Tampilkan postingan dengan label Indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Januari 2016

Obrolan Malam Minggu [2]

Ridhwan: Kesetiaan itu berarti ketiadaan dualisme dalam niat.. dan satu dalam tujuan dan maksud..

Indah: Maksudnya..? Jangan pake bahasa filsafat.. Kurang ngerti..?

Ridhwan: kesetiaan itu berarti tidak adanya dua harapan dalam satu niat..
 Kesetiaan itu artinya tidak membagi-bagi..

Indah: Maaf nih agak bawa ke arah lain.. Misal soal poligami.. Apakah itu cinta yg terbagi..? atau bukan?

Ridhwan: tergantung.. di Iran.. Poligami itu hukumnya bagiku Mubah. Seorang Hujjatul-Islam akan kehilangan Status HI nya. Jika ia melakukan Poligami. Bahkan pernah seorang Menteri, karena kedapatan menikah lagi (poligami). Ia di panggil oleh Rahbar dan di copot jabatan Menterinya oleh Rahbar. Aku sendiri memandang Poligami adalah sesuatu hal yg Mubazir.. Tapi boleh di lakukan dalam keadaan2 tertentu. Itu menurutku..

Indah: Halal tapi mungkin akan sulit menjalani nya.. Karena harus adil.. Apa bisa dikatakan kalo poligami berarti tidak setia..?

Ridhwan: Nggak juga.. makanya tadi aku bilang, tergantung pada niat. Kalo niatnya beribadah, jgn mengharapkan sesuatu yg berlebihan. Contoh, mau poligami niatnya Ibadah. Tapi harapannya condong kepada wanita yg lebih cantik, lebih seksi dll. Dari isteri pertamanya.. itu namanya dualisme.. Dualisme dalam poligami artinya menginginkan hal yg lebih dari sesuatu (yg baru) dari sesuatu (yg lama). faham nggak..? kalo nggak biar aku sederhanaanin lgi bahasanya..

Indah: Iya.. Faham.. Bukan kah gak lebih baik kalau mau poligami.. Yg nyari istri untuk suaminya adalah istri pertama..?

Ridhwan: Kebanyakan manusia zaman sekarang kan begitu ya..? Dualisme niat dalam Poligami.. iya bener itu.. isteri pertama yg harus mencarikan..

Indah: Soalnya aku punya teman yg berpandangan seperti itu.. Rela di poligami asalkan dia yg mencarikan adek madu nya..

Ridhwan: itupun kalo isteri pertama ridho...

Indah: Iya harus ridho.. Tapi masih banyak juga yg poligami tanpa di ketahui oleh istri pertama..

Bahkan ada yg tidak di ridhoi..  Apakah akan jadi dosa hal tersebut..?

Ridhwan: mubazir... dalam kajian hukum, dosa pun di bagi menjadi beberapa bagian. Untuk poligami yg kamu maksud itu, masuk kedalam dosa sosial dan dosa etika.

Indah: Kecuali kalo semua nya saling ridho maka akan menjadi pahala..  Benar tidak? Lalu bgaimana soal cemburu nya wanita adlh kekufuran..

Ridhwan: benar.. 😊 kamu cerdas.. cemburunya wanita adalah kekufuran.. Mungkin lebih tepatnya cemburu buta yaaa..? Tapi.. bisa jadi di karenakan hilang atau mulai berkurangnya kepercayaan.

Indah: Itu kan kata-katanya Imam Ali.. Sering baca aja tulisan tersebut.. Tapi apa iya wanita gak bisa cemburu.. Susah seperti nya..

Ridhwan: makanya aku bilang mungkin yg di maksud adalah cemburu buta..

Indah: Atau karena pasangan nya selalu bikin sesuatu yg membuat sang wanita cemburu..

Ridhwan: iya aku tau itu kata2 Imam 'Ali..
Jika kecemburuan itu hingga melampaui batas kewajaran, maka bisa jadi disebut kekufuran. Karena suami itu kan Imam bagi Isteri dan keluarganya.

Kalau makmun sudah tidak lagi percaya pada Imam, menurutmu bagaimana..?

Contoh jika kita tidak lagi percaya pada Imam Zamaan.afs bagaimana..? Bagaimana status keimanan kita..?

Indah: Mungkin kalo di bandingkan dengan Imam Zaman terlalu jauh..  Gak semua suami bisa jadi imam yg baik.. Karena kata2 imam Ali ada sambungan nya.. Kalo cuma cemburu buta pasti temasuk kekufuran.. Tapi seharus nya sang suami juga jangan smpe memancing atau membuat istri nya menangis...

"Perempuan bisa menyembunyikan Cintanya hingga 40tahun, tetapi ia tidak bisa menyembunyikan kebencian meski cuma beberapa saat. Dan jika mata perempuan mengeluarkan airmata (menangis) karena seorang lelaki telah melukainya, maka para malaikat akan melaknatnya (lelaki itu) di setiap langkahnya."

Ridhwan: itu terjemahannya. sesuai dengan hadits dari al-Imam.as yg kamu kirim..

Aku punya satu kata2..

Jika, kecemburuan wanita terhadap suaminya adalah kekufuran. Maka kebohongan sekecil apapun dari mulut lelaki adalah jurang neraka bagi dirinya..

Indah: Iya begitu.. Misal wanita menangis karena cemburu.. Dan si suami tetap pada kelakuannya yg memancing si istri cemburu.. Apakah malaikat akan melaknat sang suami..?

Ridhwan: Sereem ahh di laknat sama malaikat...

Indah: Iya.. Jadi seharusnya kedua belah pihak harusnya bisa saling menjaga izzah dan iffah tersebut.. Sehingga kepercayaan itu akan tercipta..

Ridhwan: ihh kamu pinter banget sihh..?😊 Aku setuju sama pendapatmu..

Bersambung...

Obrolan Malam Minggu [1]

Ridhwan: menurutmu apa makna dan tujuan dari pernikahan..?

Lalu apa yg menjadi pertimbanganmu dalam menentukan calon Suamimu kelak...??

Indah: Tuk saat ini tujuannya untuk ibadah dan kalau bisa menambah keturunan yang bisa menjadi pecinta Ahlulbayt as juga... Yang pertama harus se-akidah dan bertanggung jawab, tau kewajiban dan hak nya.. Bisa menjaga izzah dan iffah nya.. Kalau dia bisa menjaga dirinya insyaAllah dia bisa menjaga istrinya.. Banyak kalau di uraikan.. Tapi mengarah nya ke soal hati dan keyakinan sihh.. Soal rezeki aku lebih suka kerja bareng-bareng.. maksudnya saling bahu membahu... Bukan menunggu salah satu berhasil dulu, tapi sama-sama membangun keberhasilan...

Ridhwan: kenapa kamu memilih Mazhab AB..? Beri aku penjelasan logis..?

Indah: Pertama karena tau cerita Karbala.. Bisa di bilang karena Imam Hussein.. Dengan berjalan nya waktu ternyata mencintai Rasulullah.Saww dan Ahlulbayt nya adalah fardhu.. Apa ada alasan lain untuk bisa mengikuti mazhab ini...? Karena ingin mencintai yg wajib di cintai..

Ridhwan: cinta itu cenderung un-logis, karena memabukkan.

Indah: Cinta yg bagaimana dlu..?

Ridhwan Kulany: memang Cinta itu ada berapa pembagian..? Sehingga mesti di jelaskan Cinta yg bagaimana..?

Indah: Maksud nya cinta kepada apa dulu..? Banyak toh kalo di list cinta sama apa dulu..? Maka memabukkan nya juga akan beda arti.. Coba gantian aku yg nanya.. menurutmu apa makna dan tujuan dari pernikahan..?

Lalu apa yg menjadi pertimbanganmu dalam menentukan calon istrimu kelak..?

Ridhwan: Bagiku Cinta itu hanya satu.. Karena Cinta itu kesetiaan.. Kalo ada banyak Cinta berarti telah berselingkuh dgn apapun itu..
Tujuan dari pernikahan itu mencapai kesempurnaan Iman, menggapai Cinta yg Hakiki, menata KEINDAHAN, menegakkan KEADILAN, dan membangun KUASA. Kepada-Nya..

Karena aku atau pun kamu, adalah wujud eksistensi-Nya, yg kelak kan menyatu dalam Cinta kepada-Nya (Pernikahan) di dalam Kuasa-Nya.

Aku butuh wanita yg menanamkan Kesetiaan dalam abdinya, dan mengembangkan Ketulusan dalam Baktinya. Cinta adalah Pengabdian kepada kepada Allah.Swt, lewat segala apapun yang kita lakukan di dunia ini. Terutama lewat pernikahan.. Karena pernikahan adalah separuh Iman.

Indah: Cinta apa tidak di bagi.. cinta antara dua insan yang menjdi muhrim karena pernikahan.. Cinta pada Yang Maha Esa.. Cinta kepada orang tua.. Keluarga.. Cinta pada Ahlulbayt.. Apakah itu semua tidak akan terbagi..? Kalau kesetiaan aku juga sangat menjunjung nya.. Bahkan berharap bisa dan mendapat yg seperti itu..

Ridhwan: Ada sebuah riwayat menceritakan, suatu Hari Sayyidah Zainab.as sedang duduk bersama Ayahandanya (Imam 'Ali.as). Sayyidah Zainab lantas bertanya kapada Ayahnya:
"Wahai Ayah, apakah engkau mencintai Ibu..?" tanya polos Zainab.as.

"Tentu Puteriku, Ayah sangat mencintai Ibu.." jawab singkat Imam 'Ali.as.

"Apakah Ayah  mencintai ku..?" tanyanya lagi.

"Tentu saja, tidak mungkin aku tidak mencintaimu puteriku.." sahut Imam 'Ali.as dgm senyum teduh penuh bahagia.

"Lalu apakah Ayah mencintai Allah..?"

Wajah Imam 'Ali.as penuh kasih sayang menatap kearah Putrinya.
"Ya! Tentu.."

"Ayah berbohong..? Bagaimana bisa Ayah mencintai Aku.. Sedangkan Ayah juga begitu mencintai Ibu..? Lalu bagaimana bisa Ayah mencintai Allah, sementara Ayah juga mencintai Ibu.." keluh Zainab.as polos.

Imam 'Ali.as berdiri dan menurunkan tubuhnya seraya memeluk Zainab.as putrinya.

"Ketahuilah Puteriku, Sesungguhnya Allah mencintai siapapun yg mencintai apa yg di cintai-Nya."

Ridhwan: kira-kira seperti itu riwayatnya. Kamu ngerti filsafat..? Relativisme Etika, Kausalitas, dan Hukum keterikatan materi..?

Indah: Kurang ngerti soal filsafat....  Tapi soal riwayat tersebut bisa di mengerti...

Ridhwan Kulany: Itu masuknya ke dalam, keterikatan materi...

Mencintai Istri adalah Perbuatan yg di cintai Allah.Swt.

Mencintai Anak adalah Perbuatan yg di cintai Allah.Swt.

Lalu di mana pembagian Cinta itu...??
Sedangkan semata-mata semua kecintaan itu adalah karena dan untuk Allah.. ?

Indah: Kalo bicara filsafat aku nyerah.... Cuma bisa jawab pake perasaan aja... Boleh aku tanya..? Kalo soal kesetiaan..  Bagaimana kah kesetiaan itu...?

Ridhwan : jangan anggap diskusi... kita ngobrol santai... hitung-hitung PDKT kalo kata anak remaja... hehehehe...

Indah: Cuma pingin tau apa yg di maksud kesetiaan..?  Kan tadi ada kata kesetiaan juga..?

Bersambung...

Kamis, 04 Juni 2015

Nyanyian Malam

Apa yg tersisa di sepanjang jalan,
Ketika sepi berhembus temani kesepian.....
Bernyanyi dalam sunyi dan menyendiri.....

Apa yg bisa di lupakan,
Ketika semua berlandas pada harapan dan impian.....
Sementara imaji terendap di dasar hati.....

Apa yg patut di tinggalkan,
Ketika yg di harapkan hanya ketulusan.....
Ku kira Cinta telah membuat kita mengerti dan saling mengasihi.....

Tanya masih bersusun laksana ombak yg berderu,
Menginterogasi setiap alibi yg mencuat jadi ambigu.....
Selaksa realita tak mampu di sela,
Apalagi di hapus tuk menutupi fakta.....
Beginilah adanya,
Dimana kejadian tak bisa di terka.....
Dinamika selalu mengiringi setiap langkah kaki,
Halangan dan rintangan pun menjadi sesuatu yg mesti di hadapi.....
Di terima,
Dan di jalani.....

Lalu aku berlanjut menyelami kegelapan malam.....

Dalam keheningan yg ciptakan rentetan tuntutan dan keharusan,
Ku tuai jawaban dari surutnya kepastian.....
Tindakkan,
Kesusah payahan,
Dan sekelumit permasalahan yg mesti di selesaikan.....
Ini tentang tanggung jawab dalam kehidupan,
Dimana diam tak berarti bungkam.....
Dimana mengeluh bukan karena kelemahan,
Tetapi karena ingin dapatkan perhatian.....

Salahkah aku....?
Jika kisah di masa lalu yg kini membuatku merasa haus,
Haus akan perhatian dan pengertian yg khusus.....
Mungkin luput dari pandanganmu,
Atau bahkan tak sampai dalam imajimu.....
Karena kamu memiliki kebebasanmu sepenuhnya,
Meski pernah hampir kamu kehilangannya.....

Tapi aku....?
Huuhh.....
Rasanya tak ingin ku buka luka lama,
Namun perih dan cacatnya masih tersisa.....
Membekas di sanubari,
Menggores di lubuk nurani.....

Ini bukan luka hati yg tragis,
Tapi tekanan jiwa yg guncangkan psikologis.....

Rasanya mataku mulai perih dan berair,
Menelusuri lembaran kertas dan mata tinta yg bergulir.....
Sesal tak pernah terasa lagi,
Sesak di dada menepi dan bersembunyi.....
Bagaimana caraku lewati semua ini,
Adalah rahasia malam yg bernyanyi dalam sunyi.....
Dalam larutnya pekat malam,
Dan siksaan Insomnia yg seolah menghujam.....

Mata dan otakku.....
Kembali beralibi dalam Imaji.....

Oktober 2014

Rabu, 03 Juni 2015

Kamu

Perlahan ku urai satu persatu,
Berbagai gelisah yang selalu mengganggu...
Kan ku ungkap segala rancu,
Meski tiap wajah memandangku tabu...
Namun inilah massa dimana tiada lagi abu-abu,
Tiada hitam yang kan menutup cahya itu...

Masih tentang kegelisahan yang membuat semua seolah semu,
Semoga hadirmu jadi kelembutan yg luluhkan ragu...
Menjadi kepastian tentang adanya hari baru,
Dimana tiada lagi lara yang memecah asa jadi ambigu...

Kamu...
Seperti fajar yang selalu ku tunggu,
Lama ku terjaga menunggu waktu...
Membunuh malam ku duduk termangu,
Biasmu adalah sebersit harapan di langit biru...

Kelak di waktu yang kita tuju,
Kan terjawab tanyamu tentang sepi yg lama membiru...
Tentang gelisahku dan gelisahmu,
Yang kelak kan bertemu dan bertumpu...

Namun biarlah itu menjadi rahasia waktu,
Karena saat ini masih terasa tabu dan buntu...
Tinggal bagaimana kita mengolah dan meramu,
Biarkan rimba menuntun kita untuk menyatu...

Logika dan ritmenya kan menjadi bumbu,
Mengikat kasih cinta yang bersatu padu...
Saksinya adalah deru nafas yg menggebu,
Mungkin juga pijakkan langkah kita yang penuh debu...

Sejauh puncak-puncak yang kelak kan berlalu,
Terbentang juga dinamika yang berputar pada dinding rindu...
Coba pecahkan problema dalam bisu,
Bergantung pada sejauh mana kita memahami titik temu...

Biasa, seperti kisah-kisah lain yang juga pernah berlalu,
Kita kan alami masa-masa itu...
Jangan mencoba melawan waktu,
Biarkan kita bertemu dan berjalan di tepian dinding berbatu...
Menemui Cinta yang penuh haru,
Atau berujung dan kandas di jurang yang penuh dengan benalu...

Sejauh ini aku berharap mampu mengusir kelabu,
Dan mulai menjemput bahagia yang sering di dongengkan oleh Ibu...
Dan ku harap itu dirimu,
Yang kelak kan menunggu ku pulang di depan pintu...

Menyambut lelahku dengan senyum semanis madu,
Luluhkan lelah yang bertengger di bahu...
Menghapus penat dengan teduh tatapan sang ratu,
Yang malu-malu penuh rayu dan rindu...

Dalam syair ini ada harapan yang mengusik kalbu,
Dari sekian banyak yang datang dan berlalu hanya tinggalkan pilu...
Aku ingin berlabuh di relung jiwamu,
Menanam benih Cinta di dasar hati yang tlah lama semu...

Selasa, 17 Maret 2015

Laila & Majnun

<3 Layla dan Majnun <3

Saat Majnun menemukan secarik kertas di bawah kakiknya. Dia lalu menulis: Layla dan Majnun. Setelah itu dia merobek kertas yang bertuliskan nama Layla, meremas lalu melemparnya jauh. Sementara bagian yang tertulis namanya sendiri di simpannya.

Seorang sahabat bertanya heran padanya: "Apa Maksud Tindakanmu? Bicaralah, kenapa kau melakukan hal itu? Dikertas itu kalian disatukan. Tapi sekarang kau telah memisahkan dirimu darinya. Kenapa?"

Majnun pun menjawab: "Karena satu nama lebih baik dari pada dua. Satu nama bisa di pakai untuk berdua. Bila kau tahu hakikat seorang pecinta, kau akan menyadari bahwa ketunggalan harus meniadakan dirinya, untuk musnah ke dalam pelukan kekasihnya."

Lalu sahabatnya kembali bertanya: "Tapi kenapa kau membuang kertas yang bertuliskan Layla & menyimpan yang bertuliskan namamu? Kenapa bukan sebaliknya?

Majnun Menjawab: "Karena orang bisa melihat Cangkang kerang bukan mutiara di kandungnya, Aku adalah Cangkangnya dan Layla adalah mutiara dalam Cangkangku".

Sayyed Fadel On Facebook.

Sabtu, 13 Desember 2014

Langit Sore

Gerbang senja terbuka serentak,
satu per satu jalur angin menderu mata dan kelopak.....
Ketika sebuah jalan seakan di sadur oleh ujian,
hati mendayu penuh logika yang ambigu.....

Ini jalan cerita yang sama,
seperti setiap petak rasa,
yang di hadapi tiap jiwa.....
Di tegur bahagia,
di uji nestapa,
problema dan dinamika menghajar dan menempa.....

Diatas tumpukkan kerikil-kerikil yang menggunung,
aku adukan cuplikan dilematis yang membendung.....
Langit biru meng-ejakan materi orientasi yg mesti ku hadapi,
sementara rembulan menuntun ku larut dalam hikmah yang sedang ku gali.....

Hati memang berbeda dalam mencermati,
sementara kesadaran seringkali hilang hingga lupa diri,
namun akal tak pernah terbatasi dalam imaji.....
Hati meredup,
kesadaran mengendap,
pastikan akal tak terusik oleh gelap.....

Aku harus dapatkan arti,
menggapai mimpi,
maksimalkan implementasi,
lalu menjemput bidadari yang lama di damba oleh hati.....
Membawanya pergi,
dan pulang untuk kembali.....

Menuju eksistensi yang hakiki,
dalam naungan kasih Cinta Ilaahi Rabbi.....

Langit Sore

Gerbang senja terbuka serentak,
satu per satu jalur angin menderu mata dan kelopak.....
Ketika sebuah jalan seakan di sadur oleh ujian,
hati mendayu penuh logika yang ambigu.....

Ini jalan cerita yang sama,
seperti setiap petak rasa,
yang di hadapi tiap jiwa.....
Di tegur bahagia,
di uji nestapa,
problema dan dinamika menghajar dan menempa.....

Diatas tumpukkan kerikil-kerikil yang menggunung,
aku adukan cuplikan dilematis yang membendung.....
Langit biru meng-ejakan materi orientasi yg mesti ku hadapi,
sementara rembulan menuntun ku larut dalam hikmah yang sedang ku gali.....

Hati memang berbeda dalam mencermati,
sementara kesadaran seringkali hilang hingga lupa diri,
namun akal tak pernah terbatasi dalam imaji.....
Hati meredup,
kesadaran mengendap,
pastikan akal tak terusik oleh gelap.....

Aku harus dapatkan arti,
menggapai mimpi,
maksimalkan implementasi,
lalu menjemput bidadari yang lama di damba oleh hati.....
Membawanya pergi,
dan pulang untuk kembali.....

Menuju eksistensi yang hakiki,
dalam naungan kasih Cinta Ilaahi Rabbi.....

Gelisah Asyura ku

Bulir keringat membasahi keningku, baru saja berlalu gema adzan di balik memerahnya langit yg biru. Aroma Jahe, Sereh dan Pandan berpadu dalam rebusan kopi di dalam panci. Gemerincing gelas-gelas mendarat di meja-meja besar menyambut para tamu. Ku bersihkan wajahku, ku reguk teduhnya air wudhu. Mungkinkah aku berdiri dalam sholat sambil mengetik..?
Beriring kalam-kalam suci yg di baca dalam bisik, juga asma-asma agung yg bertahta dalam sunyi. Mataku meraba tiap lembar kitab yg berdebu, menghempasnya dengan nafasku yg menggebu.

Saat Syair-syair duka di lantunkan,
Ku harap kelembutan luntur dalam butiran. Menangislah mataku, aku ingin sekali menangis.....

Sesekali ku serap nuansa berbeda dalam getar tubuh yg bernada, ku pejamkan mataku dalam-dalam seraya meneriakkannya di dalam dada. Aku malu, ketika berhadapan dengan keramaian. Aku sungkan ketika harus mengakrabkan diri dalam obrolan. Ku tarik semburat logika yg masih berantakkan di kepala, Bayangku masih melambung jauh. Menerawangi jalan mana yg harus ku tempuh. Di saat seperti ini, selalu saja tergumam dalam nurani. "Andai saja ada Guruku saat ini..." aku butuh arahannya.
Aku butuh tuntunannya. Namun terlampau jauh aku meninggalkannya, bahkan begitu besar aku mengecewakannya. Aku tahu, Beliau tak pernah menutup pintunya. Begitupun untuk aku, aku yg masih lugu dengan langkah yg ambigu. Sekiranya ada beliau disini, mungkin aku bisa lebih tenang. Bahkan jauh lebih relaks dari ini, membaca syair dan doa yg di lantunkan dan di panjatkan.

Sosok Imam Husein dalam Kaca Mata Dunia

Mahatma Gandhi:
''Kami Telah Banyak Belajar Dari Husein Bagaimana Ketika Menjadi Orang Yang Di Zalimi Tapi Mendapatkan Kemenangan''

Aldomoro:
''Revolusi Husein Adalah Secercah Cahaya Bagi Kelompok Tertindas Dan Menyelamatkan Mereka Dari Kesesatan Serta Mengokohkan Jiwa Mereka Untuk Menempuh Jalan Kebenaran''

Abraham Lincoln:
''Al-Qur'an Muhammad Dan Husein Adalah 3 Simbol Kesucian Yang Wajib Di Lihat Dengan Penuh Kesucian Pula Karena Pada Ketiganya Terdapat Contoh Idealisme Penghormatan Terhadap Hak Asasi Manusia''

Mao Tse Tung:
''Kalian Datang Mengambil Pelajaran Dari Kami Padahal Revolusi Husein Yang Memiliki Pelajaran Penuh Nilai Ada Pada Kalian''

Che Guevara:
''Kepada Seluruh Kaum Revolusioner Dunia Agar Mengikuti Revolusi Luar Biasa Yang Di Pimpin Husein Yang Agung Dan Melangkah Di Jalannya Untuk Menghentikan Para Penguasa Buruk Dan Menggulingkan Pangkal Kebusukannya''

Dalai Lama:
''Jika Agama Kami Memiliki 2 Pribadi Agung Seperti Ali Bin Abi Thalib Dan Putranya Husein Serta Nahj Al-Balagha Dan Peristiwa Karbala Pasti Tak Akan Tersisa Di Dunia Ini Kecuali Menjadi Pemeluk Budha''

Hitler:
"Wahai Pahlawan-Pahlawan Perang Contohlah Husein Manusia Yang Dengan Ketekunan Mampu Mengguncang Pilar-Pilar Kekuatan Dan Setelah Itu Mengirim Mereka Kedalam Jurang Kehancuran Dan Itu Semua Di Lakukan Oleh Kelompok Kecil Yang Memiliki Keteguhan Dan Penuh Nilai Kepahlawanan''

Jawaharlal Nehru:
"Dari Darah Husein Yang Tumpah Di Karbala Telah Tumbuh Pepohonan Yang Menaungi Kaum Tertindas Dalam Rangka Menuntut Hak-Hak Mereka Yang Terampas Dari Tangan Pecinta Singgasana Dan Kekuasaan''

Franklin Delano Roesevelt:
''Sekalipun Kita Berperang Dengan Kebuasan Dan Membunuh Dengan Rasa Permusuhan Yang Memuncak Maka Kita Belum Dapat Menandingi Kebuasan Dan Permusuhan Para Pembunuh Yang Membunuh Seorang Putra Dari Putri Nabi Islam''

Ho Chi Minh:
"Wahai Prajurit-Prajuritku Yang Gagah Berani Lihatlah Husein Seorang Pejuang Dari Timur Yang Telah Mengguncangkan Bumi Para Penguasa Zalim''

Jamaluddin Al-Afghani:
''Tidak Ada Seorang Muslimpun Kecuali Kecintaan Pada Husein Terukir Dalam Hatinya Sebuah Pribadi Yang Telah Mengorbankan Seluruh Yang Di Milikinya Untuk Mendapatkan Hak-Haknya Serta Melawan Kedurjanaan Yang Hendak Memadamkan Cahaya Jalan Muhammad''

Joseph Stallin:
''Perangilah Karbala Karena Selama Karbala Itu Masih Ada Maka Problem Itu Tak Pernah Hilang Sebab Dengan Keberadaannya Akan Keluar Para Pejuang Gagah Berani Dan Menyebar Di Seluruh Penjuru''

Mohammed Abduh:
''Peristiwa Yang Di Alami Imam Husein Adalah Sebuah Peristiwa Besar Yang Mengguncangkan Dunia Islam Hingga Hari Ini karena Ia Telah Meletakkan Fondasi Keadilan Dan Menuntut Di kembalikannya Hak-Hak Kaum Tertindas Yang Selama Ini Terampas''.

Mustafa Kemal Attaturk:
''Sesungguhnya Husein Adalah Seorang Pemimpin Yang Mengajarkan Bagi Kita Pelajaran Kesetiaan Dalam Kepahlawanan dan Kebebasan Serta Mempertahankan Harga Diri Jika Mampu Mengambil Itu Semua Darinya Maka Tak Pelak Lagi Kita Akan Dapat Mengalahkan Seluruh Musuh-Musuh Kita''

Nietzsche:
"Sesungguhnya Gerakan Revolusi yang Di Pimpin Oleh Husein Telah Menginspirasi Setiap Generasi Baru Dunia Untuk Mengikuti Prinsip Serta Pikirannya''

Jumat, 12 Desember 2014

Rindu Membiru

Terbenam rembulan di ufuk barat,
Sembunyikan tanya di balik semburat.....
Alibi mencuat mengusung angin,
Buyar di tempa tatapan mata yg dingin.....
Di batas lembaran kisah ku terbungkam,
Menutup jalan keraguan yg harus di redam.....
Menembus tiap resah berbalut rasa,
Mengusir sepi yg menghambat cita.....

Temaram ku cumbui,
Lalu larut dalam lamunan sang putri.....
Ku semai rindu,
Ku tabur nada biru di jejak malam yg membisu.....

Ada gelak tawa yg tersita,
Mengimpikan canda mesra yg tertunda,
Seperti mendung yg lewat tanpa sapa.....

Gelisah ku nanti kabarmu,
Hampir gusar ku di usik malam sendu.....
Melambung percik api memecah gelap,
Masih ku pendam tiap kata yg ingin ku ungkap.....
Dimana ruangnya,
Adakah waktunya....?

Nanti saat Tuhan memberi kita jalan dan kesempatan,
Ku harap tak ada hambatan yg menyita kemesraan.....

Mihrab Kemesraan

Di pesisir lelahku hari ini,
Sudahi setiap alibi yg meracuni.....
Ku letakkan perkakasku yg berlumur serbuk kayu,
Basuh tanganku yg di tempeli sisa lem.....

Teguk air yg tercurah,
Bersihkan peluh yg membasahi kerah.....
Ku raih selendang ketenangan,
Ku rebahkan rindu di haribaan..... Berlantun Kalam Suci Warisan Sang Nabi,
Merengkuh Khusyuk mengemis pada Ilahi.....
Ku Sulut sumbu lilin di wadah kaca,
Meraih indahnya cahya yg merona.....
Seperti Cinta yg membara,
Asmaraku menyala berkerumun gelap yg perlahan sirna.....

Seakan berada di ruang senyap,
Tanpa hiruk pikuk kota,
Bahkan tak ada detak jarum yg ku rasa.....
Lepas dari belenggu dunia,
Sesaat dalam Estetika yg menjadi Rahasia,
Bersemayam dalam Tenang pelukan-Nya.....

Seolah tak ingin ini berakhir,
Bahkan tubuhpun enggan untuk bergulir.....

Setelah ku Jamah lembaran lusuhnya,
Dan ku semai tiap bait Ayat-Nya.....
Kini ku kecup hangat Tiap lekuk tubuhnya,
Hirup mesra aroma semerbak yg mempesona.....

Beberapa saat kemudian,
Rasanya aku sedang di rundung kerinduan......
Bibirpun kering gemetaran,
Tak ingin ku tinggalkan Mihrab Kemesraan.....

Bukan Cinta

Cerita merebah di lukis waktu,
Tintanya bertabur kala langkah terpatri lewati hari......

Ini
hikmah tentang mata dan cahaya,
Diantara siang dan malam yg memainkan perannya dalam realita.....

Betapa ini bukan hal yg berbeda,
namun ada sensasi istimewa,
kala ku coba tuk menyentuh rasa yg ku cerna.....
Seperti ada jalan di rimbunnya hutan,
menemukan berlian yg tlah lama hilang,
Atau bagaikan serdadu yg pulang menyandang kemenangan dalam perang.....

Bukan sekedar rasa,
Bukan juga Harapan tanpa sandaran.....
Kita semua ingin bahagia,
namun bukan sekedar kesenangan sesaat yg penuh kepalsuan.....

Tangisan,
Juga senyuman.....
Tawa,
Begitu pula Kesedihan.....
Hanyalah realita yg pasti ada dan biasa.....

Apa yg sebenarnya membuat ini menjadi indah dan penuh makna.....?

Apakah Cinta?

Tahukah kau,
Wahai Permaisuri hati yg Kerelaannya masih ku nanti,
dan Kemuliaannya masih tersembunyi.....

Bukan Cinta yg membuat jalan ini menjadi istimewa,
Apalagi sekelumit realita yg menjelma diatas dunia.....

Tanpa dirimu,
duniaku hanya akan menjadi hari yg berat,
 kelam dan melelahkan.....
Tanpa diriku,
Duniamu akan menjadi hari yg membosankan,
seram hingga bahkan menakutkan.....

Bukan tentang realita,
Juga bukan tentang Cinta.....

Ini tentang kita wahai Kasih yg bernaung dalam rahasia,
Tentang sepasang manusia yg meraih harmoni tuk lalui dinamika dunia.....

Ridhwan Endri. Y (Juna), 29 Agustus 2014