamakan Ha’avara, yang isinya adalah izin transfer dari penduduk Yahudi beserta kekayaan mereka untuk dipindahkan dari Jerman ke Palestina. IBM yang didanai Rotschild, membuat mesin untuk Nazi yang memproduksi kartu-kartu untuk mengorganisasikan dan mengatur identifikasi sosial untuk mengusir orang Yahudi, dan menyita properti mereka.
Tahun ini, Presiden Roosevelt, yang lahir oleh wanita Yahudi, memerintahkan agar semua dolar Amerika dicetakkan sebuah logo Illuminati, sebuah mata yang sedang mengawasi dengan motto “Novus Ordo Seclorum,” artinya “Tatanan Dunia Baru.”

1934 : Hukum kerahasiaan bank Swiss dirubah dan setiap karyawan bank yang melanggar aturan ini akan dimasukkan ke penjara. Ini adalah persiapan untuk Perang Dunia II yang direkayasa oleh Rothschild, yang mana seperti biasanya, mereka akan membiayai kedua belah pihak.
Edmond de Rothschild meninggal.

1938 : Tanggal 7 November, seorang Yahudi, membunuh Ernst vom Rath, seorang ofisial kedutaan Jerman di Perancis. Hasilnya tingkat kebencian orang Jerman kepada Yahudi mulai
lepas kendali. Bank Rothschild di Austria, S.M. von Rothschild und Sohne, ditutup setelah pendudukan Nazi di Austria.

1939 : I.G. Farben, produsen bahan kimia di dunia dan perusahaan baja terbesar di Jerman melipatgandakan produksi mereka. Ini adala untuk mempersiapkan pasukan Jerman
menghadapi Perang Dunia II. Perusahaan ini dimiliki oleh Rothschild dan mereka menggunakan orang Yahudi dan para pembangkang lainnya sebagai budak pekerja. I.G. Farben juga menciptakan Zyklon B, gas yang digunakan untuk membunuh orang Yahudi.

Tanggal 1 September, Perang Dunia II dimulai saat Jerman menyerang Polandia. Pimpinan Jerman adalah orang Kristiani, dia mengetahui bahwa Rusia sedang dipimpin oleh Komunis (yang dibiayai Rothschild), dan dia khwatir saat Persekutuan Soviet berkembang terlalu kuat, Yahudi komunis akan menginvasi Jerman dan menyapu bersih orang Kristiani dari peta dunia.

1940 : Dalam bukunya, “Inside The Gestapo,” Hans jurgen Koehler mengatakan hal berikut tentang Maria Anna Schicklgruber, nenek dari Adolf Hitler,

“Seorang pelayan wanita… pergi ke Vienna dan menjadi pelayan rumah tangga… di kediamaRothschild… dan Kakek Hitler yang tidak diketahui pasti ada di rumah tersebut.”

Buku lain “The Mind of Hitler,” oleh Walter Lange mengatakan,

“Ayah Hitler, Alois Hitler, adalah anak haram dari Maria Anna Schicklgruber… Maria tinggal di Vienna saat dia mengandung. Saat itu dia dipekerjakan sebagai pelayan di rumah Baron Rothschild. Saat diketahui bahwa dia mengandung, Maria dikirim pulang ke kampungnya… di mana Alois lahir.”

Di permukaan, tampaknya Hitler tidak mungkin seorang keturunan
Rothschild, tetapi saat Anda mengetahui manfaat yang didapat Rothschild dari perang, baik secara finansial maupun politik, sebuah koneksi Rothschild sebenarnya tidak lagi tampak aneh.

1941 : Presiden Roosevelt merencanakan untuk melibatkan Amerika ke dalam perang dengan melarang penjualan baja bekas dan minyak kepada Jepang. Saat itu Jepang sedang berperang melawan Cina. Tanpa baja dan minyak, Jepang tidak bisa melanjutkan perangnya. Jepang tergantung total kepada Amerika untuk menyediakan baja bekas dan minyak. Roosevelt sudah tahu bahwa ini akan memprovokasi Jepang untuk menyerang Amerika, yang memang mereka lakukan lewat serangan Pearl Harbor.

1942 : Prescott Bush, Bapak dari dua Presiden Amerika di masa mendatang, George Herbert Walker dan George W, perusahaannya disita atas tuduhan “Berdagang dengan
Musuh,” dia membiayai Hitler dar Amerika, padahal pada saat yang sama tentara Amerika sedang berperang melawan tentara Jerman.

1943 : Tanggal 18 Febuari, Izaak Greenbaum, seorang Zionist, kepala dari komite penyelamatan Yahudi, dalam pidatonya di pertemuan Zionist mengatakan,

“Bila saya ditanya, bisakah kamu memberikan uang dari UJA (United Jewish Appeal) untuk menolong kaum Yahudi, jawaban saya adalah tidak, saya katakan sekali lagi, tidak! Seekor sapi di Palestina lebih berharga daripada seluruh orang Yahudi di Polandia!”

Kata-kata ini tidaklah mengejutkan, keseluruhan ide dari Zionist memang mendukung pembunuhan masal terhadap orang Yahudi untuk menakut-nakuti mereka supaya percaya bahwa satu-satunya tempat yang aman bagi mereka adalah Israel. Bagaimana lagi caranya menyakinkan kaum Yahudi untuk meninggalkan kota-kota indah di Eropa untuk pindah ke Israel, sebuah padang gurun!

1944 : Di Bretton Woods, New Hampshire, dua bank Internasional Rothschild diciptakan: IMF dan World Bank.

1945 : Dilaporkan bahwa pabrik I.G. Farben tidak dijadikan target pemboman di Jerman. Di akhir perang, kerusakan pabrik ini hanya mencapai 15%. Pengadilan yang diselenggarakan di akhir Perang Dunia II untuk menginvestigasi kejahatan perang Nazi, melakukan sensor terhadap semua material yang melaporkan bantuan Barat kepada Hitler.

Keluarga Rothschild berhasil melangkah maju untuk menciptakan Pemerintahan Dunia mereka dengan didirikannya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

1947 : Inggris yang di sebelum Perang Dunia II menyatakan bahwa tidak akan ada imigrasi orang Yahudi ke Palestina untuk melindungi orang Palestina dari aksi teror terhadap mereka ataupun terhadap tentara Inggris, mentransfer kontrol atas Palestina kepada PBB, yang kemudian memutuskan untuk membagi Palestina menjadi 2 bagian, satu untuk Zionist dan satu lagi untuk Arab, dengan kota Yerusalem tetap sebagai zona internasional dan bisa dinikmati oleh semua aliran kepercayaan. Transfer ini dijadwalkan pada 15 Mei 1948. Bagaimana orang Arab bisa tidak marah, PBB tidak punya hak untuk memberikan properti Arab kepada siapapun, apalagi sebenarnya saat itu orang Yahudi di Palestina hanya 6%, tetapi mereka mendapatkan 57% dari tanah Palestina.

Mengenal Konspirasi Yahudi (part3)

1839 : Pemerintahan Cina memerintahkan penyitaan opium dan membuang 2.000 peti opium ke sungai. David Sassoon segera menghubungi Rothschild dan hasilnya Kerajaan Inggris segera mengirim tentaranya melawan tentara Cina (Perang Opium). Perang tersebut berakhir tahun 1842 dengan di tandatanganinya Perjanjian Nanking. Beberapa butir dari perjanjian tersebut antara lain:

-Legalisasi perdagangan opium di seluruh daratan Cina.
-Kompensasi sebesar 2 juta pound kepada David Sassoon atas opium yang dibuang ke sungai.
-Penguasaan beberapa teritorial (pulau) Cina oleh Kerajaan Inggris.

1840 : Rothschild menjadi broker logam mulia Bank of England. Mereka kemudian juga mendirikan cabang di California dan Australia.

1844 : Salomon Mayer Rothschild membeli United Coal Miners di Vitkovice dan Austro-Hungarian Blast Furnace Company, itu adalah salah satu dari 10 transaksi paling berpengaruh di dunia industri global saat itu. Benjamin Disreaeli, seorang Yahudi Askkenazi (yang dua kali menjabat sebagai Perdana Menteri), menerbitkan Coningsby, di dalamnya dia menggambarkan Nathan Rothschild sebagai berikut, “Raja dan Tuan dari pasar uang di dunia, dan tentu saja Raja dan Tuan atas segala yang lain. Dia memegang pendapatan dari Italia Selatan dalam bentuk gadai, dan semua Raja dan Menteri di seluruh dunia ada di bawah kendalinya.”

1845 : Presiden Andrew Jackson meninggal. Jacob (James) Rothschild (yang menikahi keponakannya, Betty, putri dari saudaranya sendiri, Salomon Rothschild) memenangkan kontrak untuk membangun jalur kereta api terbesar. Rel ini dinamai Chemin De Fer Du Nord yang menghubungkan Paris ke Valenciennes dan kemudian bersatu dengan jaringan rel Austria yang dibangun oleh saudaranya (Salomon Rothschild).

1847 : Lionel De Rothschild menikahi putri dari pamannya (Kalmann), dan terpilih menjadi anggota parlemen di London. Salah satu persyaratan untuk memasuki parlemen adalah melakukan sumpah untuk setia sebagai Kristiani. Lionel Rothschild menolaknya dan kursi dia di parlemen tetap kosong selama 11 tahun kemudian sampai peraturan baru tentang sumpah parlemen diperbaharui. Bagaimana dia bisa mempertahankan kursi dia di parlemen selama 11 tahun?

1848 : Karl Marx, seorang Yahudi Ashkenazi, menerbitkan “The Communist Manifesto.” Pada saat yang bersamaan, Karl Ritter dari Universitas Frankfurt sedang menulis sebuah antitesis yang akan menjadi basis Freidrich Wilhelm Nietzsche untuk memulai “Nietzscheanisme,” yang kemudian dikembangkan menjadi Fasisme dan akhirnya menjadi Nazisme yang digunakan untuk menjalankan Perang Dunia I dan II. Karl Marx, Ritter, dan Neitzsche semuanya dibiayai dan bekerja atas instruksi keluarga Rothschild. Gagasan mereka adalah dengan menciptakan perbedaan ideologi, mereka bisa memecah-belah semakin banyak manusia, memancing mereka menuju pertengkaran, mempersenjatai mereka dan membawa mereka ke medan perang untuk saling membunuh, dan pada saat yang bersamaan menghancurkan semua institusi politik dan religius, rencana yang sama yang dimulai oleh Weishaupt tahun 1776.

1849 : Gutle Schnaper, istri dari Mayer Amschel Rothschild meninggal. Sebelum meninggal dia
berkata,

“Bila anak-anaku tidak menginginkan perang maka tidak akan terjadi perang.”

1852 : N.M. Rothschild & Sons mulai mencetak emas dan perak untuk Royal Mint dan Bank of England dan pembeli internasional lainnya.

1854 : Caroline Stern, istri Salomon Rothschild, meninggal.

1855 : Amschel Mayer Rothschild meninggal, Salomon Mayer Rothschild meninggal, Kalmann Mayer Rothschild meninggal.

1858 : Lionel De Rothschild akhirnya menduduki kursinya di parlemen setelah peraturan tentang sumpah Kristiani diperluas ke agama lainnya. Dia menjadi orang Yahudi pertama yang duduk di parlemen Inggris.

1861 : Presiden Abrahan Lincoln mencari pinjaman dari bankir New York. Atas pengaruh dari Rothschild, bank-bank menawarkan pinjaman dengan bunga sangat tinggi, 24 sampai 36%. Lincoln memutuskan untuk mencetak uang bebas hutangnya sendiri.

1862 : Bulan April, $449.338.902,- uang bebas hutang dicetak dan didistribusikan. Lincoln berkata,

“Kita memberikan rakyat di Republik ini berkat terbesar yang pernah mereka miliki, uang kertas milik mereka untuk membayar hutang-hutang mereka.”

1863 : Presiden Lincoln mengetahui bahwa Tsar Russia, Alexander II (1855 – 1881) juga memiliki masalah dengan Rothschild karena tidak mengizinkan usaha mereka untuk mendirikan bank sentral di Rusia. Tsar kemudian membantu Lincoln dengan mengirim kapal perangnya di San Fransisco sebagai peringatan bagi Inggris dan Perancis untuk tidak ikut campur dalam perang sipil Amerika. Bank Rothshild di Naples, Italy, C.M. de Rothschild e figli, ditutup karena unifikasi Italy. Rothshild menggunakan salah seorang anggotanya, John D.Rockefeller (Yahudi Sephardim) untuk mendirikan sebuah perusahaan minyak bernama Standard Oil, yang akhirnya mengambil alih semua
kompetitornya.

1865 : Di depan Konggres, Presiden Lincoln berkata,

“Saya menghadapi dua musuh besar, pasukan Negara Bagian Selatan di depanku, dan institusi finansial di belakangku. Dari keduanya, yang di belakangku itulah yang paling berbahaya.”

Tanggal 14 April, Lincoln mati dibunuh, 2 bulan sebelum berakhirnya perang sipil Amerika. Keturunan keluarga Rothschild, Jacob Schiff, menuju Amerika pada usia 18 tahun, dengan instruksi untuk mendirikan sebuah bank sentral kembali di Amerika. Misi Jacob adalah sebagai berikut:

- Mengontrol sistem keuangan Amerika dengan mendirikan bank sentral.
- Temukan orang-orang, yang bila dibayar, akan melayani tujuan
Illuminati dan mempromosikannya di
pemerintahan Federal, Konggres, Kejaksaan, dan agen-agen federal lainnya.
- Ciptakan perselisihan di dalam negara, terutama dengan menargetkan para kulit putih dan kulit hitam.
- Ciptakan gerakan penghancuran agama di Amerika, terutama agama Kristiani. Nathaniel de Rothchild menjadi anggota parlemen untuk Aylesbury di Buckinghamshire.

1868 : Jacob Mayer Rothschild meninggal, tak lama setelah membeli Chateau Lafite, satu dari empat estate paling mahal di Perancis. Dia adalah anak terakhir dari Mayer Amschel Rothschild yang meninggal.

1870 : Nathaniel de Rothschild meninggal.

1871 : Seorang Jenderal Amerika bernama Albert Pike, yang telah menjadi anggota Illuminati atas pengaruh Guiseppe Mazzini, menyelesaikan cetak birunya untuk rancangan tiga perang dunia  mendatang. Perang dunia I adalah perang untuk menghancurkan Tsar Rusia, seperti yang perna dijanjikan Nathan Rothschild tahun 1815. Tsar akan digantikan oleh Komunisme yang akan digunakan untuk menyerang agama, terutama Kristiani. Perbedaan antara kekaisaran Inggris dan Jerman akan digunakan sebagai penyebab perang ini.

Perang dunia II didasari oleh kontroversi antara Fasisme dan politik Zionisme denga pembunuhan orang Yahudi sebagai pemancing kebencian orang terhadap Jerman. Perang ini dirancang untuk menghancurkan Fasisme (yang juga dirancang Rothschild) dan meningkatkan pengaruh politik para Zionist. Tujuan lain adalah untuk meningkatkan pengaruh Komunisme ke level yang bisa menandingi kekuatan Kristiani.

Perang dunia III dirancang dengan menciptakan kebencian terhadap dunia Muslim dengan menempatkan mereka untuk berperang melawan  kekuatan Zionist. Saat itu terjadi, negara-negara lain di dunia akan terpaksa berperang satu sama lain dengan menyebabkan kehancuran bagi mental, fisik, spiritual,
dan ekonomi mereka.

Pada 15 Agustus tahun ini, Albert Pike menulis sebuah surat (sekarang di katalogkan di British Museum) kepada Guiseppe Mazzini di mana dia berkata:

“Kita perlu melepaskan para nihilis dan atheis dan kita akan memprovokasi sebuah katalis besar sosial yang mana akibatnya akan ditunjukkan dengan jelas kepada semua negara. Mereka akan merasakan efek absolut dari Atheisme, asal muasal dari penderitaan dan kerusuhan berdarah terbesar. Setelah itu, orang-orang akan terpaksa untuk melindungi diri mereka terhadap kelompok minoritas dari revolusioner dunia dan akan mulai membinasakan para penghancur peradaban. Para Kristiani yang saat itu akan menghadapi hilangnya semangat, kepemimpinan, dan timbulnya kekhawatiran terhadap keyakinan mereka, akan kehilangan arah kepada siapa mereka harus percaya, akan mendapatkan cahaya sejati lewat manifestasi universal dari doktrin suci Lucifer. Sebuah manifestasi yang mana akan membawakan sebuah pergerakan dimana Kristiani dan Atheisme, kedua-duanya akan ditaklukkan dan dihilangkan pada saat yang sama.”

1872 : Sebelum kematiannya, Guiseppe Mazzini menjadikan pimpinan revolusioner bernama Adrian Lemmy sebagai penggantinya. Lemmy di kemudian hari akan digantikan oleh Trotsky, setelah itu Stalin. Semua aktivitas dari orang-orang ini dibiayai oleh keluarga Rothschild.

1873 : Akibat mengalami kerugian, pertambangan tembaga Rio Tinto di Spanyol dibeli oleh sekelompok orang asing, termasuk Rothschild. Pertambangan ini adalah salah satu sumber tembaga terbesar di Eropa.

1875 : Jacob Schiff mengambil alih bank Kuhn, Loeb & Co. Dia juga membiayai Standard Oil John Rockefeller, bisnis rel kereta api Edward Harriman, dan bisnis baja Andrew Carnegie. Semuanya dengan dukungan dana dari Rothschild. Tahun ini Lionel De Rothschild memberikan pinjaman kepada Perdana Menteri Benjamin Disraeli supaya Inggris sanggup membeli saham kepemilikan Terusan Suez dari Khedive Said, Mesir. Hal ini dilakukan karena Rothschild memerlukan akses rute ini di bawah kendali pemerintah yang bisa mereka kontrol, mereka memanfaatkan militer pemerintah untuk melindungi kepentingan bisnis mereka di Timur Tengah.

1879 : Lionel Rothschild meninggal.

1880 : Agen-agen Rothschild memulai program pembunuhan masal terhadap orang Yahudi di Rusia, Poland, Bulgaria, dan Romania. 2 juat orang kemudian mengungsi ke berbagai tempat, kebanyakan berpindah ke Amerika, ke New York, Chicago, Philadelphia, Boston, dan Los Angeles. Mereka berhasil mendatangkan banyak orang Yahudi ke Amerika, yang setelah itu, akan dididik untuk menjadi pemilih partai Demokrat. 20 tahun kemudian mereka memiliki
basis pemilih partai Demokrat yang sangat besar di Amerika dan berhasil mengangkat anak didik Rothschild, Woodrow Wilson, menjadi Presiden Amerika.

1881 : Edmond James de Rothschild
mendapatkan seorang anak laki-laki, Maurice de Rothschild.

1886 : Bank Rothschild Perancis, de Rothschild Freres mendapatkan mendapatkan sejumlah besar ladang minyak Rusia dan kemudian membentuk Caspian and Black Sea Petroleum Company, yang dalam waktu singkat menjadi perusahaan minyak terbesar nomor dua.

1887 : Penyelundup opium di Cina, Edward Albert Sassoon, menikahi Aline Caroline de Rothschild, cucu dari Jacob Mayer Rothschild. Bapak Aline, Gustave, bersama dengan saudaranya, Alphonse, mengambil alih cabang Rothschild Perancis
setelah Bapak mereka, Jacob, meninggal. Rothschild membiayai penggabungan tambang diamond Kimberley di Afrika Selatan. Mereka kemudian menjadi pemegang saham terbesar perusahaan ini, De Beers, dan mulai menambang batu mulia di Afrika dan India.

Selasa, 03 Maret 2015

SURAT PEMIMPIN BESAR REVOLUSI ISLAM IRAN, AYATULLAH SAYYID ALI KHAMANEI.Hfz kepada PEMUDA EROPA DAN AMERIKA UTARA

Atas nama Allah, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Untuk Pemuda di Eropa dan Amerika Utara.

Peristiwa baru-baru ini di Perancis dan insiden serupa di beberapa negara Barat lain membuat saya yakin untuk langsung berbicara pada kalian tentang hal tersebut.

Saya berbicara pada kalian (para pemuda), bukan berarti saya mengabaikan orang tua kalian tapi karena masa depan bangsa dan negara kalian berada di tangan kalian sendiri; dan saya juga menemukan bahwa semangat mencari kebenaran di hati kalian lebih hidup dan kuat.

Saya tidak berbicara pada politisi dan negarawan kalian dalam surat ini, karena saya yakin bahwa mereka dengan sadar telah memisahkan jalur politik dari jalan kejujuran dan kebenaran.

Pembicaraan saya dengan kalian tentang Islam, khususnya citra dan wajah Islam yang ditampilkan pada kalian. Sejak dua dekade lalu, kira-kira setelah kehancuran Uni Soviet, banyak usaha dilakukan untuk menempatkan agama besar ini pada posisi musuh yang menyeramkan. Provokasi rasa takut, kebencian dan penyalahgunaannya — sayangnya — punya catatan panjang dalam sejarah politik Barat.

Di sini, saya tidak akan membahas mengenai berbagai phobia yang hingga kini di indoktrinasi bangsa-bangsa Barat. Dengan tinjauan sepintas studi kritis terbaru tentang sejarah, kalian akan melihat fakta bahwa dalam penulisan sejarah baru, perilaku-perilaku tidak jujur dan munafik pemerintah-pemerintah Barat terhadap bangsa-bangsa dan budaya lain di dunia telah disensor dalam Historiografi baru. (Historiografi adalah ilmu yang mempelajari praktik ilmu sejarah, red).

Sejarah Amerika Serikat dan Eropa dipermalu dengan perbudakan, dipermalu dengan masa penjajahan dan dipermalu dengan penindasan orang-orang kulit berwarna dan non-Kristen. Para peneliti dan sejarawan kalian sangat merasa malu pada pertumpahan darah atas nama agama antara Katolik dan Protestan, atau atas nama kebangsaan dan etnis selama Perang Dunia Pertama dan Perang Dunia Kedua. Hal ini [rasa malu pada pertumpahan darah] dengan sendirinya layak dipuji, dan tujuan saya menyebutkan sebagian kecil dari daftar panjang ini bukan untuk mencela sejarah, namun saya minta kalian bertanya kepada para intelektual kalian mengapa hati nurani publik di Barat harus selalu terlambat selama beberapa puluh tahun dan terkadang satu abad untuk bangun dan sadar?

Mengapa revisi dalam kesadaran kolektif harus diarahkan ke masa laluyang jauh dan tidak ke arah persoalan sekarang ini?

Mengapa dalam isi-isu penting seperti perlakuan terhadap budaya dan pemikiran Islam untuk pembentukan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, dicegah?

Kalian mengetahui dengan baik bahwa penghinaan, penyebaran kebencian dan ketakutan ilusi tentang “orang lain” telah menjadi dasar umum bagi semua pencari keuntungan dan penindas. Sekarang, saya ingin kalian bertanya pada diri kalian sendiri, kenapa kebijakan lama penyebaran “phobia” dan kebencian yang menargetkan Islam dan Muslim muncul dengan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya?

Kenapa struktur kekuasaan di dunia saat ini ingin pemikiran Islam terpinggirkan dan pasif?

Apakah konsep dan nilai-nilai dalam Islam mengganggu berbagai agenda kekuatan-kekuatan besar dan apa kepentingan-kepentingannya dilindungi dalam bayangan pendistorsian citra Islam?

Oleh karena itu, saya mohon kalian bertanya dan mengeksplorasi tentang motivasi penodaan luas terhadap Islam.

Permintaan kedua saya — sebagai reaksi terhadap banjir prasangka dan kampanye negatif — coba kalian peroleh pengetahuan tentang agama ini secara langsung dan tanpa perantara. Logika yang tepat mensyaratkan bahwa setidaknya kalian memahami apa yang membuat kalian takut dan lari darinya. Saya tidak memaksa kalian harus menerima penafsiran saya atau interpretasi lain tentang Islam. Namun yang ingin saya katakan, jangan biarkan realitas-realitas dinamis dan efektif di dunia saat ini diperkenalkan pada kalian sebagai kepentingan dan tujuan-tujuan yang telah terkontaminasi. Jangan biarkan orang-orang munafik menggunakan para teroris yang mereka rekrut sebagai wakil Islam untuk memperkenalkan agama ini kepada kalian.

Kenalilah Islam dari sumber-sumber primer dan aslinya. Kenalilah Islam melalui al-Quran dan kehidupan Nabi Besar Muhammad aaw. Di sini, saya ingin bertanya apakah kalian hingga sekarang sudah membaca langsung al-Quran kaum Muslimin?

Apakah kalian sudah mempelajari ajaran Nabi Islam (Muhammad saw), doktrin kemanusiaan dan akhlaknya?

Selain media, apakah hingga sekarang kalian pernah menerima pesan Islam dari sumber lain?

Pernahkah kalian bertanya pada diri sendiri bagaimana dan atas dasar nilai-nilai apa selama berabad-abad Islam sudah mengembangkan peradaban ilmiah dan intelektual terbesar dunia serta membimbing para ilmuwan dan pemikir paling terkemuka?

Saya ingin kalian tidak membiarkan mereka menciptakan jurang emosional antara kalian dan realitas yang ada dengangambaran penghinaan dan ofensif serta menghilangkan kemungkinan penilaian netral kalian. Hari ini, media komunikasi sudah menghapus batas geografis. Karena itu, jangan biarkan mereka mengepung kalian dalam batas-batas palsu dan emosional. Meski tak seorangpun mampu memenuhi kesenjangan yang sudah diciptakan itu sendirian, namun masing-masing dari kalian dapat membangun jembatan pemikiran dan keadilan di atas kesenjangan itu untuk menerangi diri sendiri dan lingkungan di sekitar kalian.  Tantangan yang sudah direncanakan sebelumnya ini antara Islam dan kalian — wahai para pemuda — tidak diharapkan, namun hal ini bisa memicu pertanyaan-pertanyaan baru di benak kalian yang selalu penasaran dan bertanya-tanya.

Upaya menemukan jawaban pertanyaan-pertanyaan ini akan memberi kalian peluang tepat untuk menemukan kebenaran baru. Karena itu, jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan pemahaman tepat, benar dan objektif tentang Islam. Semoga dengan rasa tanggung jawab terhadap kebenaran, generasi mendatang akan menulis sejarah interaksi antara Islam dan Barat saat ini dengan hati nurani lebih jernih dan kebencian yang minim.

Sayyid Ali Khamenei, 21 Januari 2015.

Sabtu, 21 Februari 2015

Asyura : Epik Cinta, Pengabdian dan Kesetian (2)

     Epik Imam Husein as, dikenal sebagai simbol konfrontasi kebenaran dengan kebatilan serta pengorbanan di jalan agama. Gerakan Imam Husein as bukan sekedar sebuah peristiwa, melainkan sebuah budaya yang hidup dan melahirkan berbagai gerakan baru. Sebuah budaya yang bangkit dari konteks Islam dan memainkan peran determinan dalam menjaga kelestarian nilai-nilai luhur agama. Yang pasti epik seperti ini, tidak akan pernah terhapus dari sejarah dan akan selalu menjadi motivasi dalam memerangi kezaliman bagi setiap generasi umat manusia.

      Pada hari kesepuluh bulan Muharram tahun 61 Hijriah, seruan adzan dikumandangkan oleh Ali Akbar, putra Imam Husein bin Ali as menandai subuh Asyura. Shalat ditunaikan. Seakan semua wujud mengikuti Husein as. Para sahabat pun menunaikan shalat penuh kecintaan mengikuti pemimpin mereka. Seusai shalat Subuh, para perindu syahadah itu bangkit. Seakan tidak satu pun di antara mereka yang merasa kehausan dan seakan tidak ada ancaman 30.000 pedang yang telah terhunus di seberang medan sana. Umar bin Saad, panglima pasukan musuh mengetahui bahwa Husein as dan para sahabatnya tidak akan menyerang dan telah siap berperan.

     Imam Husein as mengatur laskarnya yang hanya berjumlah puluhan dan menyerahkan panji kepada saudaranya yang setia Abbas bin Ali. Kemudian beliau maju ke depan dan memperkenalkan diri dengan harapan masih ada sekelumit kesadaran dalam hati pasukan musuh. Beliau berseru: "Wahai kaum, kitab Allah dan kakekku Rasulullah (Saw) yang akan memberikan keputusan di antara aku dan kalian. Wahai masyarakat, mengapa kalian menghalalkan darahku? Bukankah aku putra Nabi kalian? Apakah kalian tidak mendengar ucapan kakekku tentang diriku dan saudaraku yang mengatakan: Putraku Hasan dan Husein adalah pujangga para pemuda penghuni sorga?”

      Namun apa gunanya nasehat Imam Husein as, seakan hati mereka telah terkunci. Umar bin Saad menggerakkan pasukannya dan dengan suara keras dia berkata, “Saksikan wahai pasukan, katakan kepada penguasa Kufah bahwa aku adalah orang pertama yang melepaskan panah ke arah Husein.”

      Kemudian langit Karbala tertutupi dengan ribuan panah yang melesat ke arah pasukan Husein as. Kepada pasukannya Imam Husein as berkata, “Panah-panah ini adalah pesan perang. Bangkitlah, rahmat dan kasih sayang Allah (Swt) bersama kalian.”

      Para sahabat Imam Husein as berperang tanpa secuil rasa takut dan menampilkan cinta dan pengorbanan yang tak terbayangkan. Para sahabat saling berlomba mendahului untuk terjun ke medan perang. Mereka dengan penuh hormat meminta ijin dari Imam Husein as untuk terjun ke medan perang. Hati para sahabat telah diluapi kecintaan kepada Allah Swt dan Imam Husein as. Hakikat ini dapat disaksikan dengan jelas dalam pasukan Imam Husein as, bahwa para sahabat beliau terjun di medan pengorbanan dengan kesadaran, kecintaan dan keimanan penuh. Bagi Imam Husein as dan para sahabatnya, rasa sakit akibat kebodohan dan kejahilan masyarakat, lebih pedih dari luka pedang. Oleh karena itu, mereka berjuang bertekad melakukan tugas jihad terpenting yaitu memberantas kebodohan dalam pikiran masyarakat. Dalam sejarah Karbala disebutkan bahwa sebagian besar sahabat Imam Husein menyampaikan ucapan-ucapan bernilai tinggi untuk menyadarkan musuh. Di medan laga, para sahabat Imam Husein as melantunkan bait-bait syair epik memperkenalkan Imam Husein as dan keluarga Nabi, sebelum mereka menunjukkan heroisme di jantung barisan musuh. Ini menunjukkan bahwa musuh tidak berhenti berusaha merusak citra Ahlul Bait Nabi.

      Masing-masing sahabat Imam Husein as yang bergegas ke medan perang, mampu menggetarkan barisan musuh hanya dengan menunjukkan keagungan iman dan perjuangan mereka. Setelah itu mereka akan berperang dengan penuh keberanian hingga terjatuh dengan badan penuh luka. Imam Husein as mendatangi setiap sahabatnya di medan perang, menghibur mereka dan memuji kesetiaan mereka. Para sahabat yang tidak sanggup mengungkapkan kebahagiannya dengan pertemuan tersebut, akan menjawab seruan beliau dengan ucapan “labbaik ya Husein”.

      Para syuhada telah berjatuhan di medan perang, pasukan Imam Husein as hanya tinggal sangat sedikit. Imam Husein as memandang pasukan musuh dan berseru: “Apakah ada orang yang membantu kami demi Allah? Apakah ada orang yangmembela kehormatan Nabi dan menjauhkan kami dari musuh?”

      Sengat terik matahari padang Karbala merampas dahaga dan daya dari perkemahan Imam Husein. Anak-anak gelisah. Salah satu sahabat mengabarkan waktu shalat dzuhur. Imam Husein as menatap ke langit dan berkata, “Kau telah mengingat shalat; semoga Allah menempatkanmu di antara para penunai shalat. Iya telah tiba waktunya; mintalah mereka (musuh) untuk menangguhkan sejenak dan berhenti perang sehingga kita dapat shalat."

   Barisan shalat berjamaah telah tersusun. Jumlah jemaah shalat tidak mencapai 30 orang. Di cuaca panas Karbala dan di dalam kepungan tombak, pedang dan panah musuh, ditunaikan shalat dengan penuh kekhusyukan. Bukankah Imam Husein as berkata bahwa dia bangkit melawan demi menegakkan amr makruf dan nahi munkar? Shalat Imam Husein as dan para sahabat setianya mengindikasikan tujuan tersebut. Tiga sahabat Imam Husein as termasuk Said bin Abdullah, salah satu penjaga barisan shalat, telah menjadi perisai penuh dengan panah. Usai shalat, Said bin Abdullah telah berlumuran darah.

      Para sahabat telah pergi dan hanya para ksatria keluarga Imam Husein as dari Bani Hasyim yang tersisa. Ali Akbar, Abbas dan saudara-saudaranya, para putram Hasan bin Ali as dan putra-putra Aqil dan Zainab. Selama masih ada sahabat, Imam Husein as tidak mengijinkan seorang dari Bani Hasyim terjun ke medan perang. Sekarang adalah detik-detik perpisahan. Ali Akbar menyampaikan perpisahan dengan sang ayah menuju medan perang. Setelah itu, disusul Qasim bin Hasan, kemudian para putra Ali dan lainnya, sampai akhirnya sang pembawa panji laskar Imam Husein as yaitu Abbas bin Ali mengorbankan jiwanya.

     Sekarang hanya tinggal Husein bin Ali as, kesayangan Rasulullah Saw, terkepung musuh yang congkak dan hina. Imam Husein as untuk terakhir kalinya ingin menyempurnakan hujjah-nya kepada musuh. Beliau mengangkat putra bayinya yang kehausan Ali Asghar dan meminta air untuk anak tidak berdosa ini. Akan tetapi musuh menembakkan panah ke leher Ali Asghar. Imam Husein as dengan duka mendalam, memercikkan darah putranya ini ke langit dan memohon agar Allah Swt menerima pengorbanannya.

      Para sahabat dan keluarganya telah gugur syahid, Imam Husein as sendirian, namun berdiri tegak dan gagah di medan perang. Ke arah mana pun beliau bergegas, barisan musuh akan porak-poranda. Tidak ada yang berani bertarung menghadapi Imam Husein. as.

Umar bin Saad berteriak: “Sedang apa kalian? Ini adalah putra Ali, jiwa Ali ada di raganya, jangan kalian berduel dengannya.”

Setelah beberapa waktu berperang tidak imbang di padang yang panas menyengat dan dalam kondisi kehausan dan kelelahan, Imam Husein as terdesak. Beliau sejenak berdiri diam. Ketika itu salah seorang dari pasukan musuh melempar batu yang mengena dahi Imam Husein as hingga pecah dan mengucurkan darah. Aksi itu disusul dengan tembakan panah yang menusuk dada Imam Husein as dan beliau pun semakin bersimbah darah. Imam Husein as menengadahkan kepala ke langit dan berkata, “Ya Allah! Kau tahu pasukan ini, akan membunuh seseorang yang kecuali dia tidak ada lagi putra dari putri Nabi di muka bumi."

      Untuk beberapa saat Imam Husein as terbaring di atas tanah dengan badan penuh darah. Tidak ada yang berani mendekati beliau. Pada akhirnya, seorang dengan perangai kejam dan sadis mengayunkan pedangnya ke kepala Imam Husein as. Darah terpercik dari kepala beliau. Kemudian Imam Husein as dengan hati penuh kerinduan untuk segera bertemu dengan Allah Swt berkata: “Ya Allah! Aku ridho atas keridhoan-Mu dan berpasrah diri kepada-Mu. Wahai Tuhan yang akan mengadili seseorang sesuai dengan amalnya, adili antara aku dan masyarakat ini, karena Kau adalah sebaik-baiknya Hakim.”

Sanan bin Anas turun dari kudanya dan berdiri di atas Imam Husein as, kemudian mengayunkan pedangnya ke leher Imam Husein as. Langit pun gelap berkabut. Kebenaran telah tertancap di tombak. Husein as dengan bibir kehausan melantunkan ayat-ayat al-Quran dan epik Asyura pun mencapai puncaknya.

Salam Atasmu Wahai Sayyidusy-Syuhada.

Salam Atasmu Wahai  Para Syuhada Karbalaa.

Asyura : Epik Cinta, Pengabdian dan Kesetiaan (1).

      Gerakan Karbala sejak peristiwa historis besar ini terjadi lebih dari seribu tahun lalu hingga kini senantiasa menjadi sumber mata air yang jernih bagiorang-orang dahaga akan kebenaran. Tidak diragukan lagi spirit agung, motif dan tujuan mulia Asyura membawa khazanah kebudayaan yang kaya sekaligus menjadi inspirasi bagi gerakan besar dunia. Tujuh hari berlalu setelah Imam Husein dan pengikutnya memasuki tanah Karbala.  Tanggal sembilan Muharram tahun 61 Hijriah, blokade yang dilakukan pasukan musuh terhadap Imam Husein dan mengikutnya semakin ketat. Orang-orang Kufah menutup akses terhadap air bagi Imam Husein dan rombongannya di padang Karbala. Padahal di antar rombongan Imam Husein terdapat anak-anak dan balita. Tekanan ancaman pasukan Umar bin Sa'ad semakin besar terhadap Imam Husein dan pengikutnya  .Oleh karena itu, Imam Husein memerintahkan seluruh pengikutnya yang dikepung untuk siaga dengan keterbatasan perlengkapan perang seadanya yang mereka miliki.
      Abbas Bin Ali, saudara Imam Husein termasuk di antara pengikut Imam Husein yang paling kuat. Beliau senantiasa mendampingi Imam Husein. Beliau berada beberapa langkah di depan Imam Husein demi melindungi pemimpinnya itu dari ancaman serangan musuh. Pasukan Imam Husein bersiaga menghadapi serangan musuh. Di antara mereka terdapat para remaja. Para pengikut Imam Husein di padang Karbala adalah orang-orang yang berhati suci dan pencinta kebenaran. Diri mereka dipenuhi kecintaan yang sangat besar terhadap Imam Husein, yang datang ke Karbala untuk menegakkan agama Nabi Muhammad Saw yang mengalami penyimpangan oleh penguasa lalim Yazid bin Muawiyah.  Ketika itu suasana yang terlihat begitu kental dari para pengikut Imam Husein adalah persatuan dan solidaritas yang kokoh. Sebab, mereka diikat oleh Iman dan cinta ilahi.

      Karbala adalah manifestasi dari persatuan, persatuan dalam tujuan, persatuan dalam ucapan dan perilaku, serta persatuan dalam kepemimpinan yang menjadikan para pengikut Imam Husein senantiasa siap berkorban dan mengabdi demi kebenaran mekipun harus mati syahid.

      Sore hari tanggal 9 Muharram, Umar bin Saad dengan membawa 4.000 orang pasukan pemanah dan penombak bergerak ke arah perkemahan Imam Husein. Pasukan berkuda semakin mendekat. Imam Husein memanggil Abbas, "Saudaraku tunggangilah kuda, dan majulah mengikuti pikiran dan nuranimu !".

Lalu, Abbas menunggangi kuda dan bersama 18 orang pengikutnya mendekati pasukan musuh. Abbas menuju ke arah Umar bin Saad, setelah dekat ia berkata, "Apa yang terjadi dengan kalian, apa tujuan kalian berbuat seperti ini ?".

Umar Bin Saad menjawab pertanyaan Abbas bahwa dirinya diutus oleh penguasa Kufah, Abdullah bin Ziyad untuk mengambil baiat dari Imam Husein. Umar bin saad berkata, "Patuh atas perintah ini atau berperang!".

Abbas kembali menuju Imam Husein, dan menyampaikan apa yang ditelah dikemukakan oleh Umar Bin Saad. Imam Husein berkata,"Kembalilah, dan katakan kepada mereka beri waktu hingga besok. Biarkan malam ini aku bersama Tuhanku, shalat dan membaca al-Quran, sebab al-Quran, doa dan istighfar adalah yang terbaik bagi kehidupan kita"

      Di sela-sela ini, Habib bin Mazahir, salah seorang sahabat setia Imam Husein mengambil kesempatan ini untuk menasehati Umar bin Saad dan pasukan musuh. Habib bin Mazahir mengenalkan siapa sebenarnya Imam Husein yang memiliki kedudukan tinggi sebagai Ahlul Bait Rasulullah Saw, dan penghulu Ahli Surga sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw. Nasehat ini disampaikan Habib bin Mazahir untuk menyadarkan Umar bin Saad dan pasukannya, sehingga di antara mereka ada yang tergerak hatinya untuk sadar dan berbalik menerima kebenaran yang dibawa Imam Husein. Tapi tidak ada seorangpun yang menyambut seruannya.Imam Husein menyampaikan faktor penyebab mengapa Umar bin saad dan pasukannya tidak mau menerima kebenaran.

      Dalam sebuah khutbahnya, yang disampaikan di hadapan musuh, Imam Husein berkata, "Perut dan kantung-kantung saku kalian telah dipenuhi dengan suap dan barang-barang haram. Oleh karena itu, hati nurani dan telinga kalian telah tertutup, dan tidak ada seorangpun yang bisa menyadarkan diri kalian".

      Tanggal 9 Muharam, malam hari tiba. Imam Husein dan orang-orang yang bersamanya tengah sibuk beribadah shalat, berdoa dan bermunajat. Di sisi lain,pasukan musuh bersiap-siap untuk melakukan kejahatan anti kemanusiaan terburuk yang dicatat dalam sejarah. Mereka tertawa dengan pikiran yang dipenuhi segala macam khayalan tentang upah yang akan diterima ketika menyerang Imam Husein dan pasukannya dari Yazid dan penguasa Kufah waktu itu.

     Apakah mereka tidak tahu siapa Husein? Apakah empat ribu orang pasukan itu tidak temasuk orang yang pernah menulis surat kepada Imam Husein? Bukankah sebagian dari mereka pernah bertemu dengan Nabi Muhammad Saw, dan mendengar langsung dari Rasulullah yang bersabda, 'Husein adalah penghulu surga' ?

Tapi, harta, tahta dan kebodohan telah menjadikan mereka buta dan tuli untuk menerima kebenaran.

      Malam itu, dari kemah Imam Husein dan pengikutnya yang terdengar hanya suara munajat dan doa. Mereka tahu, malam itu adalah malam terakhir. Di antara pasukan Imam Husein ada Abbas bin Ali yang meninggalkan kemah karena bertugas menjaga kemah dari serangan musuh. Sesekali Abbas datang ke kemah untuk menenangkan anak-anak yang terbangun karena kehausan. Pada malam hari Tasua, Imam Husain mengumpulkan pengikut setia dan keluarganya. Imam Husein menyampaikan pidato di hadapan mereka, "Bismillahi rahmani rahim. Ya Allah, hanya Engkau-lah yang paling layak disembah. Aku bersyukur atas segala karunia-Nya, baik suka maupun duka. Aku bersyukur karena Engkau telah mengutus Rasul-Mu, mengajarkan al-Quran yang memperkaya kesadaran dan pemahamanku, sehingga mata dan hati dan telinga dirahmati-Mu,

Imam Husein menatap satu persatu para pengikut dan keluarganya, lalu beliau berkata “Aku tidak mengenal keluarga dan penolong yang lebih baik daripada kalian, dan karena besok adalah hari perang, maka aku tidak dapat menjamin kalian, aku menarik baiat dari kalian, oleh karenanya aku mengizinkan jikalau kalian akan memilih jalanmu di kegelapan malam dan pergilah,”.

Tapi mendengar perkataan Imam Husein ini, sahabat dan keluarganyasecara bergantian satu per satu berdiri menyatakan kesetiaannya kepada beliau.Mereka menegaskan komitmennya kepada baiat yang telah diberikan kepada pemimpinnya itu. Orang pertama yang melakukan hal itu adalah Abbas bin Ali. Putra Ali bin Abi Thalib ini berkata, "Pemimpinku, demi Allah, bagaimana mungkin kami hidup, jika engkau tiada. Celakalah aku jika berpikir demikian. Tidak, kita akan selalu bersama. Tanpamu malam yang indah menjadi getir".

Perkataan Abbas membangkitkan spirit pengorbanan di tengah pengikut Imam Husein lainnya. Kemudian para pemuda Ahlulbait menyatakan dukungannya dan akan selalu menyertai Imam Husain. Ketika itu, Imam Husain menoleh ke arah putra-putra Aqil dan berucap, “Wahai putra-putra Aqil! Cukuplah pengorbanan kalian dengan kematian Muslim, karena itu pergilah kalian, Aku mengizinkan kalian untuk pergi.”

Namun mereka menjawab,“Demi Tuhan! Aku tidak akan melakukan hal itu. Jiwa, hartadan keluarga kami menjadi tebusan bagimu, dan kami akan berperang bersamamu.”Para sahabat Imam Husein berkata, “Puji Tuhan, kami dikaruniai anugerah untuk menolongmu dan syahadah menjadi kemuliaan kami bersamamu. Wahai putra Rasulullah Saw! Apakah Anda tidak rela jika kami juga bersama denganmu berada dalam satu derajat di surga?”.

      Imam Sajjad meriwayatkan bahwa setelah orasi dan mendengarkan jawaban penuh semangat tersebut, Imam Husain pun mendoakan mereka. Pengorbanan pengikut Imam Husein dan keluarganya di Karbala lahir dari kecintaan ilahi. Kesyahidan Imam Husein dan pengikutnya di Karbala menjadi sejarah yang abadi hingga kini, karena ditulis dengan cinta, pengabdian dan kesetiaan.

Selasa, 17 Februari 2015

Indonesia dan Tradisi Jahiliyyah Part.2 (Kotak-Kotak)

        Bhinneka Tunggal Ika. Sebuah kata yang menjadi semboyan utama dari Negeri Kesatuan yang kita cintai ini. Dimana kita bersatu diatas sekian banyak perbedaan yang meliputi tanah, perairan, bahasa, budaya, adat istiadat, dll. Ibarat warna mungkin Negara ini adalah Pelangi yang berwarna – warni. Banyak Manfaat yang kita dapat akibat Persatuan yang terjadi di Nusantara. Salah satunya adalah memerdekakan Tanah Air dari Penjajah – penjajah di masa lampau. Juga kita mengenal Peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi Pilar Utama Persatuan dan Kesatuan Rakyat Indonesia di masa PraKemerdekaan.
        Jelas kita semua mengetahui betapa Persatuan dan Kesatuan amat berarti bagi Negeri dan Bangsa ini. Sumpah Pemuda adalah bukti otentik bahwa tanggal 28Oktober 1928 bangsa Indonesia dilahirkan. Oleh karena itu sudah seharusnya segenap rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia. Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.
        Menarik tajuk diatas yang berbunyi “Kotak – Kotak”  artikel ini kembali menyajikan perbandingan dan analogi antara Beberapa Kejadian dalam Sejarah dan menyajikannya menjadi sebuah Permasalahan yang harus segera di sikapi dengan baik dan cermat. Judulnya pun masih sama seperti Pembahasan saya sebelumnya, yang mengusung Budaya Indonesia masa kini dengan tradisi Jahiliyah masa lampau yang berasal dari Tanah Arab. Sebelumnya saya sampaikan maaf jika dari artikel saya ini yg menyinggung Kebudayaan Lama Orang Arab dimasa Jahiliyah ataupun gaya Radikal beberapa Ormas yang ada di Indonesia. Saya hanya bermaksud mengenang Persatuan Bangsa ini dan berharap menemukkan kembali serat – serat Nasionalisme yang mulai kendur di antara Rakyat Indonesia.
        Mari kita cermati Latar Belakang terbentuknya Sumpah Pemuda pada 1928 silam. Sumpah Pemuda lahir dari hasil perkembangan Organisasi Budi Utomo yang melahirkan beberapa Organisasi Kepemudaan, seperti Tri Koro Darmo (Jong Java),  Jong Sumatranen Bond,  Jong Minahasa,  Jong Betawi, dan lain - lain.  Organisasi - organisasi itulah yang menjadi cikal bakal lahirnya Sumpah Pemuda. Untuk mewujudkan persatuan organisasi - organisasi tersebut, mereka kemudian melakukan pertemuan dalam rangka mencapai kata mufakat. Pada 15 November 1925, mereka mengadakan kongres pemuda untukmembentuk panitia pelaksanaan kesepakatan bersama. Kemudian, pada 30 April1926, organisasi - organisasi itu berkumpul dan membentuk rapat besar yang dikenal sebagai Kongres Pemuda I.


       Dua tahun setelah itu, pada 26 - 28 Oktober 1929, organisasi - organisasi pemuda, mahasiswa, dan partai politik, berkumpul kembali dalam Kongres Pemuda II, dengan agenda utama mempersatukan dan mengobarkan semangat perjuangan dalam diri masing - masing peserta. Pada hari ketiga kongres itulah Sumpah Pemuda dideklarasikan. Rumusan Sumpah Pemuda ditulis oleh Muhammad Yamin pada sebuah kertas, ketika Mr. Sunario sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres.Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo, dan kemudian dijelaskan panjanglebar oleh Muhammad Yamin. Pada hari itu, secara resmi Muhammad Yamin mengusulkan agar bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan Indonesia, dan di hari itu pula untuk pertama kalinya W.R. Supratman memperdengarkan lagu “Indonesia Raya” melalui gesekan biola yang diiringi alunan piano Dolly, putri Haji Agus Salim.
       Indahnya Indonesiaku, dengan Keberagaman Suku dan Budayanya bersatu padu menjadi Satu. Fakta yang saya ketahui mengenai Budaya Jahiliyah adalah, terbaginya Bangsa Arab menjadi banyak Kaum. Pastilah di dalam sebuah perpecahan ada permasalahan atau konflik yang menjadi pemicu perpecahan tersebut. Akankah Indonesia yang memiliki banyak suku ini akan berpecah kembali dan kehilangan Persatuannya selama ini? Realitanya sudah banyak konflik antar suku yang beberapa kali terjadi di Indonesia. Mulai yang di picu dari sengketa tanah, area kekuasaan,dsb.
       Beberapa media lokal baik media visual atau tertulis menggambarkan perpecahan – perpecahan yang kini terjadi. Bukan hanya mengenai suku dan Budaya, melainkan menjalar kearah Pemahaman dan sudut Pandat juga kearah Agama dan Keyakinan. Di bagian Kebudayaan semisal di Ibu Kota DKI Jakarta, ada FBR dan FORKABI yang terpecah. Di Maluku ada RMS, ada GAM di aceh dan ada OPM di Papua, dan lain sebagainya meliputi seluruh daerah Kepulauan NKRI. Di bagian Keagamaan di dalam Islam ada Nahdatul Ulama, Muhammadiyyah, Salafi, Ahlussunnah wal Jama’ah, Syiah, dll. Juga di dalam Agama Nasrani, ada Protestan, Khatolik, dsb. Belum lagi beberapa perselisihan dan konflik di antara satu Kelompok Masyarakat dengan Kelompok lain. Ironis….. Saya salah seorang Pemuda yang Seringkali kontradiksi dan kritis dalam menyikapi aksi – aksi yang terjadi pada beberapa Organisasi Masyarakat, terutama yang mengusung nama Budaya dan Keagamaan.
       Beruntungnya Tradisi Jahiliyyah pada zaman dahulu di Arab mengalami Perubahan dan Penghapusan dengan Datangnya Risalah Kenabian dari Rasullullah Muhammad. Sawa, yang membawa Perdamaian, Persatuan dan Cinta Kasih sesama Manusia. Bagaimanapun beberapa Pahlawan pun telah membawa Indonesia ke dalam Persatuan dan Cinta. Namun Kedamaiannya kini mulai hilang saat Cinta Tanah Air Pudar dan berganti dengan Cinta Diri dan Egoisme.

      

       Fakta dan Realita sudah terpampang, sulit memang menerima dan mempertimbangkan pada siapa kita harus memihak. Jawabannya adalah Sejauh mana anda mencintai Perdamaian dan Persatuan di Indonesia. Negeri ini berideologi Demokrasi bukan? Setiap Warga Negara Indonesia bebas memilih Keyakinannya dan bebas untuk berpendapat, selama apa yang di pilih dan di ungkapkan tidak bertentangan dengan isi dari Pembukaan UUD 1945. Begitukah?
       Selanjutnya Perkembangan dan Kelanjutan dari Negeri Tercinta kita ini ada pada kita semua, Generasi Penerus Bangsa dan para Orangtua juga peran para Pendidik di Sekolah yang menjadi ruang – ruang Eksklusif dalam menanamkan dan mengajarkan sikap, peilaku dan jati diri para Penerus Bangsa Kelak. Jangan sampai Indonesia menjadi semakin Jahiliyah dengan perpecahan – perpecahan yang kian berkesinambungan. Ingat! Kita satu dan tak bisa dipisahkan, memisahkan ataupunt erpisahkan.

Jawabannya adalah, Sejauh mana anda mencintai Perdamaian dan Persatuan di Indonesia, Negeri yang Kita Cintai ini!

Penuh Cinta dan Harapan.
RidhwanEndri. Y